Terbit: 1 April 2022 | Diperbarui: 19 Mei 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Pusing saat puasa adalah kondisi yang biasa terjadi ketika menahan lapar dan haus selama seharian. Lantas bagaimana cara mengatasinya agar puasa tetap lancar? Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Pusing Melanda Saat Puasa? Ini Cara Mengatasinya

Kenapa saat Puasa Kepala Pusing dan Mual?

Tubuh pada dasarnya memiliki kemampuan untuk mengontrol kadar glukosa darah. Namun, jika tidak makan makanan berkarbohidrat yang cukup atau jenis karbohidrat yang tepat selama puasa Ramadhan, tubuh mungkin berjuang untuk menjaga aliran glukosa tetap stabil ke semua bagian tubuh.

Ketika kadar glukosa dalam darah berkurang di bawah tingkat yang sehat, tubuh akan mengalami hipoglikemia (gula darah rendah). Kondisi ini dapat menimbulkan gejala pusing.

Dalam beberapa kasus, pusing mungkin disebabkan oleh anemia, dehidrasi, atau penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa jadi karena pola makan yang buruk atau tidak minum cukup air.

Penderita diabetes yang mendapat izin dari dokter untuk berpuasa, tetapi mengalami pusing saat puasa, harus melakukan beberapa hal berikut:

  • Minta bantuan dari orang terdekat.
  • Menemukan tempat yang aman untuk duduk.
  • Makan sesuatu yang mengandung gula.
  • Tes kadar gula sesegera mungkin.
  • Pergi ke dokter untuk pemeriksaan sesegera mungkin.

Namun, apabila bukan penderita diabetes dan mengalami pusing saat puasa, sebaiknya cari tempat yang aman untuk duduk dan tetap tenang. Jika tidak mulai merasa lebih baik setelah beberapa menit, mungkin Anda perlu makan atau minum.

Sebaiknya pergi ke dokter dan melakukan pemeriksaan apabila Anda tidak merasa lebih baik, atau jika sering mengalami pusing selama puasa.

Sementara mual saat puasa dapat disebabkan oleh radang lambung atau maag (dyspepsia). Asam lambung yang meningkat ketika perut kosong bisa menyebabkan mual pada penderita penyakit lambung.

Selain disebabkan asam lambung dan kurang makan, mual saat puasa juga dapat terjadi akibat kekurangan cairan dan mengonsumsi obat tertentu.

Baca Juga: Pusing: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

Cara Menghilangkan Pusing saat Puasa

Jika Anda merasakan pusing atau sakit kepala saat puasa, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.

Berikut ini cara mengatasi pusing saat puasa:

1. Perbaiki pola tidur

Ketika sedang puasa, pola tidur akan berubah. Biasanya, waktu tidur dari malam hingga pagi hari, selama bulan Ramadhan harus terbangun pada dini hari untuk santap sahur.

Nah, sebaiknya Anda memperbaiki pola tidur dengan cara tidur lebih cepat. Dengan begitu, Anda bisa merasakan tidur yang cukup hingga akhirnya bangun untuk sahur. Apabila sempat, usahakanlah tidur siang agar otak dan tubuh istirahat untuk menghindari pusing dan sakit kepala.

2. Perbanyak minum air mineral

Dehidrasi adalah salah satu faktor penyebab sakit kepala. Ketika puasa, sudah pasti tubuh akan mengalami dehidrasi akibat kekurangan cairan seharian penuh. Pusing adalah salah satu gejala dari dehidrasi.

Cara mengatasi pusing saat puasa akibat dehidrasi sebenarnya mudah, Anda harus memperbanyak minum air mineral pada waktu berbuka, malam hari, dan sahur. Dengan memenuhi kebutuhan cairan untuk tubuh, maka akan terhindar dari gejala sakit kepala atau pusing.

3. Perbaiki emosional

Pusing dan sakit kepala juga dapat terjadi karena faktor emosional (mood) yang tidak stabil. Emosional sendiri bisa ditentukan oleh beberapa faktor, misalnya pekerjaan, kondisi tubuh, serta faktor lainnya.

Ketika berpuasa, tubuh akan mengalami perubahan pola, maka besar kemungkinan juga berpengaruh pada emosional. Untuk itu, kelola emosional dengan baik, caranya melakukan aktivitas menyenangkan dan menenangkan, seperti mendengar musik, membaca buku, perbanyak ibadah, atau memasak.

Baca Juga: 5 Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Puasa agar Tetap Sehat

4. Mengonsumsi makanan sehat

Makan makanan sehat yang kaya akan vitamin dan nutrisi mungkin tidak menghentikan pusing sepenuhnya, tetapi tentu saja tidak akan membahayakan dan akan bermanfaat bagi kesehatan  secara keseluruhan.

Rendahnya kadar gula darah dapat menyebabkan pusing dan kehilangan keseimbangan. Makan slow release, makanan rendah indeks glikemiks seperti kacang-kacangan, buah kering, roti gandum, gandum bubur gandum, seledri dan selai kacang.

Lean protein (rendah lemak) dapat membantu menstabilkan gula darah. Untuk itu, makan lebih banyak ayam tanpa kulit dan ikan.

Rendahnya kadar hemoglobin dapat menyebabkan pusing dan mungkin akibat kekurangan zat besi. Oleh karenya, makan lebih banyak almond, kurma, asparagus, tahu, dan sayuran berdaun hijau. Pusing ketika puasa mungkin karena kekurangan vitamin C, jadi makanlah lebih banyak brokoli, tomat, bayam, paprika, dan jeruk.

Nah, itulah cara mengatasi pusing saat puasa yang bisa dilakukan agar puasa Anda lancar. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2022. What to eat to help with dizziness and loss of balance. https://www.positivepause.co.uk/hot-help-for-dizziness-and-loss-of-balance/what-to-eat-to-help-with-dizziness-and-loss-of-balance (Diakses pada 1 April 2022)
  2. Abrahams, Roshan. 2020. Dealing with dizziness during fast. https://www.plainsman.co.za/news/dealing-with-dizziness-during-fast (Diakses pada 1 April 2022)
  3. Doherty, Colleen. 2021. How Fasting Causes Headaches. https://www.verywellhealth.com/how-fasting-can-cause-a-headache-1719448 (Diakses pada 1 April 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi