Terbit: 13 February 2022 | Diperbarui: 29 March 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Biasanya kita menguap saat lelah atau mengantuk. Ternyata tidak selalu, loh. Bahkan menguap memiliki arti dan peran yang penting bagi tubuh. Ingin tahu lebih banyak tentang fakta menguap? Simak penjelasannya di bawah ini.

12 Fakta Menguap, Unik Hingga Mengejutkan

Fakta Menguap yang Jarang Diketahui

Menguap adalah proses saat seseorang membuka mulut dan menarik udara dari mulutnya untuk kemudian mengeluarkannya kembali. Ternyata kegiatan ini memiliki fakta yang unik dan mengejutkan.

Berikut ini fakta unik menguap yang tidak diketahui banyak orang:

1. Durasinya tidak pernah lebih dari 10 detik

Menguap ternyata hanya berlangsung antara 4 hingga 10 detik, tidak pernah melebihi waktu tersebut. Dilansir dari beberapa sumber, rata-rata kapan berlangsung selama 6 detik. Selama kamu menguap, detak jantung meningkat.

2. Bayi di dalam kandungan juga menguap

Bayi di dalam kandungan juga menguap, tepatnya sejak berusia 11 minggu. Kemampuan menguap ini merupakan tanda bahwa janin sehat.

Menguap menandakan janin memiliki sistem saraf yang normal. Menurut penelitian Nadja Reissland, psikolog perkembangan di Universitas Durham, Inggris, janin menguap sekitar 7 kali dalam sejam di usia 24 minggu. Namun, kebiasaan ini berhenti saat usianya 36 minggu.

3. Menguap itu menular

Fakta menguap menular benar adanya. Ternyata hal ini disebabkan oleh sikap empati yang dimiliki seseorang.

Menular memiliki hubungan dengan seberapa besar empati seseorang. Namun, menguap tidak bisa menular dari sembarang orang.

Menurut salah satu edisi Huffington Post tahun 2012, seberapa dekat Anda dengan seseorang, semakin mudah pula rasa kantuk dan menguap menular pada Anda.

Menguap menandakan interaksi, keinginan untuk mengenali, serta kemampuan memahami perasaan seseorang.

Baca Juga: 6 Penyakit Ini Bisa Membuat Kita Sering Menguap

4. Tidak selalu menandakan mengantuk

Menguap juga menandakan tubuh kekurangan oksigen, sedang stres atau gugup, bosan, atau kondisi termal tubuh sedang tinggi. Jadi, menguap belum tentu karena mengantuk.

Menguap dapat terjadi lebih sering pada mereka yang mengalami gangguan saraf. Misalnya epilepsi, Parkinson, cerebral palsy, dll.

Beberapa obat-obatan juga dapat memicu seseorang sering menguap. Terutama antidepresan dan estrogen. Penyakit meningitis akut, kegagalan ginjal, liver, dan masalah tiroid juga menyebabkan penderitanya sering menguap untuk menyuplai oksigen ke dalam tubuh.

5. Anak-anak menguap lebih sering dari orang dewasa

Anak-anak ternyata menguap 15-20 kali sehari. Sementara orang dewasa normalnya menguap sekitar 10-15 kali sehari.

Anak-anak sering menguap untuk menyuplai oksigen ke dalam tubuhnya. Mereka juga menguap saat mengantuk, bosan, atau saat terbangun tiba-tiba dari tidur.

6. Menguap mendinginkan otak

Saat menguap, tubuh menerima banyak oksigen dari luar. Ternyata hal itu berguna untuk mendinginkan otak dan merilekskan tubuh.

Otak akan bekerja lebih efisien dan tubuh lebih santai. Otak adalah organ tubuh yang nyaris selalu bekerja dan hal itu membuatnya panas serta lelah.

Saat otak mulai lelah, tubuh bereaksi dengan memberikannya banyak oksigen. Salah satunya adalah dengan menguap. Itu sebabnya saat lelah belajar atau bekerja, seseorang akan menguap beberapa kali.

7. Bermanfaat bagi tubuh

Ketika menguap, tubuh melepaskan sejumlah zat seperti hormon dopamin, oksitosin, asam amino, dan serotonin. Hal ini akan meredakan stres dan menjadikan tubuh lebih waspada.

Setelah menguap, seseorang akan merasa lebih segar dan detak jantung menurun. Itulah fakta unik menguap!

8. Hewan juga menguap

Ya, kita tentu sering melihat kucing atau anjing menguap. Uniknya, manusia juga bisa membuat hewan menguap.

Semakin dekat seseorang dengan hewan peliharaannya, makin mudah hewan tersebut ikut menguap bersamanya.

Baca Juga: Mengantuk tapi Tidak Bisa Tidur, Ini Penyebab dan Solusinya

9. Menguap terlalu keras dapat mematikan

Apakah menguap lebar-lebar sampai bersuara terasa menyenangkan? Tunggu dulu.

Hati-hatilah karena menguap terlalu lebar dapat menyebabkan sendi di rahang mengalami dislokasi. Menguap terlalu keras juga dapat melubangi paru-paru dan menyebabkan kematian.

10. Wanita lebih sering menguap daripada pria

Studi yang dipublikasikan di Royal Society Open Science tahun 2016 mengungkapkan hal tersebut. Wanita lebih banyak tertular kuap orang lain (54%) daripada pria (41%).

Hal ini dijelaskan karena wanita memiliki empati yang lebih besar dan lebih sering menggunakan perasaannya.

11. Telinga akan tuli sementara saat menguap

Pernah merasakannya? Jangan khawatir, hal ini wajar karena menguap mengaktifkan otot timpani.

Timpani adalah sejenis otot yang berada di dalam telinga. Fungsinya meredam suara yang terlalu keras agar tidak menyakiti telinga.

12. Penyandang autisme dan psikopat tidak tertular kuap orang lain

Penyandang autisme hidup di dalam dunianya sendiri karena ketidakmampuan mereka bersosialisasi dengan lingkungan. Hal itu menyebabkan mereka kesulitan berempati pada orang lain.

Fakta menguap ini terungkap dalam penelitian  yang dilakukan Society for Research in Child Development pada tahun 2010.

Sementara seorang psikopat tidak memiliki rasa kasihan, kasih sayang, serta empati pada orang atau makhluk lain. Karenanya, mereka juga tidak ikut menguap saat orang di sekitarnya melakukannya. Selain penyandang autisme dan psikopat, penyandang skizofrenia juga tidak tertular kuap atau bereaksi terhadap mimik menguap orang lain.

Baca Juga: 8 Cara ‘Melek’ Hingga Tengah Malam Tanpa Merasa Mengantuk

Dari fakta-fakta unik menguap di atas terungkap bahwa aktivitas ini memiliki arti penting bagi tubuh. Selain berhubungan dengan kesehatan, menguap juga menandakan kemampuan empati dan sosialisasi seseorang.

 

  1. Alkhatib, Ala’a. 2018. Interesting Facts About Yawning You Did not Know Before! https://company.cura.healthcare/en/interesting-facts-about-yawning-you-did-not-know-before/. (Diakses pada 6 Februari 2022).
  2. Molecule. 2022. 9 FAST FACTS ABOUT YAWNING. https://www.onmolecule.com/blogs/sleep-lab-blog/10-fast-facts-about-yawning. (Diakses pada 6 Februari 2022).
  3. Shelton, Jacob. 2019. Interesting Facts You Didn’t Know About Yawning. https://www.ranker.com/list/facts-about-yawning/jacob-shelton. (Diakses pada 6 Februari 2022).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi