Terbit: 9 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Bukan hanya simbol kejantanan laki-laki, jakun berperan penting bagi tubuh manusia. Fakta-fakta jakun pria di bawah ini mungkin akan memberikan informasi mengejutkan dan penting tentang jakun.

9 Fakta Unik tentang Jakun Pria, Bukan Hanya Simbol Maskulinitas

Fakta Jakun Pria yang Jarang Diketahui!

Jakun atau dalam bahasa inggris  disebut Adam’s apple adalah bagian dari kartilago tiroid, yaitu jaringan ikat yang fleksibel yang berada di atas kelenjar tiroid.

Jakun terlihat menonjol di leher pria dan seringkali diasosiasikan dengan kejantanan dan kemampuan seksual seseorang. Berikut ini fakta unik tentang jakun pria:

1. Melindungi Pita Suara

Laring atau pita suara pria akan tumbuh dan mendorong jakun ke arah luar saat pubertas berlangsung. Laring sendiri berfungsi sebagai alat untuk memproduksi suara dan melindungi saluran napas saat seseorang menelan.

Jakun berfungsi sebagai tulang rawan yang melindungi laring dari ancaman cedera, seperti hantaman atau pukulan dari luar tubuh. Pukulan terhadap jakun sendiri akan terasa luar biasa sakitnya.

2. Jakun Juga Ada pada Wanita

Fakta jakun bukan hanya dimiliki pria, tapi wanita juga memilikinya. Bedanya jakun milik wanita biasanya lebih kecil dari milik pria.

Ada beberapa wanita yang memiliki jakun besar dan menonjol. Jika bagi pria ukuran jakun yang besar membuat mereka lebih percaya diri, maka pada wanita berlaku sebaliknya.

Baca Juga: 10 Cara Merawat Jenggot agar Tetap Rapi dan Sehat

3. Jakun Besar atau Kecil Sama Saja

Besar atau kecilnya jakun ternyata tidak berpengaruh terhadap suara seseorang atau masalah kesehatannya. Yang menentukan besar kecilnya suara adalah ukuran laring atau pita suara. Semakin besar laring, memang akan membuat jakun semakin besar juga.

Jakun yang besar juga tidak selalu menunjukkan kejantanan atau performa seksual seseorang. Belum ada penelitian yang dapat membuktikan hubungan antara tonjolan jakun dan performa seksual. Hanya saja kebanyakan pria lebih percaya diri jika jakun mereka besar karena akan menunjang penampilan.

4. Masalah pada Suara Bisa Disebabkan Oleh Gangguan Pada Jakun

Ukuran laring pria akan membesar saat masa pubertas. Hal inilah yang menjadikan suara pecah pada anak laki-laki yang sedang mengalami masa puber.

Masalah pada suara bisa diakibatkan oleh gangguan pada jakun dan laring. Misalnya, terjadi pembengkakan atau radang (laringitis), faringitis (radang tenggorokan), kanker laring, dan kanker tiroid.

5. Hubungannya dengan Tingkat Testosteron

Besar kecilnya jakun ada hubungannya dengan tingkat testosterone. Termasuk pada wanita, jakun yang besar dan menonjol dapat mengindikasikan ketidakseimbangan hormon.

Hal inilah yang seringkali dijadikan landasan untuk mengaitkan ukuran jakun dengan performa seksual. Faktanya, tingkat testosterone yang tinggi bukan satu-satunya alasan seseorang memiliki performa seksual yang tinggi pula.

6. Sangat Penting dalam Kondisi Darurat Pernapasan

Saat seseorang mengalami darurat pernapasan, dokter akan memasukkan selang untuk membantu pernapasannya melalui hidung atau mulut. Seringkali dalam kondisi darurat, hidung atau mulut pasien tidak bisa dimasuki selang.

Dalam hal ini dokter akan membuat semacam potongan atau lubang di tenggorokan. Prosedur ini disebut cricothyroidotomy. Dari lubang tersebut akan diselipkan alat bantu pernapasan yang disebut tracheostomy.

Lokasi untuk memasukkan alat bantu pernapasan ini adalah di antara jakun dan cricoid cartilage. Inilah salah satu fungsi penting jakun pria dalam kesehatan.

7. Dapat Dihilangkan dengan Operasi Plastik Namun Tidak Bisa Dikecilkan

Ternyata jakun dapat dihilangkan melalui operasi plastik. Hal ini dapat dilakukan pada wanita yang tidak percaya diri karena memiliki jakun yang besar. Namun, ukuran jakun tidak bisa dikecilkan.

Melalui prosedur tracheal shaving, dokter akan menghilangkan jakun untuk tampilan yang lebih feminin. Jika dilakukan secara hati-hati, prosedur ini tidak akan mengubah suara seseorang, namun tetap ada risiko laring atau suara pasien akan terganggu selama proses pemulihan.

Risiko lain adalah laring akan kehilangan pelindung utamanya bila Anda menghilangkan jakun. Ada risiko Anda jadi tidak bisa berteriak kencang lagi.

Baca Juga: 10 Perawatan Wajah Pria Supaya Ganteng Maksimal!

8. Sakit pada Jakun Dapat Mengindikasikan Penyakit Tertentu

Rasa sakit, luka, atau pembengkakan pada jakun dapat mengindikasikan masalah serius, misalnya gejala kanker. Gejala lainnya yang mengikuti biasanya adalah batuk yang tidak berhenti, kesulitan bernapas, napas bau, serta sakit telinga yang berkelanjutan.

Sakit pada leher dan tenggorokan juga bisa menjadi gejala kanker tiroid. Namun biasanya diiringi oleh kesulitan menelan. Jika seseorang mengalami sakit terus menerus pada jakunnya, sebaiknya segera hubungi dokter.

Namun, jangan langsung khawatir jika mengalami kesulitan menelan atau sakit tenggorokan selama beberapa hari karena gejala ini bisa jadi adalah bawaan dari demam atau batuk biasa.

9. Hewan Juga Memiliki Jakun

Fakta unik tentang jakun lainnya adalah ternyata bukan hanya manusia, hewan juga memiliki jakun. Pada kelelawar, jakun berfungsi penting dalam proses ekolokasi yang mereka lakukan. Jakun adalah alat untuk memproduksi suara ultrasonik.

Kondisi jakun yang bisa turun naik juga digunakan para hewan untuk mengatur timbre dan frekuensi suara mereka. Nada suara yang berbeda-beda digunakan para hewan untuk berkomunikasi atau memikat betina mereka.

Apakah ada diantara fakta tentang jakun di atas yang baru Anda ketahui? Ternyata selain menjadi salah satu identitas anatomi pria, jakun juga memiliki berbagai fungsi penting. Secara medis tidak ada fungsi khusus, namun pada beberapa kondisi jakun bisa berperan penting pada performa suara.

 

  1. Cherney, Kristen. 2018. Everything You Should Know About the Adam’s Apple. https://www.healthline.com/health/adams-apple. (Diakses pada 23-12-2021)
  2. Festa, Ashley. 2021. 5 Surprising Facts About Adam’s Apples. https://www.healthgrades.com/right-care/mens-health/5-surprising-facts-about-adams-apples. (Diakses pada 23-12-2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi