Terbit: 10 Desember 2021 | Diperbarui: 9 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Artemisia annua adalah tanaman herbal yang digadang-gadang lebih ampuh dari tanaman herbal kina. Tumbuhan ini juga memiliki banyak manfaat, sehingga banyak digunakan di dunia medis. Namun penggunaannya harus dengan dosis yang tepat, karena jika terlalu banyak akan mengakibatkan kontraindikasi yang serius.

Potensi Artemisia Annua untuk Obat Malaria dan Penyakit Lain

Apa Itu Artemisia Annua?

Artemisia annua adalah tumbuhan obat yang telah lama digunakan pada pengobatan Tiongkok. Tumbuh di ketinggian antara 700-1.500 m, tanaman ini termasuk jenis tanaman subtropis. Tumbuhan yang hanya memiliki siklus hidup selama 3-4 bulan ini banyak ditemukan di Tiongkok dan Vietnam.

Indonesia sendiri sedang berusaha membudidayakan sekaligus menelitinya sejak tahun 2013. Perkebunan Artemisia annua di Indonesia ada di Kebun Raya Cibodas Bogor dan Tawangmangu, Dieng, dan Wonosobo.

Artemisia annua memiliki banyak nama lain, seperti qing hao, sweet sagewort, sweet wormwood, anuma, dan annual wormwood.

Potensi Manfaat Artemisia Annua bagi Kesehatan

Kandungan aktif  tanaman ini adalah zat artemisinin. Zat ini memiliki efektivitas yang jauh lebih tinggi daripada Kina. Kina dianggap sudah terlalu resisten untuk pengobatan malaria, sehingga harus dicari penggantinya.

Selain itu, kandungan artemisinin juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Di antaranya untuk mengobati demam, cacingan, hepatitis, juga penyakit autoimun seperti multiple sclerosis.

Beberapa penyakit yang dipercaya dapat diobati menggunakan Artemisia annua adalah:

1. Potensi Obat Malaria

Mengobati malaria menggunakan Artemisia annua ternyata bukan hal baru. Terutama dalam ilmu pengobatan Tiongkok.

Artemisinin adalah racun bagi Plasmodium falciparum, parasit penyebab malaria. Plasmodium akan menginfeksi dan menghancurkan sel-sel darah pasien.

Dengan bantuan zat besi, artemisinin akan berubah menjadi radikal bebas di dalam darah. Radikal bebas ini akan berikatan dengan protein di dalam tubuh parasit dan mengacaukan membrannya dari dalam, hingga parasit mati.

Namun penggunaan Artemisia annua untuk mengobati malaria harus dipadukan dengan jenis obat-obatan lain, Serta menggunakan dosis tertentu.

Mohon konsultasi pada dokter bila ingin menggunakan obat herbal apapun sebagai pendamping pengobatan malaria.

2. Mencegah dan mengobati infeksi bakteri

Selain efektif melawan Plasmodium, zat artemisinin juga dipercaya dapat melawan infeksi bakteri dan virus lain, termasuk bakteri penyebab penyakit Chagas dan leishmaniasis.

Leishmaniasis adalah gangguan fungsi organ tubuh, borok pada kulit, dan pendarahan. Sementara penyakit Chagas menyebabkan peradangan pada berbagai organ tubuh, terutama organ dalam jantung dan usus.

Selain itu artemisinin juga diduga ampuh melawan bakteri A. actinomycetemcomitans, F. nucleatum, dan P. intermedia. Ketiga bakteri ini adalah penyebab radang dan infeksi pada gusi.

3. Mengobati Nyeri Sendi

Artemisinin juga menghambat pelepasan sitokin, yaitu sejenis protein yang dilepaskan secara alami oleh tubuh untuk meningkatkan imunitas. Walaupun berguna bagi ketahanan tubuh, terlalu banyak sitokin justru akan memicu radang persendian.

Selain dengan menghambat produksi sitokin, artemisinin juga mengurangi inflamasi pada sendi sehingga nyeri dan panas yang terasa akan jauh berkurang.

4. Menurunkan Potensi Kanker

Studi tentang ini masih terus berlanjut. Untuk sementara ini artemisinin memang terbukti dapat meningkatkan harapan hidup pasien kanker ketika digabungkan dengan kemoterapi. Namun, penggunaan Artemisia sebagai obat kanker harus di bawah pengawasan dokter.

Penelitian di Memorial Sloan Kettering Cancer Centre menyebutkan bahwa penggunaan artemisinin dan kemoterapi efektif membunuh lebih banyak sel kanker dan relatif lebih aman.

Hasil penelitian di National Centre of Biotechnology Information, Amerika Serikat pada tahun 2015 juga bernada positif. Artemisinin yang dipadukan dengan zat besi jauh lebih efektif dalam mematikan sel kanker.

Uniknya dalam pengobatan ini, artemisinin dapat membidik sel yang sakit dan tidak merusak sel yang sehat.

Hasil positif juga terjadi kanker darah atau leukemia. Dimana artemisinin tidak merusak sel darah putih yang normal dan hanya mengincar sel-sel yang ganas saja. Walaupun menunjukkan hasil yang menggembirakan, belum ada pengembangan lebih lanjut dari penelitian-penelitian ini.

Pengembangan artemisinin sebagai obat kanker juga masih sangat terbatas dan perlahan, dengan menimbang efek sampingnya pada penderita. Hal yang perlu diingat, pasien kanker dilarang keras menggunakan artemisinin secara mandiri tanpa pengawasan dokter.

5. Mengobati Sakit Kulit

Kemampuan artemisinin untuk mengurangi inflamasi dan melawan bakteri ternyata juga ampuh untuk mengobati sakit kulit.

Penggunaanya adalah dengan mengoleskan salep topikal yang mengandung artemisinin pada kulit yang bermasalah.

6. Mengobati Penyakit Pencernaan

Artemisia mengandung minyak atsiri yang dapat merangsang keluarnya cairan empedu dari hati ke lambung. Cairan empedu berguna untuk memperlancar pencernaan dan menguraikan makanan yang dicerna lambung serta menetralisir akibat kelebihan asam lambung.

Selain untuk melancarkan pencernaan, tanaman ini juga dapat digunakan untuk mengobati masalah pencernaan lainnya seperti sembelit dan wasir.

Efek Samping Artemisia annua

Walaupun memiliki banyak manfaat, penggunaan Artemisia annua tidak boleh sembarangan. Harus ada dosis tertentu yang biasanya ditetapkan oleh dokter atau ahli herbal.

Terlalu banyak mengkonsumsi Artemisia dapat mengakibatkan beberapa keluhan, seperti:

Masalah pada hati dan vertigo ditemukan pada beberapa pasien kanker yang mengkonsumsi Artemisia annua sebagai obat sampingan—dalam bentuk pil maupun teh. Tanaman herbal ini juga tidak boleh dikonsumsi oleh penderita epilepsi.

Pasien yang mengalami masalah gastrointestinal, serta mereka yang sedang mengkonsumsi obat-obatan yang dapat menekan susunan saraf pusat tidak boleh mengonsumsi obat herbal artemisia annua.

Ternyata ada banyak manfaat Artemisia annua bagi kesehatan. Karena penelitian mengenai obat herbal ini masih sangat sedikit, kemungkinan akan ditemukan lagi manfaat-manfaat lainnya.

Namun hal ini juga merupakan peringatan bagi mereka yang ingin mengkonsumsi Artemisia secara mandiri. Masih terbatasnya percobaan dan hasil yang terlihat pada manusia tidak menutup kemungkinan terjadinya efek samping yang membahayakan.

Langkah terbaik adalah dengan berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter yang berpengalaman sebelum memilih Artemisia sebagai obat alternatif.

 

  1. Memorial Sloan Kettering Cancer Center. 2020. Artemisia annua. https://www.mskcc.org/cancer-care/integrative-medicine/herbs/artemisia-annua. (Diakses pada 02 Desember 2021).
  2. Schaefer, Anna. 2018. What Is Sweet Annie? https://www.healthline.com/health/what-is-sweet-annie. (Diakses pada 02 Desember 2021).
  3. Wan-su, Kim dkk. 2014. Anti-inflammatory, Antioxidant and Antimicrobial Effects of Artemisinin Extracts from Artemisia annua L. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4297758/. (Diakses pada 02 Desember 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi