Terbit: 1 Maret 2018 | Diperbarui: 4 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Saat ada teman kantor Anda baru saja melahirkan, Anda tentu ikut senang atas anugerah yang diterimanya. Namun Anda mungkin lupa jika peran barunya sebagai ibu akan banyak mengubah hidupnya. Kadang saat menjenguk ibu dan bayinya, Anda tidak sengaja mengucapkan kalimat yang membuat si ibu baru tidak enak hati. Untuk mencegah hal tersebut, hindari mengucapkan beberapa kalimat ini untuk menjaga suasana hatinya.

5 Hal yang Sebaiknya Tidak Anda Katakan pada Ibu Baru

“Pasti kamu seneng deh karena nggak perlu ngantor
Tidak mudah bagi ibu bekerja untuk membagi perhatiannya pada keluarga dan karir. Bagi ibu bekerja yang sedang cuti melahirkan, kalimat tersebut bisa membuatnya berpikir ulang mengenai pilihannya sebagai wanita karir. Hal ini juga seolah menganggap bahwa ibu harus memilih salah satu antara keluarga dan karir. Padahal tidak sedikit ibu bekerja yang memiliki keluarga yang terjaga dan harmonis.

“Kamu beruntung bayimu anteng, gak rewel”
Perilaku bayi memang beragam. Ada bayi yang memang mudah rewel dan ada juga bayi yang cenderung anteng. Anda mungkin mengatakan ini dengan maksud memberinya semangat atau menyenangkan hatinya. Namun kadang bagi ibu baru, menghadapi bayi yang baru lahir tidak pernah mudah dan perlu adaptasi. Komentar seperti ini dapat membuatnya merasa kerja keras dan usahanya memahami si bayi terasa tidak berarti. Untuk situasi ini, Anda dapat mengatakan “Semua perjuanganmu untuk bayi ini gak sia-saia kok”.

Mengajak pergi untuk waktu yang lama
Saat mendapatkan tiket liburan yang murah atau mungkin tiket konser band idola Anda dan teman Anda, Anda pasti ingin mengajak teman Anda ikut serta. Namun sebaiknya hindari mengajaknya secara terang-terangan dengan kalimat seperti “Ayo liburan ke sini 4 hari aja,” atau “Band ini manggung di sini Jum’at depan, nonton yuk!”. Meskipun sepertinya menyenangkan dan tidak ada yang salah dengan kalimat tersebut, namun kalimat tersebut menyiratkan bahwa ibu baru dapat dengan bebas memilih kapan harus pergi keluar dan meninggalkan bayinya dalam perawatan orang lain.

Memang hal tersebut dapat menjadi hiburan atau me time bagi ibu baru. Namun Anda perlu ingat bahwa ia perlu fokus dengan bayinya. Biarkan ia menikmati momen kebersamaan dengan bayinya sebelum kembali bekerja. Toh Anda bisa menjadwalkan liburan di lain waktu.

“Kamu pasti di rumah obrolannya soal bayi terus ya?”
Menjadi ibu baru adalah pengalaman yang unik. Meskipun ibu bisa mendapatkan banyak literatur dari buku maupun internet, kadang ada beberapa hal yang baru bisa dirasakan setelah mengalaminya langsung. Wajar jika pikiran ibu baru fokus pada halo tersebut. Karena itu pahamilah jika obrolan Anda dan teman Anda akan lebih banyak terpusat seputar bayi.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi