Terbit: 13 July 2022 | Diperbarui: 23 September 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Bagi Anda yang saat ini jumlah kadar kolesterolnya mencapai 240 mg/dL atau lebih, berarti tingkat kolesterol Anda masuk kategori tinggi. Guna mengurangi risiko munculnya berbagai penyakit, mengetahui berbagai cara menurunkan kolesterol adalah sesuatu yang penting. Lantas, bagaimana cara menurunkan kadar kolesterol yang tinggi? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

11 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi, dari yang Alami hingga Medis

Kaitan Antara Kolesterol dan Kesehatan

Kolesterol dibuat di hati dan memiliki banyak fungsi penting. Sebagai contoh, kolesterol membantu menjaga dinding sel fleksibel dan diperlukan untuk membuat beberapa hormon.

Berbagai jenis lipoprotein memiliki efek berbeda pada kesehatan. Sebagai contoh, tingginya kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) menghasilkan deposit kolesterol di dinding pembuluh darah, yang dapat menyebabkan penyumbatan arteri, stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal.

Sebaliknya, meningkatnya kadar kolesterol high-density lipoprotein (HDL) membantu membawa kolesterol menjauh dari dinding pembuluh darah dan membantu mencegah beberapa penyakit

Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi Pada Tubuh

Sebelum menjelaskan mengenai cara menurunkan kolesterol, perlu Anda ketahui bahwa berkebalikan dengan LDL, high-density lipoprotein (HDL)  justru memberikan dampak yang baik pada tubuh.

HDL akan mengurangi LDL dalam tubuh, sehingga efek samping pada pembuluh darah tidak akan terjadi. Menurunkan kadar kolesterol di tubuh sebenarnya susah-susah gampang.

Jika Anda konsisten melakukannya, kemungkinan penyakit ini tidak kambuh lagi. Sedangkan jika Anda sering melanggar pantangan, kemungkinan kambuh lagi akan besar.

Berikut ini beberapa cara menurunkan kolesterol yang tinggi, di antaranya:

1. Olahraga Rutin

Melakukan olahraga secara rutin bisa meningkatkan kesehatan secara menyeluruh khususnya yang berhubungan dengan jantung. Dengan olahraga, kemungkinan terjadi kenaikan lemak di dalam tubuh akan rendah. Efeknya, kondisi obesitas tidak akan terjadi sehingga peluang terjadi kenaikan kolesterol di dalam darah juga rendah.

Aktivitas fisik yang moderat dapat membantu meningkatkan kolesterol HDL, seperti olahraga 30 menit lima kali seminggu atau aktivitas aerobik yang kuat selama 20 menit tiga kali seminggu.

2. Hindari Makanan Berlemak

Lemak jenuh, terutama ditemukan dalam daging merah dan produk susu penuh lemak, bisa meningkatkan kolesterol total dalam tubuh. Mengurangi konsumsi lemak dapat menurunkan kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dalam tubuh.

3. Menurunkan Berat Badan

Perlu Anda ketahui, diet bisa memengaruhi cara tubuh menyerap dan memproduksi kolesterol. Sebuah studi mengungkapkan, penurunan berat badan meningkatkan penyerapan kolesterol dari makanan dan menurunkan pembentukan kolesterol baru dalam tubuh, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung.

Menambahkan aktivitas fisik, bahkan dalam interval pendek beberapa kali sehari dapat membantu menurunkan berat badan. Agar tetap termotivasi melakukan olahraga, pertimbangkan mencari teman untuk bergabung dengan grup olahraga.

4. Berhenti Merokok

Cara menurunkan kolesterol berikutnya yang paling mudah adalah dengan berhenti merokok. Dengan berhenti merokok, hal itu akan meningkatkan kadar kolesterol HDL Anda. Manfaat yang dirasakan tubuh bisa terjadi dengan cepat, seperti:

  • Dalam 20 menit setelah berhenti merokok, tekanan darah dan detak jantung Anda pulih dari lonjakan yang disebabkan oleh rokok.
  • Dalam waktu tiga bulan setelah berhenti merokok, sirkulasi darah dan fungsi paru-paru mulai membaik.
  • Dalam satu tahun setelah berhenti merokok, risiko penyakit jantung adalah setengah dari perokok.

5. Mengonsumsi Serat Larut

Serat larut adalah sekelompok senyawa yang tidak dapat dicerna oleh sistem pencernaan manusia. Namun, bakteri baik yang hidup di usus dapat mencerna serat larut. Bahkan, bakteri baik membutuhkannya untuk mengembangkan dirinya. Bakteri baik yang disebut juga probiotik ini mengurangi dua jenis lipoprotein yaitu LDL dan VLDL.

Sebuah penelitian mengungkapkan, mengonsumsi 3 gram suplemen serat larut setiap hari selama 12 minggu bisa menurunkan LDL sebesar 18%. Studi lain mengungkapkan, menambahkan serat larut dari pektin bisa mengurangi LDL sebesar 4% dan serat dari psyllium bisa mengurangi LDL sebesar 6%.

Sebuah tinjauan besar dari beberapa studi menemukan asupan serat tinggi baik serat larut maupun tidak larut mengurangi risiko kematian hingga hampir 15%. Beberapa sumber serat larut terbaik termasuk kacang polong, lentil, buah, gandum, dan biji-bijian utuh. Suplemen serat seperti psyllium juga merupakan sumber yang aman dan murah.

6. Konsumsi Omega-3

Lemak tak jenuh ganda memiliki banyak ikatan rangkap yang membuatnya berperilaku berbeda di tubuh dibandingkan lemak jenuh. Penelitian menunjukkan bahwa lemak tak jenuh ganda mengurangi kolesterol LDL dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Studi lain mengungkapkan, mengganti lemak jenuh makanan dengan lemak tak jenuh ganda, menyediakan sekitar 15% dari total kalori. Selain itu, risiko terkena penyakit arteri koroner turun hampir 20%.

Kandungan lemak tak jenuh ganda ditemukan di asam lemak omega-3 dalam suplemen makanan laut atau minyak ikan. Lemak omega-3 ditemukan dalam jumlah tinggi pada ikan berlemak seperti salmon, makarel, herring dan tuna.

Baca Juga: 8 Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi yang Harus Diwaspadai

Obat-obatan untuk Menurunkan Kolesterol

Bagi sebagian orang, mengubah gaya hidup saja tidak cukup menurunkan kolesterol, sehingga konsumsi obat mungkin diperlukan. Terdapat beberapa jenis obat penurun kolesterol yang tersedia. Berbagai obat juga bekerja dengan cara yang berbeda dan dapat memiliki efek samping yang berbeda.

Selalu konsultasikan dengan dokter tentang obat mana yang tepat, berikut adalah beberapa obat yang bisa digunakan, antara lain:

7. Statin

Kelas obat ini juga dikenal sebagai HMG CoA reductase inhibitors, bekerja di hati untuk mencegah pembentukan kolesterol. Obat ini mengurangi jumlah kolesterol yang beredar dalam darah. Statin paling efektif dalam menurunkan kolesterol LDL dan membantu menurunkan menurunkan trigliserida (lemak darah), serta meningkatkan kolesterol HDL.

Konsultasi dengan dokter tentang kemungkinan efek samping sebelum memulai statin. Sebagian besar efek samping ringan dan hilang saat tubuh Anda menyesuaikan diri. Masalah otot dan kelainan hati jarang terjadi, tetapi dokter dapat melakukan tes fungsi hati secara teratur.

Jika statin tidak cukup membantu atau jika Anda mengalami efek samping, dokter dapat merekomendasikan obat yang berbeda. Penting untuk diketahui, orang yang sedang hamil atau yang memiliki penyakit hati aktif atau kronis tidak boleh mengonsumsi statin.

8. PCSK9 Inhibitors

PCSK9 inhibitors berfungsi mengikat dan menonaktifkan protein dalam hati untuk menurunkan kolesterol LDL. Cara menurunkan kolesterol tinggi ini bisa juga diberikan dalam kombinasi dengan statin.

9. Selective Cholesterol Absorption Inhibitors

Kelas obat penurun kolesterol yang relatif baru ini bekerja dengan cara mencegah kolesterol terserap di usus. Obat ini paling efektif dalam menurunkan kolesterol LDL, menurunkan trigliserida, dan meningkatkan kolesterol HDL.

10. Resins

Cara menurunkan kolesterol dengan obat lainnya adalah menggunakan resins. Obat penurun kolesterol LDL ini juga dikenal sebagai bile acid sequestrants atau obat pengikat asam empedu—yang bekerja di usus dengan meningkatkan pembuangan kolesterol.

Tubuh Anda menggunakan kolesterol untuk membuat empedu, asam yang digunakan dalam proses pencernaan. Obat ini mengikat ke empedu, sehingga tidak dapat digunakan selama pencernaan.

Kondisi ini membuat hati merespons dengan membuat lebih banyak empedu. Semakin banyak empedu yang dihasilkan hati, semakin banyak kolesterol yang digunakannya. Itu berarti lebih sedikit kolesterol yang tersisa untuk beredar melalui aliran darah.

11. Niacin

Niacin atau yang dikenal sebagai vitamin B6 adalah asam nikotinat, dapat ditemukan dalam makanan akan tetapi juga tersedia dengan resep dokter. Niacin dapat digunakan sebagai cara menurunkan kolesterol dan meningkatkan kolesterol HDL.

Contoh obat tersebut adalah Niaspan dan Nicoar. Efek samping yang mungkin terjadi adalah kemerahan, gatal, kesemutan, dan sakit kepala.

Nah, itulah beberapa cara menurunkan kolesterol yang bisa Anda coba.

Baca Juga: 10 Minuman Penurun Kolesterol Jahat dalam Darah

Faktor Risiko Kenaikan Kolesterol Dalam Tubuh

Naiknya kolesterol jahat atau LDL pada tubuh juga dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko. Faktor ini ada yang bisa dikontrol dan ada juga yang tidak bisa dikontrol. Jika penjelasan di atas sudah membahas cara menurunkan kolesterol yang tinggi, berikut beberapa faktor risiko kenaikan kolesterol dalam tubuh:

  • Faktor yang Tidak Bisa Dikontrol

Faktor yang tidak bisa dikontrol ini terdiri dari gender, usia, dan riwayat keluarga. Wanita lebih rentan terkena peningkatan LDL dibanding pria saat mengalami menopause. Hal ini meningkatkan peluang terjadinya gangguan pada tubuh seperti penyakit jantung.

Usia dari seseorang yang berada di angka 45-55 tahun juga berisiko sebabkan kenaikan LDL di dalam darah. Sementara jika ada anggota keluarga yang pernah mengalaminya, kemungkinan Anda mengalami kolesterol tinggi dan gangguan jantung.

  • Faktor yang Bisa Dikontrol

Faktor yang bisa dikontrol dari kondisi kenaikan kolesterol jahat pada tubuh adalah pola makan dan gaya hidup. Kalau seseorang menghindari makanan berminyak dan bersantan maka kolesterol tinggi bisa dicegah. Sementara, berat badan berlebihan dan juga pasif dalam aktivitas akan meningkatkan risiko kolesterol.

 

  1. Anonim. Cholesterol Medications. https://www.heart.org/en/health-topics/cholesterol/prevention-and-treatment-of-high-cholesterol-hyperlipidemia/cholesterol-medications. (Diakses pada 26 November 2019).
  2. Anonim. Top 5 lifestyle changes to improve your cholesterol. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/in-depth/reduce-cholesterol/art-20045935. (Diakses pada 26 November 2019).
  3. Anonim. Which Medicines Lower “Bad” (LDL) Cholesterol?. https://www.webmd.com/cholesterol-management/guide/cholesterol-lowering-medication. (Diakses pada 26 November 2019).
  4. Thorpe, Matthew. 2017. 10 Natural Ways to Lower Your Cholesterol Levels. https://www.healthline.com/nutrition/how-to-lower-cholesterol. (Diakses pada 26 November 2019).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi