Terbit: 20 July 2022
Ditulis oleh: Wulan Anugrah | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Peningkatan kadar kolesterol bisa terjadi saat sedang hamil. Meski begitu, tingginya kadar kolesterol pada Bumil sering kali tidak menunjukkan gejala khusus. Lantas, jika kadar kolesterol dalam tubuh meningkat, apakah konsumsi obat kolesterol untuk ibu hamil aman? Temukan jawabannya melalui ulasan berikut!

Amankah Penggunaan Obat Kolesterol untuk Ibu Hamil?

Bolehkah Ibu Hamil Minum Obat Kolesterol?

Jika kadar kolesterol tinggi, pembuluh darah dapat terhambat sehingga Anda berisiko terkena serangan jantung atau stroke. Oleh karena itu, pengobatan sebaiknya segera dilakukan jika jumlah kolesterol sudah terlampau tinggi.

Lantas, bagaimana jika ibu hamil mengalami kenaikan kolesterol? Apakah kondisi ini harus segera diatasi dengan penggunaan obat kolesterol?

Sebelumnya, Anda harus mengetahui jika obat antikolesterol yang paling sering digunakan adalah obat golongan statin, seperti simvastatin dan atorvastatin. 

Terkait penggunaan obat ini untuk ibu hamil, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sudah meminta agar statin tidak lagi menjadi kontraindikasi pada kehamilan. Meski begitu, FDA juga merekomendasikan untuk menghentikan penggunaan statin ketika hamil karena berisiko menyebabkan bayi lahir cacat.

Saat ini terdapat beberapa penelitian yang menyatakan bahwa penggunaan obat statin mungkin saja aman untuk ibu hamil. Namun, karena penelitiannya masih terbatas, maka dokter umumnya menganjurkan untuk sebisa mungkin tidak menggunakan obat ini pada ibu hamil kecuali jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Melansir UT Southwestern, penggunaan statin pada trimester pertama kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran.

Obat statin sebaiknya harus dihentikan setidaknya tiga bulan sebelum kehamilan. Dokter biasanya akan merekomendasikan Bumil untuk menjauhi statin selama kehamilan (40 minggu) atau ketika Anda berencana untuk menyusui.

Obat kolesterol untuk ibu hamil bisa masuk ke dalam tubuh janin melalui plasenta ibu. Inilah yang dapat memungkinkan munculnya dampak buruk pada janin yang sedang berkembang di dalam kandungan.

Baca JugaAmankah Hati Ayam untuk Ibu Hamil? Cek Faktanya

Kenaikan Kolesterol saat Hamil Termasuk Normal

Menurut National Library of Medicine, jumlah kolesterol normal pada orang dewasa adalah kurang dari 200 mg/dL. Kolesterol tergolong tinggi jika jumlahnya 200-239 mg/dL. Namun, obat antikolesterol biasanya baru akan direkomendasikan jika kadar kolesterol sudah di atas 240 mg/dL.

Penting Anda ketahui, kenaikan kolesterol selama hamil normal terjadi sehingga kebanyakan kasus tidak membutuhkan terapi khusus. Setelah 6 minggu pasca-melahirkan, kadar kolesterol tubuh akan kembali normal. Jadi, obat kolesterol untuk ibu hamil sebenarnya tidak dianjurkan.

Saat kehamilan, kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) atau yang kerap kali disebut sebagai kolesterol jahat akan meningkat. Namun, kenaikan LDL tersebut dibarengi dengan kenaikan HDL (high-density lipoprotein) alias kolesterol baik.

Nah, adanya HDL yang meningkat tersebut akan membantu membuang kolesterol jahat. Selain itu, kadar HDL akan meningkat sampai mencapai angka 65 di akhir kehamilan. Sebagai catatan, tingkat kolesterol HDL di atas 60 dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

Selain itu, kolesterol juga dibutuhkan ibu hamil untuk mendukung perkembangan otak bayi. Kolesterol akan memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Keduanya merupakan hormon penting untuk mendukung kehamilan dan perkembangan janin.

Baca Juga11 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi, dari yang Alami hingga Medis

Cara Aman Menurunkan Kolesterol untuk Ibu Hamil

Daripada menggunakan obat kolesterol, bumil bisa mencoba cara aman untuk mengembalikan kadar kolesterol menjadi normal.

Jika kolesterol naik saat hamil, langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengurangi asupan lemak jenuh.

Lakukan diet sehat dan perubahan gaya hidup menjadi lebih baik. Hal ini sudah lebih dari cukup untuk membantu mengatasi kolesterol tinggi pada ibu hamil.

Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk membatasi makanan olahan dan daging merah. Sementara itu, Anda harus menambah asupan buah, sayur, daging tanpa kemak, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Jangan lupa imbangi dengan olahraga secara rutin guna membantu mengontrol kadar kolesterol di dalam tubuh.

Kini Anda sudah mengetahui jika penggunaan obat kolesterol untuk ibu hamil sebaiknya tidak dilakukan. Pasalnya, hal ini bisa berdampak negatif terhadap bayi dalam kandungan.

Daripada obat, sebaiknya Bumil mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Dengan demikian, kolesterol tinggi bisa diatasi.

Pada akhirnya, Bumil harus selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan jika memiliki kadar kolesterol yang tinggi agar dokter dapat memberikan anjuran penanganan yang sesuai. Semoga bermanfaat!

 

  1. Anonim. 2022. What is High Cholesterol? https://www.nhs.uk/conditions/high-cholesterol/#. (Diakses pada 19 Juli 2022).
  2. Grey, Heather. 2021. Everything You Need to Know About High Cholesterol. https://www.healthline.com/health/high-cholesterol. (Diakses pada 19 Juli 2022).
  3. Krans, Brian. 2022. Can I Use Statins While I’m Pregnant? https://www.healthline.com/health/pregnancy/statins-while-pregnant#. (Diakses pada 19 Juli 2022).
  4. Morgan, Jamie. 2021. Pregnancy, Statins, and High Cholesterol: What Women Need to Know. https://utswmed.org/medblog/statins-pregnancy-familial-hypocholesteremia/. (Diakses pada 19 Juli 2022).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi