Terbit: 30 May 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Wadah plastik sudah menjadi bagian dalam hidup sehari-hari. Kotak bekal makan siang, botol minum, hingga wadah pembungkus makanan rata-rata terbuat dari bahan plastik. Lantas, apakah bungkus makanan panas dengan kantong plastik sebabkan kanker?

Membungkus Makanan Panas dengan Plastik Picu Kanker, Benarkah?

Bahaya Membungkus Makanan dengan Plastik

Semua jenis plastik yang memiliki bahan baku minyak bumi pada umumnya memiliki kandungan bahan kimia yang dapat berpindah ke makanan dalam jumlah yang kecil. Salah satu jenis plastik yang paling banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari adalah polistirena (PS) dan diketahui memiliki sifat karsinogen. 

Namun, sebuah studi menemukan bahwa kontak makanan terhadap senyawa stirena karena menggunakan kemasan plastik yang mengandung polistirena dinilai sangat rendah. Jumlah ini jauh di bawah batas yang sudah ditentukan Food and Drug Administration (FDA).

Sementara itu, senyawa dalam plastik yang dikhawatirkan dapat menyebabkan kanker, yaitu BPA (bisphenol A). 

BPA diketahui memiliki sifat yang mirip dengan estrogen. Senyawa kimia ini memiliki aktivitas yang menyerupai estrogen sehingga dapat mengganggu hormon estrogen alami dalam tubuh.

Baca Juga: Mengantongi Ponsel di Saku Celana Picu Kanker Penis?

Pengganggu hormon ini dapat memengaruhi kerja estrogen dan hormon lain, dengan cara menghambat hormon atau meniru hormon tersebut. Hasilnya tubuh jadi kehilangan keseimbangan hormon. Efek inilah yang dianggap dapat memicu pertumbuhan dan perkembangan kanker payudara

Beberapa studi menemukan bahwa perpindahan bahan kimia ke makanan hanya sedikit sehingga masih dikatakan aman untuk manusia. Hasil ini bahkan tetap sama pada penelitian yang dilakukan pada plastik yang sudah dipanaskan.

Penelitian yang meneliti tentang hubungan plastik dan kanker umumnya hanya menggunakan hewan atau sel manusia sebagai subjek penelitian. Oleh sebab itu, hasilnya akan berbeda dengan manusia yang kontak dengan plastik di kehidupan sehari-hari. 

Jadi, apakah penggunaan kantong plastik aman untuk makanan panas? Hingga kini, belum ada penelitian yang dapat membuktikan risiko kanker pada manusia akibat penggunaan wadah plastik.

Bahaya Lain Plastik untuk Kesehatan

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa bahaya yang bisa didapatkan jika sering terpapar bahan kimia di dalam plastik yang tercampur dalam makanan atau minuman.

Berikut berbagai bahaya yang bisa terjadi, di antaranya:

1. Memengaruhi Berat Badan

Senyawa bisphenol A ternyata juga bisa membuat berat badan semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya dalam mengganggu keseimbangan hormon estrogen.

Bahkan, jika tubuh sering terpapar senyawa ini, bisa jadi akan mengalami resistensi insulin yang berimbas pada meningkatnya risiko terkena diabetes.

Baca JugaWaspada 6 Bahaya Mikroplastik bagi Tubuh dan Cara Mencegahnya!

2. Terpapar Senyawa Kimia Berbahaya

Selain bisphenol A, paparan senyawa polistirena atau polyvinyl chloride juga berpotensi menyebabkan berbagai macam penyakit berbahaya.

Beberapa penyakit yang dapat muncul akibat paparan senyawa kimia dalam plastik antara lain penyakit jantung, gangguan saraf, gangguan tiroid, dan lain-lain.

3. Gangguan Kesuburan

Kandungan phthalates di dalam plastik bisa saja menyebabkan gangguan keseimbangan hormon yang menyebabkan masalah kesuburan. Bahkan, ibu hamil yang sering terpapar hal ini juga rentan melahirkan anak dengan masalah cacat lahir.

4. Membahayakan Kesehatan Anak

Anak-anak yang sering terpapar senyawa kimia yang terkandung di plastik rentan mengembangkan penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, kanker, dan berbagai penyakit mematikan lainnya. 

Baca Juga: Makanan Kemasan Bisa Memicu Kanker, Benarkah?

Cara Terhindar dari Bahaya Bahan Kimia Plastik

Salah satu cara yang dapat membantu Anda terhindar dari paparan senyawa kimia plastik adalah mengubah gaya hidup. 

Beberapa perubahan yang dapat Anda lakukan, di antaranya:

  • Bawa wadah sendiri. Membawa botol minum atau kotak makan dari kaca, stainless steel, atau keramik dapat menurunkan risiko paparan senyawa plastik.
  • Mengurangi konsumsi makanan dalam kaleng. Wadah kaleng juga bisa saja mengandung senyawa kimia yang sama dengan plastik, sehingga konsumsinya perlu dikurangi.
  • Hindari memasak dan memanaskan makanan pada wadah plastik. Meskipun praktis dan nyaman, sebaiknya hindari memasak dan memanaskan makanan pada wadah plastik karena dapat menyebabkan senyawa kimia pindah ke makanan.
  • Gunakan plastik dengan simbol 2 ,4, dan 5. Wadah dengan simbol ini diketahui terbuat dari jenis plastik yang tergolong aman. 
  • Pastikan ada label ‘BPA Free’ pada botol bayi. Bayi paling sering terpapar bahan kimia plastik dari botol susu karena digunakan beberapa kali sehari dan susu yang didalamnya umumnya memiliki suhu yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, perlu dipilih botol susu yang aman. 

Meski penggunaan bahan-bahan plastik sulit ditinggalkan dari kehidupan sehari-hari, cobalah untuk membiasakan diri menurunkan penggunaannya, termasuk sebagai pembungkus makanan dan minuman

 

  1. Anonim. 2023. Exposure to Chemicals in Plastic. https://www.breastcancer.org/risk/risk-factors/exposure-to-chemicals-in-plastic. (Diakses pada 6 Maret 2023).
  2. Anonim. Does Eating Or Drinking Out Of Polystyrene Food Packaging Cause Cancer? https://www.cancer.org.au/iheard/does-eating-or-drinking-out-of-polystyrene-food-packaging-cause-cancer. (Diakses pada 6 Maret 2023).
  3. Anonim. Does Using Plastic Bottles And Containers Cause Cancer? https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/causes-of-cancer/cancer-myths/does-using-plastic-bottles-and-containers-cause-cancer. (Diakses pada 6 Maret 2023).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi