Terbit: 22 Desember 2021 | Diperbarui: 3 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Air demineral dianggap lebih baik daripada air mineral untuk kesehatan karena kandungan mineral anorganik di dalamnya telah dihilangkan. Namun tubuh manusia juga membutuhkan mineral, sehingga tidak semua orang cocok minum air demineral ini. Cek perbedaan perbedaan air mineral dan demineral di bawah ini!

Air Demineral vs Air Mineral, Mana yang Lebih Baik?

Apa Itu Air Demineral?

Air demineral adalah jenis air murni yang kandungan mineral serta garam di dalamnya telah dihilangkan. Jenis air ini biasanya digunakan di laboratorium atau untuk industri tertentu, seperti kosmetika.

Air demineral diproduksi melalui tiga cara:

1. Deionisasi

Cara ini lebih sesuai untuk menyediakan air demineral dalam jumlah besar, biasanya untuk kebutuhan industri. Dari proses pertukaran ion yang terjadi, sebagian besar mineral di dalam air akan hilang. Namun proses ini tidak menghilangkan virus, bakteri, dan protozoa serta berbagai elemen organik di dalam air.

Proses deionisasi juga dilakukan dalam beberapa tahapan untuk mendapatkan air murni yang berkualitas.

  • Melalui proses pertukaran ion. Pada proses ini ion positif digantikan oleh ion hidrogen dan ion negatif digantikan dengan ion hidroksida.
  • Melalui deionisasi elektrik. Menggunakan arus listrik, ion-ion yang tidak diinginkan dibuang melalui reaksi pada permukaan elektroda.
  • Melalui membran filtrasi. Untuk mendapatkan air demineral yang berkualitas tinggi diperlukan beberapa tingkatan proses demineralisasi. Penggunaan membran filtrasi berguna agar tidak diperlukan zat kimia untuk memproduksi air demineral, serta untuk menghemat penggunaan energi listrik.

2. Distilasi

Proses distilasi telah dikenal sejak lama. Caranya adalah dengan memanaskan air hingga menguap. Uap air tersebut ditampung dan didinginkan hingga kembali menjadi air.

Melalui proses penguapan dan pengembunan ini, mineral, garam, bakteri, dan protozoa yang ada di dalam air akan hilang sehingga air menjadi murni. Distilasi juga dapat menghilangkan berbagai zat kimia di dalam air seperti klorin dan berbagai elemen organik.

3. Reverse Osmosis

Cara ini adalah cara yang paling umum untuk memproduksi air demineral untuk kebutuhan rumah tangga. Sistem penyaringan ini menggunakan proses osmosis alami untuk menghasilkan air yang telah disaring hingga bersih.

Dalam proses osmosis, air mengalir melalui membran polimerik. Proses ini mirip seperti cara tubuh manusia menyerap air atau seperti akar tanaman menyerap air dari dalam tanah.

Reverse osmosis akan mendorong air yang masih mengandung banyak zat terlarut melalui membran polimerik sehingga mengurangi sebagian besar zat terlarut di dalamnya.

Cara ini efektif dalam menghasilkan air yang murni, bebas mineral, garam, klorin, serta zat terlarut lainnya termasuk elemen organik yang menyebabkan air berbau dan memiliki rasa.

Baca Juga: 10 Fakta Menarik tentang Air Mineral yang Harus Anda Ketahui

Perbedaan Air Demineral dan Air Mineral

Jika air demineral mengalami proses untuk menghilangkan mineral serta zat-zat terlarut lainnya, maka air mineral sebaliknya. Air ini berasal dari sumber air kaya mineral, misalnya sumber mata air dari pegunungan. Atau mengalami proses penambahan mineral ke dalamnya di pabrik pengolahan air mineral.

Air mineral mengandung beberapa zat mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti kalsium, kalium,potasium dan fosfor. Air ini juga diklaim dapat membantu menyeimbangkan ion tubuh.

Air putih biasa yang diminum sehari-hari tidak sama dengan air mineral. Air mineral berasal dari sumber khusus atau telah melalui proses khusus sehingga kandungan mineral di dalamnya lebih lengkap daripada air putih biasa.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Air Minum Kemasan yang Sehat dan Aman

Manfaat Air Demineral dan Air Mineral

Contoh air demineral kerap digunakan di laboratorium, industri kosmetik, obat-obatan, bahan campuran racun api, dll. Bagi tubuh, air demineral digunakan untuk menghilangkan keluhan kesehatan.

Mineral yang terkandung di dalam air adalah mineral anorganik yang tidak diperlukan tubuh, sehingga menghilangkan mineral tersebut akan membuat kinerja sel lebih ringan.

Berikut ini manfaat air demineral bagi tubuh:

  • Air demineral akan menyerap mineral anorganik yang tertimbun di dalam tubuh.
  • Air demineral akan melarutkan racun yang tertimbun di dalam tubuh akibat konsumsi makanan dan minuman yang salah, polusi, dll.
  • Air demineral kerap digunakan untuk terapi beberapa penyakit dengan jumlah terbatas.

Sedangkan, air mineral merupakan air minum yang kita kenal selama ini. Manfaatnya antara lain:

  • Menurunkan berat badan dan menjaga kelenturan kulit.
  • Meningkatkan kesehatan tulang dan kinerja otot.
  • Menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat.
  • Menyehatkan pencernaan.
  • Mengurangi risiko penyakit batu ginjal.

Baca Juga: 7 Jenis Air Minum yang Aman untuk Memenuhi Kebutuhan Cairan

Air Demineral dan Air Mineral, Mana yang Lebih Baik?

Dilihat dari manfaatnya, kedua jenis air tersebut bermanfaat bagi tubuh manusia. Konsumsi air demineral dapat menghilangkan zat-zat racun di dalam tubuh. Proses ini akan meningkatkan kinerja organ-organ tubuh.

Namun, air demineral juga melarutkan zat-zat mineral yang dibutuhkan tubuh. Konsumsi air demineral terlalu banyak akan mengakibatkan tubuh mengalami ketidakseimbangan ion. Kekurangan zat mineral dapat menyebabkan osteoporosis, gagal jantung, dan keluhan kesehatan lainnya.

Sementara air mineral juga bermanfaat karena menyumbang mineral dan zat yang tidak bisa diperoleh dari makanan. Beberapa ahli berpendapat bahwa mineral di dalam air adalah anorganik dan tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh.

Namun, konsumsi air mineral cenderung lebih aman karena air ini tidak melarutkan kandungan ion dan zat mineral dari tubuh seperti air demineral.

Jenis air apapun yang dikonsumsi, sama-sama memberikan efek baik untuk tubuh asalkan bersih dan memang air khusus dikonsumsi. Hal yang berbahaya adalah bila air yang dikonsumsi kurang dari jumlah yang dibutuhkan tubuh, yaitu delapan gelas sehari atau mengonsumsi air kotor.

 

  1. LennTech. 2021. Demineralized water FAQ Frequently Asked Questions. https://www.lenntech.com/demi-water-faq. (Diakses pada 18 Desember 2021).
  2. Rayne Water. 2021. What is Demineralized Water? https://www.raynewater.com/blog/what-is-demineralized-water/. (Diakses pada 18 Desember 2021).
  3. US Water System. 2021. What Is Demineralized Water? https://www.uswatersystems.com/what-is-demineralized-water. (Diakses pada 18 Desember 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi