Terbit: 28 April 2022 | Diperbarui: 8 August 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Meski tidak ada acuan pasti yang menjelaskan mengenai usia aman bayi untuk melakukan perjalanan dengan sepeda motor, namun beberapa pakar menyarankan bayi yang berusia di bawah 3 bulan tidak disarankan bepergian dengan sepeda motor. Jika kondisinya tidak memungkin, ikuti tips membawa bayi bepergian jauh naik motor berikut ini!

Tips Aman Membawa Bayi Bepergian Jauh Naik Motor

Pertimbangan Sebelum Membawa Bayi Naik Motor

Setiap orang tua pasti menginginkan moda transportasi yang paling nyaman untuk anak ketika akan bepergian. Jika memang harus memakai sepeda motor, sebaiknya pertimbangkan dahulu beberapa hal di bawah ini!

1. Daya Tahan Tubuh Bayi Masih Rentan

Bayi berusia kurang dari satu tahun masih memiliki daya tahan tubuh yang rentan. Sistem kekebalan tubuhnya masih belum sempurna sehingga membuatnya lebih rentan terkena penyakit.

Selain itu, kekuatan leher dan punggungnya juga belum maksimal untuk menempuh perjalanan jauh. Itu sebabnya kebanyakan dokter anak meminta orang tua menunda perjalanan jauh dengan motor hingga bayi berusia satu tahun.

2. Banyak Kuman, Asap, dan Polusi di Perjalanan

Bayi belum bisa dipakaikan masker dengan benar karena wajah mereka yang masih kecil. Sementara debu, asap, polusi, dan kuman yang berterbangan akan masuk ke saluran pernapasan.

Hal ini dapat menyebabkan bayi batuk, sesak napas, pilek, dan demam sehingga cukup rentan bila diajak jalan-jalan jauh terutama pakai motor.

3. Bayi Belum Bisa Dipakaikan Helm

Helm adalah alat keselamatan paling penting dalam mengendarai sepeda motor. Masalahnya, bayi belum bisa dipakaikan helm.

Kalaupun ada helm untuk balita, ukurannya masih kebesaran di kepalanya. Jika terjadi kecelakaan, helm tersebut dapat dengan mudah terlepas sehingga kepala bayi akan terbentur langsung.

Baca Juga: Amankah Ibu Hamil Naik Motor? Cek Syarat, Tips, dan Risikonya

4. Durasi Perjalanan Panjang, Bayi Dapat Kelelahan dan Kurang Cairan

Sering kali durasi perjalanan yang panjang akan membuat bayi merasa kelelahan dan kepanasan. Apalagi jika orang tua tidak beristirahat hingga lebih dari dua jam perjalanan.

Perjalanan yang jauh dan menguras tenaga juga menjadikan bayi mudah haus dan lapar. Jika orang tua abai, bayi bisa kekurangan nutrisi dan cairan selama dalam perjalanan.

5. Menutup Bayi Terlalu Rapat Dapat Menyebabkan Kekurangan Oksigen

Biasanya orang tua menutup bayi rapat-rapat dengan selendang atau selimut untuk mencegah bayi dari paparan debu, polusi, dan angin. Hal ini dapat menyebabkan bayi kepanasan, kekurangan oksigen, dan tidak bisa bernapas dengan nyaman.

Jika kondisinya tidak memungkinkan, sebaiknya pilih moda transportasi lain selain motor. Sebaiknya tidak membawa si Kecil berpergian bila usinya baru beberapa bulan atau menunda perjalanan jarak jauh dengan bayi.

Baca Juga: 5 Bahaya AC untuk Kesehatan Bayi dan Tips Menggunakannya

Tips Membawa Bayi Bepergian Jauh Naik Motor

Jika sepeda motor tetap menjadi pilihan dalam perjalanan sementara si Kecil tidak memungkinkan untuk ditinggal, lakukan tips-tips di bawah ini agar bayi tetap aman dan nyaman dalam perjalanan!

1. Hanya untuk Bayi Berusia di Atas 3 Bulan

Hampir semua dokter anak menyarankan untuk tidak membawa bayi berusia di bawah 3 bulan dalam perjalanan menggunakan sepeda motor. Daya tahan tubuh bayi belum sempurna. Kondisi fisik bayi di bawah 3 bulan masih sangat rentan dan rapuh.

Jika perjalanan memang harus dilakukan, pilihlah moda transportasi roda empat. Jika harus menggunakan sepeda motor, maka bayi tidak diperkenankan ikut. Masih diperbolehkan bila perjalanan dekat saja.

2. Utamakan Keselamatan Bayi

Bayi belum bisa menggunakan helm, maka orang tua harus ekstra hati-hati dalam untuk menjaga si Kecil. Utamakan keselamatannya dengan cara memeluk atau menggendongnya dengan benar selama perjalanan.

Usahakan untuk tidak membawa terlalu banyak barang agar pengemudi dan penumpang dapat duduk dengan nyaman. Pakaikan bayi jaket, topi, dan kaos kaki agar tidak mudah masuk angin.

3. Perhatikan Kondisi Cuaca dan Situasi Perjalanan

Apakah cuaca sedang mendung dan berangin kencang? Apakah terlalu panas menyengat? Suhu di atas 33 derajat Celsius dapat menyebabkan heat stroke pada bayi. Lebih baik tunda perjalanan jika cuaca mendung, berangin kencang, atau terlalu panas.

4. Pertimbangkan Waktu Berangkat dan Durasi Perjalanan

Orang tua pasti tahu seberapa jauh tempat yang akan dituju. Pertimbangkan kecepatan kendaraan, kemungkinan beberapa kali istirahat, serta kondisi di perjalanan seperti macet atau penutupan jalan. Dengan demikian, waktu berangkat dapat ditetapkan dengan lebih tepat dan efisien.

5. Perhatikan Kondisi Fisik Bayi

Bayi harus benar-benar sehat sebelum perjalanan. Jika bayi terlihat lemas, suhu tubuhnya di atas normal, batuk, pilek, dan rewel terus-menerus, lebih baik tunda perjalanan atau jangan membawa bayi.

6. Beristirahat Setiap Dua Jam Sekali

Bayi jauh lebih cepat lelah dibandingkan orang dewasa. Paling tidak setiap satu atau dua jam sekali, beristirahatlah.

Turunlah dari motor dan cari tempat yang nyaman dan adem agar bayi bisa berbaring bebas tanpa halangan. Pijat ringan tubuh bayi dengan minyak esensial atau baby oil agar tidak terlalu pegal dan kesemutan. Ganti baju bayi ketika terasa lembap agar tidak masuk angin.

Baca Juga: 6 Cara agar Tidak Mudah Tertular Penyakit Saat Mudik

7. Bawa Makanan, Mainan, dan Obat-obatan

Orang tua harus bawa perlengkapan bayi seperti baju ganti, makanan, susu, air putih, mainan, popok, dan obat-obatan bayi untuk bekal perjalanan.

Makanan dapat diberikan pada bayi saat beristirahat di tengah perjalanan. Mainan dapat mengalihkan perhatiannya agar tidak rewel dan bosan. Sementara obat-obatan untuk mengantisipasi jika bayi sakit dalam perjalanan.

Selain itu, gunakan baby bike seat jika memungkinkan atau baby carrier agar bayi aman dalam gendongan.

8. Sebaiknya Memakai Motor Matic

Memang tidak harus, tetapi memakai motor matic dinilai lebih nyaman untuk bepergian jauh sambil membawa bayi atau anak-anak. Barang-barang dapat diletakkan di depan sehingga bayi tidak terjepit di gendongan ibu. Motor matik dapat membuat perjalanan menjadi lebih mulus.

Pada akhirnya, bayi memang belum disarankan untuk dibawa dalam perjalanan jauh menggunakan sepeda motor.

Adapun jika ingin membawa dalam jarak dekat, tetap harus memperhatikan kondisi kesehatannya, kondisi cuaca, serta perlengkapannya. Gunakan pakaian yang layak (penutup kepala, sarung tangan, pakaian lengkap dengan jaket, kaus kaki dan sepatu.

 

  1. 2017. How to Bike as a Family. https://www.babylist.com/hello-baby/how-to-bike-as-a-family. (Diakses tanggal 14 Desember 2021).
  2. Motor Gear Expert. 2020. Can you put a car seat on a motorcycle? https://motorgearexpert.com/can-you-put-a-car-seat-on-a-motorcycle/. (Diakses tanggal 14 Desember 2021).
  3. Motorcycle Cruiser. 2009. Riding Motorcycles with Child Passengers. https://www.motorcyclecruiser.com/riding-motorcycles-with-child-passengers/. (Diakses tanggal 14 Desember 2021).
  4. PSB Law. 2018. What Age Can a Child Ride on the Back of Motorcycle? https://www.psblaw.com/2018/10/what-age-can-child-ride-on-back-of-motorcycle/. (Diakses tanggal 14 Desember 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi