Terbit: 29 April 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Darah kental adalah kondisi yang bisa sangat serius dan membutuhkan penanganan sesegera mungkin. Kondisi ini dapat disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu. Apa saja penyebabnya?  Selengkapnya ketahui dalam penjelasan di bawah ini!

Alami Darah Kental? Ini Penyebabnya yang Patut Diwaspadai!

Apa Itu Darah Kental?

Darah kental adalah suatu kondisi yang meningkatkan risiko penggumpalan darah atau pembekuan darah. Penggumpalan darah dalam istilah medis juga disebut hiperkoagulasi atau trombofilia. Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya satu atau lebih faktor, misalnya yang dapat diturunkan atau didapat.

Darah dapat membentuk gumpalan untuk membantu menghentikan pendarahan. Apabila seseorang memiliki hiperkoagulasi, itu berarti darah dapat membentuk gumpalan terlalu mudah. Penggumpalan darah bisa sangat serius dan memerlukan penanganan dengan cepat.

Mengembangkan bekuan darah biasanya adalah hal yang baik, karena ini memastikan bahwa tubuh mampu memperbaiki dan menyembuhkan luka dan cedera. Namun, ketika gumpalan darah berkembang di dalam pembuluh darah, itu menjadi masalah kesehatan.

Masalah kesehatan tersebut termasuk, peningkatan risiko mengembangkan tromboemboli seperti trombosis vena dalam (deep vein thrombosis/DVT) atau emboli paru.

Apa yang Menjadi Penyebab Darah Kental?

Banyak yang menjadi penyebab hiperkoagulasi, ini dapat diturunkan atau dapat mengembangkannya karena kondisi kesehatan seiring waktu. Biasanya, baik genetik dan lingkungan merupakan faktor yang menjadi pemicu.

Beberapa kondisi medis yang menjadi penyebab darah kental, antara lain:

1. Polisitemia vera

Polisitemia vera atau polycythemia vera (PV) adalah kelainan darah yang berasal dari sumsum tulang, pusat lunak tulang tempat di mana sel darah baru berkembang.

Polisitemia vera melibatkan sumsum tulang yang membuat terlalu banyak sel darah merah atau putih dan trombosit, yang mengakibatkan darah menebal.

Para ahli meyakini bahwa polisitemia vera dihasilkan dari perubahan genetik yang terjadi setelah pembuahan. Ini biasanya tidak diwariskan, dengan kata lain perubahan cenderung terjadi secara perlahan selama bertahun-tahun.

2. Lupus, termasuk lupus eritematosus sistemik

Lupus adalah penyakit yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ itu sendiri (penyakit autoimun). Peradangan karena lupus dapat menyerang banyak sistem tubuh yang berbeda, termasuk persendian, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru.

Gejala lupus antara lain ruam, nyeri sendi dan bengkak, demam, dan kelelahan.

Lupus, termasuk lupus eritematosus sistemik atau systemic lupus erythematosus (SLE), adalah penyakit peradangan yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat seolah-olah sebagai penyakit. Kondisi ini dapat menyerang darah dalam banyak cara, termasuk meningkatkan risiko pembekuan.

3. Waldenström macroglobulinemia

Waldenström macroglobulinemia adalah jenis limfoma non-Hodgkin yang langka. Tubuh memproduksi banyak protein antibodi bernama imunoglobulin M. Hal ini bisa menjadi penyebab darah kental, mengakibatkan berbagai gejala.

Gejalanya waldenström macroglobulinemia berbeda pada setiap orang, tetapi gejala yang mungkin terjadi termasuk mimisan, pendarahan di gusi dan retina mata, anemia, kesemutan dan mati rasa di jari tangan dan kaki.

4. Defisiensi protein C dan S, dan antitrombin

Tubuh dapat memproduksi antikoagulan alami, seperti protein C dan S, dan antitrombin. Beberapa orang memiliki sedikit kadar zat ini, yang memicu risiko lebih tinggi dari darah kental. Hal mungkin akibat dari masalah kesehatan yang diturunkan atau berkembang seiring waktu.

Gejala pertama dari masalah ini biasanya adalah gumpalan darah. Dokter mungkin menemukannya selama tes. Apabila gumpalan terbentuk di vena dalam, dokter dapat mendiagnosis deep vein thrombosis (DVT). Jika gumpalan pecah dan berjalan untuk menyumbat pembuluh darah yang memasok darah ke paru-paru, ini disebut emboli paru yang dapat mengancam jiwa.

5. Faktor V Leiden

Faktor iIni hasil dari perubahan genetik yang meningkatkan risiko pembekuan darah, terutama di vena dalam.

Untuk kebanyakan orang, protein yang disebut protein C teraktivasi mengatur aktivitas faktor pembekuan yang disebut faktor V. Pada orang dengan kondisi ini, protein C tidak bisa mengatur aktivitas faktor V, yang menyeabkan darah kental dan risiko pembekuan.

Aktivitas faktor V yang tidak diatur menyebabkan pembekuan yang berlebihan dan darah yang mengental.

6. Mutasi gen protrombin 20210A

Orang dengan tanda genetik ini mempunyai terlalu banyak faktor protein pembekuan darah II, yang juga disebut protrombin. Protrombin adalah salah satu faktor yang memungkinkan darah membeku dengan benar, tetapi terlalu banyak protrombin meningkatkan risiko darah kental.

Pembekuan darah dapat berkembang sepanjang hidup karena faktor lingkungan atau kondisi kesehatan. Faktor yang dapat meningkatkan risiko, termasuk:

  • Merokok.
  • Trauma dan cedera.
  • Perubahan hormonal, misalnya selama kehamilan.
  • Beberapa penyakit, seperti kanker, terutama multiple myeloma.
  • Olahraga, pada orang dengan kondisi darah dan kardiovaskular tertentu.
  • Peradangan, mungkin karena systemic lupus erythematosus (SLE) atau penyakit radang usus
  • Obat hormonal, seperti beberapa bentuk pengendalian kelahiran, terapi penggantian hormon, dan terapi testosteron.

Baca Juga: 7 Tanda Terjadi Penggumpalan Darah di Tubuh, Waspadai!

Makanan Pantangan untuk Darah Kental

Penderita hiperkoagulasi memilih makanan yang akan dikonsumsi, sebab ada makanan yang dapat memperparah kondisi ini. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti makanan pantangan hiperkoagulasi.

Berikut ini makanan yang tidak boleh untuk penderita darah kental:

  • Daging
  • Telur
  • Jeroan
  • Bayam
  • Brokoli
  • Kale

Nah, itulah sejumlah masalah kesehatan yang menjadi penyebab darah kental dan makanan pantangannya yang harus dihindari. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2019. Blood Clotting Disorders (Hypercoagulable States). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16788-blood-clotting-disorders-hypercoagulable-states#symptoms-and-causes (Diakses pada 25 April 2022)
  2. Anonim. 2020. Thrombophilia. https://www.nhs.uk/conditions/thrombophilia/ (Diakses pada 25 April 2022)
  3. Barhum, Lana. 2021. All you need to know about thick blood. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319842 (Diakses pada 25 April 2022)
  4. Valeii, Kathi. 2021. What Is Thick Blood?. https://www.verywellhealth.com/thick-blood-hypercoagulability-5198587#toc-causes (Diakses pada 25 April 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi