Terbit: 8 Juni 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Orang yang minum air mentah atau air yang tidak diolah mungkin berisiko terkena penyakit. Hal ini karena air mentah memiliki patogen yang berbahaya bagi kesehatan. Apa saja bahaya tersebut? Selengkapnya simak dalam penjelasan di bawah ini!

Inilah Efek Minum Air Mentah yang Berbahaya bagi Kesehatan

Bahaya Minum Air Mentah bagi Kesehatan

Air mentah adalah istilah umum untuk air yang tidak disaring atau tidak disterilkan. Ini mencakup mineral alami dan tidak memiliki bahan tambahan kimia yang dimasukkan ke dalam air keran untuk menghilangkan kontaminan potensial.

Tanpa sterilisasi, air mentah yang tidak diolah atau tidak disaring dapat dipenuhi dengan mikroorganisme berbahaya, hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti diare, sepsis, hingga kolera.

Menurut The Environmental Protection Agency (EPA), air minum yang berasal dari air tanah, sungai, dan danau, dapat terkontaminasi oleh produk sampingan dari hewan, mikroba, bahan kimia, dan polusi. Guna memastikan air minum aman dikonsumsi, EPA menetapkan peraturan terhadap lebih dari 90 kontaminan untuk air minum, termasuk:

  • Kontaminan kimia: Arsenik, bahan kimia, tembaga, timbal, radionuklida, dan bahan kimia lainnya.
  • Kontaminan mikroba: Coliform, produk sampingan desinfeksi, parasit, bakteri, dan patogen lainnya.

Meskipun air mentah tampak jernih dan bersih, tetapi meminumnya bisa sangat berbahaya bagi kesehatan, lho!. Mengonsumsi air mentah seteguk mungkin aman, tetapi jika minum setengah gelas atau lebih mungkin menimbulkan efek bagi kesehatan.

Berbagai masalah kesehatan berbahaya yang disebabkan karena konsumsi air mentah, antara lain:

  • Giardia lamblia

Giardia lamblia adalah parasit yang ditemukan di tanah, makanan, atau air yang berkoloni di usus kecil manusia. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Society for Biology, G. lamblia dapat menyebabkan penyakit pemicu diare yang disebut giardiasis dan menjadi penyebab diare yang ditularkan melalui air.

  • Vibrio cholerae

Apabila tertelan, vibrio cholerae dapat menyebabkan kolera, infeksi serius yang mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan diare akut. Kolera ditandai dengan mual, kram perut, lesu, dehidrasi parah, syok septik, dan bahkan kematian.

  • Cryptosporidium

Mikroorganisme ini berasal dari feses, yang kemungkinan mengontaminasi tanah dan air. Efek minum air mentah yang terkontaminasi bakteri ini dapat menyebabkan diare, mual, kram perut, dan bahkan berpotensi kematian.

  • Salmonella

Bakteri salmonella dapat masuk ke tubuh manusia melalui air dan makanan. Apabila memasuki tubuh, salmonella dapat menimbulkan gejala, seperti diare berdarah, demam, dan kram perut. Gejala biasanya mulai 6 jam sampai 6 hari setelah terinfeksi.

  • Escherichia coli

Meskipun membantu mencerna makanan, namun jenis E. coli tertentu dapat menyebabkan gejala, termasuk diare, sakit perut dan kram, serta demam ringan. Bakteri ni bisa ditemukan dalam tanah, tanaman, dan sistem pencernaan pada manusia dan hewan.

Baca Juga: 10 Fakta Menarik tentang Air Mineral yang Harus Anda Ketahui

Cara Aman Minum Air

Manfaat utama air minum adalah menjaga tubuh tetap sehat dan berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dari mana air yang Anda minum berasal, apa kandungannya, bagaimana air itu didistribusikan, dan apakah aman untuk diminum.

Hal tersebut untuk mencegah penyakit yang disebabkan air yang tidak aman.

1. Merebus air sampai matang

Jika tidak memiliki air kemasan yang aman, Anda harus merebus air keran agar aman untuk diminum. Merebus air adalah cara paling pasti untuk membunuh kuman penyebab penyakit, seperti virus, bakteri, dan parasit.

Anda bisa meningkatkan rasa tawar dari air matang dengan cara berikut:

  • Menuangkan air dari satu wadah ke wadah lain dan kemudian membiarkannya selama beberapa jam.
  • Menambahkan sejumput garam untuk setiap liter air matang.

Berikit ini langkah-langkah merebus air mentah:

Jika airnya keruh, sebaiknya saring terlebih dahulu menggunakan kain bersih, handuk kertas, atau saringan kopi, atau biarkan hingga mengendap. Kemudian, ambil air yang jernih dan ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  • Didihkan air jernih hingga mendidih selama 1 menit.
  • Biarkan air rebusan menjadi dingin.
  • Simpan air matang di dalam wadah bersih yang disanitasi dengan penutup yang rapat.

2. Menggunakan disinfektan

Jika tidak tersedia air kemasan yang aman dan apabila perebusan air tidak memungkinkan, Anda bisa membuat air lebih aman untuk diminum dengan menggunakan disinfektan kimia, seperti pemutih klorin rumah tangga tanpa pewangi, yodium, atau tablet klorin dioksida.

Disinfektan bisa membunuh sebagian besar virus dan bakteri berbahaya atau penyebab penyakit, tetapi sebagian besar disinfektan tidak seefektif merebus untuk membunuh lebih banyak kuman yang resisten, seperti parasit Cryptosporidium dan Giardia.

Tablet klorin dioksida dapat membunuh Cryptosporidium apabila Anda mengikuti petunjuk pabrik dengan benar.

Sekiranya air memiliki bahan kimia berbahaya atau bahan radioaktif di dalamnya, menambahkan desinfektan tidak akan membuatnya bisa diminum.

Baca Juga: Air Demineral vs Air Mineral, Mana yang Lebih Baik?

3. Menggunakan filter air

Ada banyak filter air portabel yang dapat menghilangkan parasit penyebab penyakit seperti Cryptosporidium dan Giardia dari air minum.

Jika memilih filter air portabel, lakukan langkah berikut:

  • Cobalah memilih alat dengna ukuran pori filter yang cukup kecil (ukuran pori absolut 1 mikron atau lebih kecil) untuk menghilangkan parasit, seperti Giardia dan Cryptosporidium. Filter air portabel ini tidak menghilangkan virus, dan sebagian besar filter portabel juga tidak menghilangkan bakteri.
  • Baca dengan cermat dan ikuti petunjuk produsen untuk filter air yang aman.
  • Setelah penyaringan, tambahkan disinfektan seperti yodium, klorin, atau klorin dioksida ke dalam air yang telah disaring untuk membunuh virus dan bakteri.

Itulah efek minum air mentah bagi tubuh dan tips aman mengonsumsinya. Pastikan Anda untuk minum air terbebas dari patogen untuk menghindari efek berbahaya bagi kesehatan.

 

  1. Anonim. 2022. Making Water Safe in an Emergency. https://www.cdc.gov/healthywater/emergency/making-water-safe.html. (Diakses pada 8 Juni 2022)
  2. Anonim. 2022. E-Coli Infection. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16638-e-coli-infection. (Diakses pada 8 Juni 2022)
  3. Nall, Rachel. 2018. Is it safe to drink raw water?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320892. (Diakses pada 8 Juni 2022)
  4. Specktor, Brandon. 2022. Salmonella and Food. https://www.cdc.gov/foodsafety/communication/salmonella-food.html. (Diakses pada 8 Juni 2022)
  5. Young, Bernadette. 2018. What Is ‘Raw’ Water, and Should You Drink It?. https://www.everydayhealth.com/healthy-living/what-raw-water-should-you-drink-it/. (Diakses pada 8 Juni 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi