Terbit: 9 November 2014
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Tumor phyllodes merupakan bentuk tumor payudara langka. Kebanyakan bentuk tumor ini adalah tumor jinak. Namun, tetap saja penyakit ini perlu diwaspadai. Simak gejala, penyebab, dan penanganannya.

Tumor Phyllodes: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

Apa Itu Tumor Phyllodes?

Tumor phyllodes merupakan tumor yang dimulai dari pertumbuhan sel tidak normal pada jaringan ikat stromal di payudara. Sel ini bertumbuh tidak terkendali hingga membentuk suatu massa atau tumor. 

Phyllodes berasal dari bahasa Yunani, yang berarti “daun”, karena tumor ini memiliki bentuk yang menyerupai daun ketika dilihat di bawah mikroskop.

Tumor phyllodes merupakan jenis tumor yang sangat jarang ditemukan, hanya ada kurang dari satu persen kasus dari semua tumor payudara. 

Kasus tumor phyllodes banyak ditemukan pada wanita usia 40 tahun ke atas, tetapi tidak menutup kemungkinan tumor ini ditemukan pada usia yang lebih muda. 

Tumor phyllodes dapat bersifat ganas atau jinak. Tumor ini pada umumnya dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan bentuknya ketika dilihat di bawah mikroskop:

  • Benign (non-kanker): Tumor jenis ini pada umumnya tidak berkembang dengan cepat atau menyebar.
  • Borderline: tumor ini memiliki sifat di antara tumor benign dan malignant (bersifat kanker). 
  • Malignant (bersifat kanker): Tumor ini cenderung bertumbuh dengan cepat dan akan menyebar, serta memiliki kemungkinan untuk muncul kembali setelah pengobatan.

Kebanyakan tumor phyllodes yang ditemukan termasuk ke dalam kelompok benign dan hanya sedikit kasus yang masuk dalam kelompok malignant

Baca Juga: 6 Manfaat Memegang Payudara, Bisa Cegah Kanker?

Gejala Tumor Phyllodes

Berikut adalah beberapa tanda-tanda yang dapat muncul ketika ada pertumbuhan tumor phyllodes pada payudara:

  • Benjolan keras di payudara dan terasa halus saat disentuh
  • Pada umumnya lebih besar dari 3 cm
  • Bertumbuh dengan cepat bahkan dalam hitungan minggu
  • Kulit di atas benjolan terasa hangat atau berwarna merah

Jika tumor phyllodes yang tumbuh dalam payudara merupakan kelompok malignant, maka pasien dapat mengalami gejala:

  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Sakit tulang

Namun, gejala ini umumnya muncul ketika sel kanker sudah menyebar ke bagian tulang atau paru-paru.

Penyebab dan Faktor Risiko Tumor Phyllodes

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari tumor phyllodes. Sama seperti tumor pada organ tubuh lain, pertumbuhan tumor ini disebabkan oleh mutasi pada DNA sel dan kemudian pertumbuhan sel tersebut menjadi tidak terkendali.

Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan tumor phyllodes, antara lain:

  • Sindrom Li-Fraumeni. Wanita yang lahir dengan kelainan genetik langka ini memiliki risiko hampir 100 persen untuk mengalami kanker payudara.
  • Tidak menyusui atau menyusui dalam waktu singkat. Hal ini menghilangkan kesempatan menghilangkan sel yang berpotensi kanker dan mendapatkan kestabilan hormon estrogen selama beberapa waktu.
  • Melahirkan pertama kali di atas 30 tahun. Wanita yang melahirkan pertama kali pada usia di atas 30 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena tumor dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah melahirkan.
  • Peningkatan hormon estrogen dalam tubuh. Estrogen diketahui bersifat karsinogen, sehingga jika jumlah hormon ini meningkat dalam tubuh maka risiko tumor juga dapat meningkat. 

Diagnosis Tumor Phyllodes

Tumor phyllodes sulit untuk diketahui karena terlihat sangat mirip dengan benjolan payudara lain, seperti fibroadenomas.

Ketika Anda berkonsultasi ke dokter dengan keluhan adanya benjolan di payudara, maka dokter akan memeriksa bentuk dan ukuran benjolan. 

Jika ada kecenderungan ke arah tumor phyllodes, maka dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani beberapa pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis terkait tumor phyllodes. 

Beberapa pemeriksaan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis, antara lain:

  • Mammogram. Pemeriksaan ini akan menunjukkan gambar benjolan dengan jelas. Tumor phyllodes memiliki bentuk bulat atau oval disertai sedikit bintik kalsium di dalamnya.
  • USG. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk mengambil gambar bagian dalam tubuh sehingga dokter bisa melihat bentuk benjolan dengan jelas. 
  • Biopsi jarum. Dokter akan mengambil sampel dari jaringan benjolan dengan menggunakan jarum dan mikroskop untuk memeriksa gejala kanker. 
  • Operasi. Prosedur ini dijalani dengan mengambil semua benjolan dan kemudian diperiksa dalam laboratorium. Lewat pemeriksaan ini bisa diketahui jenis tumor benign, borderline, atau malignant. 
  • Tes Pencitraan. Jika ditemukan tumor phyllodes bersifat ganas, dapat dilakukan MRI atau CT Scan untuk mengetahui penyebaran sel kanker.

Pengobatan Tumor Phyllodes

Tumor phyllodes dapat menyebabkan masalah kesehatan, bahkan jika tumor yang tumbuh masuk ke dalam kelompok benign. Dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan operasi pengangkatan tumor. 

Dokter bedah akan mengambil tumor serta jaringan sehat di sekitarnya. 

Ada beberapa jenis operasi yang digunakan untuk menangani tumor phyllodes, antara lain:

  • Lumpektomi. Dokter bedah akan mengangkat tumor bersama dengan minimal 1 cm jaringan sehat di sekitar tumor. Pengangkatan jaringan sehat ini bertujuan untuk mencegah tumor tumbuh kembali.
  • Mastektomi sebagian. Jika tumor memiliki ukurang yang lebih besar, dokter bedah akan mengangkat sebagian payudara yang mengandung tumor.
  • Mastektomi total. Dokter bedah akan mengangkat seluruh payudara. Pasien dapat menjalani operasi rekonstruksi payudara pada saat yang bersamaan. 

Tipe operasi yang dijalani pasien tergantung dari ukuran tumor serta preferensi pasien.

Jika tumor diketahui masuk ke dalam kelompok malignant atau bersifat kanker, maka dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani pengobatan, berupa:

  • Radioterapi. Pengobatan menggunakan radiasi energi tinggi untuk membunuh sel kanker. Dokter akan menyarankan pengobatan ini setelah operasi untuk mengobati tumor phyllodes yang belum menyebar ke area luar payudara.
  • Kemoterapi. Pengobatan menggunakan obat untuk membunuh kanker di seluruh tubuh. Pengobatan kemoterapi bisa menjadi pilihan jika sel kanker sudah menyebar ke organ tubuh lain.

Baca Juga10 Cara Menjaga Kesehatan Payudara Agar Terhindar Kanker

Tingkat Kesembuhan Tumor Phyllodes

Jika semua sel tumor diangkat, maka operasi dapat menyembuhkan tumor phyllodes. Tingkat kesembuhan akan meningkat saat sel tumor ganas (sel kanker) belum menyebar jauh dari letak tumor. 

Ketika sel kanker sudah menyebar, maka semakin sulit untuk mengangkat semua sel kanker. Pertumbuhan sel kanker yang sudah menyebar dapat dihentikan dengan kemoterapi tetapi prosedur ini tidak bekerja dengan maksimal pada tumor phyllodes.

Meskipun kanker sudah hilang, tetapi ada kemungkinan untuk muncul kembali. Ketika hal ini terjadi, operasi dapat menyembuhkan tumor phyllodes.

Kapan Harus Ke Dokter?

Anda perlu ke dokter segera setelah menyadari adanya benjolan pada payudara atau mengalami gejala yang sudah disebutkan di atas. 

Tumor phyllodes tidak selalu berarti kanker payudara, tetapi terkadang bisa muncul kembali setelah pengobatan. Untuk mencegah tumor muncul kembali, Anda disarankan untuk melakukan skrining payudara selama empat sampai enam bulan sekali. 

Dengan penanganan yang tepat dan sedini mungkin, maka peluang kesembuhan dari tumor phyllodes akan semakin besar. Tetap semangat! 

  1. Bernstein, Susan. 2022. Phyllodes Tumors. https://www.webmd.com/breast-cancer/phyllodes-tumors. (Diakses pada 24 Februari 2023).
  2. Cleveland Clinic. 2022. Phyllodes Tumors. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24226-phyllodes-tumors. (Diakses pada 24 Februari 2023).
  3. Cordeiro, Brittany. 2014. Breastfeeding Lowers Your Breast Cancer Risk. https://www.mdanderson.org/publications/focused-on-health/breastfeeding-breast-cancer-prevention.h19-1589046.html. (Diakses pada 24 Februari 2023).
  4. John Hopkins Medicine. Phyllodes Tumors. https://www.hopkinsmedicine.org/kimmel_cancer_center/cancers_we_treat/breast_cancer_program/treatment_and_services/rare_breast_tumors/phyllodes_tumors.html. (Diakses pada 24 Februari 2023). 
  5. National Cancer Institute. 2015. Hormones. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/hormones. (Diakses pada 24 Februari 2023).
  6. National Cancer Institute. 2016. Reproductive History and Cancer Risk. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/hormones/reproductive-history-fact-sheet. (Diakses pada 24 Februari 2023).
  7. The American Cancer Society Medical and Editorial Content Team. 2022. Phyllodes Tumors of the Breast. https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/non-cancerous-breast-conditions/phyllodes-tumors-of-the-breast.html. (Diakses pada 24 Februari 2023).
  8. Watson, Stephanie. 2021. What Is a Phyllodes Tumor? https://www.healthline.com/health/breast-cancer/phyllodes-tumor. (Diakses pada 24 Februari 2023).


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi