Terbit: 22 Januari 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Mengantuk adalah salah satu respons alami tubuh saat seseorang kelelahan. Namun, tubuh yang lelah tidak selalu membuat kantuk. Hal ini membuat beberapa orang mengalami mata mengantuk tapi tidak bisa tidur.  Apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Mengantuk tapi Tidak Bisa Tidur, Ini Penyebab dan Solusinya

Penyebab Mata Mengantuk tapi Tidak Bisa Tidur

Jika Anda lelah tetapi sulit untuk tidur di waktu malam, hal itu bisa menjadi tanda delayed sleep-wake phase sleep disorder atau kombinasi dari berbagai hal.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda mungkin terus-menerus mengantuk tapi tidak bisa tidur, terutama di siang hari:

1. Tidur Siang

Tidur siang pada dasarnya bukanlah sesuatu yang buruk. Namun, strategi tidur siang yang salah dapat membuat Anda tetap terjaga ketika waktu malam tiba.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tidur siang yang lama dan tidur di sore hari dapat menyebabkan Anda membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tertidur di malam hari.

2. Kecemasan

Pikiran yang terus berpacu dapat menyebabkan tidur Anda tidak tenang. Hal itulah yang membuat gangguan tidur menjadi gejala untuk beberapa gangguan kecemasan. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa 24 hingga 36 persen orang  dengan insomnia memiliki kondisi ini.

Kecemasan juga menyebabkan peningkatan gairah dan kewaspadaan, keadaan yang dapat menunda tidur lebih jauh.

3. Depresi

Menurut sebuah studi, 90 persen orang yang didiagnosis dengan depresi mengeluh tentang kualitas tidurnya. Insomnia, narkolepsi, gangguan pernapasan saat tidur, dan sindrom kaki gelisah adalah berbagai kondisi yang umum dilaporkan.

Hubungan antara masalah tidur dan depresi memang kompleks, namun hal ini mungkin terkait dengan terganggunya ritme sirkadian. Peradangan, perubahan zat kimia otak, faktor genetik, dan hal-hal lainnya dapat memengaruhi hubungan depresi dan tidur.

Baca Juga: 10 Tips untuk Mendapatkan Tidur yang Berkualitas dan Nyenyak

4. Kafein

Bagi Anda yang memiliki masalah tidur, mungkin sudah waktunya untuk mempertimbangkan kembali mengonsumsi latte atau minuman energi di sore hari. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein sebelum jam tidur dapat menyebabkan gangguan tidur.

5. Screen Time

Cahaya biru yang dipancarkan dari ponsel, tablet, laptop, dan layar TV menekan produksi melatonin di malam hari dan mengurangi rasa kantuk. Berhentilah menggunakan perangkat elektronik 2 jam sebelum tidur.

6. Gangguan Tidur Lainnya

Delayed sleep-wake phase sleep disorder bukan satu-satunya gangguan yang bisa membuat mata mengantuk tapi tidak bisa tidur. Sleep apnea dan sindrom kaki gelisah dapat melakukan hal yang sama. Kedua kondisi ini dapat dapat mengganggu tidur malam, yang kemudian menyebabkan kantuk di siang hari.

7. Pola Makan

Hubungan antara diet dan tidur belum sepenuhnya diketahui dengan pasti. Namun, sebuah penelitian mengungkapkan, asupan kalori dari protein dengan jumlah lemak jenuh atau karbohidrat yang sama meningkatkan risiko kantuk di siang hari.

Di sisi lain, mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh, protein, atau karbohidrat mengurangi risiko kantuk berlebihan di siang hari. Kesimpulannya, bahwa perubahan pola makan dapat membantu orang dengan gangguan tidur.

Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan apakah ada satu pola makan yang meningkatkan atau mengganggu tidur malam hari dan energi siang hari.

Baca Juga: 12 Bahaya Begadang bagi Kesehatan, Jangan Sepelekan!

Cara Mengatasi Mata Mengantuk tapi Tidak Bisa Tidur

Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu tidur lebih cepat, di antaranya:

1. Mengatasi Rasa Khawatir di Siang Hari

Cobalah untuk meluangkan waktu sekitar 15 menit untuk mengatasi masalah yang Anda hadapi setiap hari, hal ini diperlukan agar masalah tersebut tidak mengganggu pikiran jelang waktu tidur.

Jika stresor tertentu berpotensi mengganggu waktu istirahat namun Anda sudah mengatasinya di waktu siang, hal ini dapat membantu menghilangkan perasaan khawatir di malam hari.

2. Jangan Mencoba untuk Tidur kecuali Anda Mengantuk

Beranjak ke tempat tidur saat Anda belum merasa siap untuk tidur justru membuat tubuh menjadi terjaga. Jika tidur tidak kunjung datang dalam waktu 20 menit, bangun kembali dari tempat tidur dan coba aktivitas santai lagi sampai Anda cukup mengantuk untuk mencobanya lagi.

3. Mandi Air Hangat

Melangkah dari air hangat menuju kamar tidur yang sudah didinginkan sebelumnya akan menyebabkan suhu tubuh Anda sedikit turun. Perubahan suhu ini memicu perasaan mengantuk dengan memperlambat aktivitas metabolisme tubuh.

4. Visualisasikan diri Anda Tertidur

Bayangkan diri Anda tertidur lelap saat berlatih pernapasan dalam dan relaksasi otot progresif; teknik yang memusatkan perhatian pada suatu aktivitas otot dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan dengan melakukan teknik relaksasi untuk mendapatkan perasaan rileks.

Baca Juga: 10 Bahaya Insomnia bagi Kesehatan (Jangan Diabaikan)

5. Pertimbangkan Suplemen Alami

Valerian, tryptophan, dan melatonin adalah tiga suplemen yang digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur, meski begitu ketiga suplemen tersebut memiliki efektivitas bervariasi.

Penelitian menunjukkan bahwa melatonin dapat membantu Anda tertidur sedikit lebih cepat dan membuat Anda tertidur lebih lama, tetapi hasilnya dapat sangat bervariasi berdasarkan produk yang Anda beli. Konsultasi dengan dokter diperlukan sebelum Anda mengonsumsi suplemen apapun.

Perawatan lain yang bisa Anda coba untuk mengatasi gangguan tidur adalah menggunakan obat herbal. Lelap merupakan obat tradisional yang terbuat dari ekstrak tanaman herbal Valerianae Radix, Myristicae semen, Eleuthroginseng Radix, dan Polygalae Radix untuk membantu meringankan gangguan sulit tidur.

obat insomnia Lelap doktersehat

Lelap dapat dikonsumsi oleh dewasa dan anak usia 12 tahun ke atas. Konsumsi seusai dengan anjuran pakai untuk hasil optimal. Tidur lelap bangun segar!

 

  1. Newcomer, Laura. 2019. 31 Solutions for When You Can’t Sleep. https://greatist.com/health/cant-sleep-advice-and-tips. (Diakses pada 19 Januari 2022).
  2. Risher, Brittany. 2020. Why Am I So Tired, but Can’t Sleep?. https://www.healthline.com/health/healthy-sleep/tired-but-cant-sleep. (Diakses pada 19 Januari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi