Terbit: 15 Februari 2018 | Diperbarui: 9 Desember 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Januari hingga Maret merupakan musim hujan, yang berarti panasnya sinar matahari jarang muncul. Ini tentunya membuat ibu rumah tangga kesulitan mengeringkan pakaian. Berbagai cara pun dilakukan agar anggota keluarganya mengenakan pakaian yang benar-benar kering.

Mengeringkan Pakaian di Dalam Rumah Berisiko Kanker!

Namun jika Anda memaksakan menggunakan pakaian lembab atau benar-benar belum kering, ternyata berbahaya untuk kesehatan, lho!

Pakaian lembab, seperti dilansir dari Clean and Toasty, menimbulkan risiko kesehatan. Jika Anda sering menderita infeksi kulit dan serangan flu, Anda dapat memeriksa berbagai alasan, namun jangan lupa untuk mengeksplorasi kemungkinan bahwa ini terjadi karena Anda sering mengenakan pakaian lembab.

Penyebabnya
Pakaian basah atau lembab disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

1. Basah karena hujan
Hujan adalah kejadian alami. Itu terjadi beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu di bulan musim hujan. Tapi saat basah kuyup karena guyuran hujan dan terpaksa pakaian yang Anda gunakan basah sepanjang hari ketika di kantor, risikonya kesehatan Anda bisa bermasalah.

Untuk mencegah menggunakan pakaian basah, simpan atau bawalah pakaian di tempat kerja Anda, jadi Anda akan memiliki baju ganti untuk dipakai jika terjadi hujan.

Membawa payung sepanjang waktu juga bisa membantu. Miliki tipe yang dapat dilipat dan bisa disimpan di koper Anda.

2. Berkeringat
Di sisi lain, ada bahaya keringat. Setelah olahraga selama dua jam, pastikan untuk mengganti pakaian. Bersiaplah untuk bulan-bulan musim panas saat Anda mudah berkeringat dengan gerakan minimal.

3. Lemari pakaian
Pakaian lembab membasahi pakaian bersih juga. Periksa lemari pakaian Anda. Jika baunya aneh, bisa saja tumbuh jamur. Periksalah jika ada kebocoran air. Ada juga kemungkinan anak-anak melempar handuk basah ke dalam lemari setelah mandi.

4. Menggunakan pengering pakaian
Apakah Anda menggunakan mesin cuci untuk megeringkan pakaian? Jika ya, pastikan untuk menggantungkan pakaian di mana ada banyak sinar matahari untuk waktu yang lama sebelum melipatnya.

Risiko kesehatan
Ada beberapa diskusi tentang ini di laman internet, dan nampaknya ada kesepakatan yang kuat mengenai risiko kesehatan pada pakaian basah. Bagian tubuh yang paling rentan adalah sistem pernapasan.

Pengeringan pakaian di dalam ruangan dapat menimbulkan bahaya bagi orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah dan mereka yang menderita asma. Hal ini karena pengeringan di dalam ruangan bisa menaikkan kadar air di udara sebesar 30 persen, menciptakan kondisi pembiakan yang ideal untuk spora aspergillus fumigates atau jamur.

Pakaian basah, karpet dan perabotan, merupakan tempat ideal untuk tungau rumah. Alergi akibat tungau bisa ringan atau parah. Untuk kasus ringan, anggota keluarga bisa terkena bersin, pilek dan mata berair.

Untuk kasus yang parah, kondisinya bisa menjadi kronis dan bisa menyebabkan serangan asma berat, tekanan pada wajah, kongesti pernapasan atau batuk.

Para ahli memperingatkan bahwa bahaya lain yang disebabkan oleh pengeringan pakaian di dalam rumah, bisa berisiko terkena kanker di kalangan anggota keluarga. Hal ini disebabkan bahan kimia kain dilepaskan ke udara. Yang terpenting di antara bahan kimia ini adalah asetaldehida —senyawa kimia organik.

Kesimpulannya, ada lebih banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk memastikan bahwa pakaian Anda kering. Gunakan dehumidifier lemari —alat untuk mengurangi kelembapan.

Saat mengeringkan pakaian menggunakan mesin cuci, pakaian yang terbuat dari kain yang sama dalam satu putaran akan mengering. Anda juga bisa mengganti mesin cuci dengan yang baru. Pengering yang lebih canggih bisa mengeluarkan lebih banyak air dari pakaian basah. Yang terpenting dan yang paling mudah dilakukan, pasang lebih banyak gantungan pakaian di luar, jika memungkinkan.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi