Terbit: 25 November 2020 | Diperbarui: 26 April 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Diuretik alami ada metode yang digunakan untuk meningkatkan jumlah produksi urine dan membantu tubuh membuang kelebihan cairan tanpa bantuan obat-obatan medis. Simak penjelasan lengkap mengenai obat diuretik alami.

11 Diuretik Alami yang Bisa Kurangi Kelebihan Cairan Tubuh

Makanan dan Minuman yang Bisa Dijadikan Diuretik Alami

Penting untuk dipahami, jika Anda mengalami kelebihan cairan dalam tubuh (retensi air) karena kondisi kesehatan atau terjadi tiba-tiba, Anda harus mendapatkan nasihat medis dari dokter. Namun, untuk kasus retensi air ringan yang tidak disebabkan oleh kondisi kesehatan yang mendasari, terdapat beberapa cara alami yang dapat membantu mengurangi cairan tubuh.

Berikut adalah berbagai diuretik alami yang bisa Anda coba, antara lain:

1. Kopi

Kopi adalah minuman yang banyak dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan, termasuk bisa digunakan sebagai diuretik. Manfaat ini didapatkan dari kandungan kafein yang ada di dalamnya.

Kafein dosis tinggi antara 250-300 mg (setara dengan dua hingga tiga cangkir kopi) diketahui memiliki efek diuretik, artinya kopi bisa menyebabkan peningkatan produksi urine. Namun jika Anda hanya mengonsumsi satu cangkir, kadar kafeinnya tidak cukup memberikan efek diuretik.

2. Ekstrak Dandelion

Ekstrak dandelion atau dikenal juga sebagai Taraxacum officinale adalah suplemen herbal populer yang sering dikonsumsi karena efek diuretiknya. Obat diuretik alami ini disarankan karena kandungan kalium yang tinggi dari dandelion.

Asupan yang kaya akan kalium memberi sinyal pada ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak natrium dan air. Meski begitu, penelitian mengenai efek diuretik dandelion pada manusia masih terbatas, sehingga diperlukan lebih banyak penelitian lanjutan.

3. Horsetail

Horsetail atau populer dengan sebutan tanaman ekor kuda ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai diuretik alami. Anda bisa mendapatkannya dalam bentuk teh atau kapsul. Meski dapat digunakan secara konvensional, sangat sedikit penelitian yang telah menguji efeknya.

Sementara itu, sebuah studi menemukan bahwa tanaman ini sama efektifnya dengan obat diuretik hydrochlorothiazide. Meski aman digunakan, namun tidak disarankan penggunaan jangka panjang atau seseorang yang memiliki masalah kesehatan sebelumnya seperti penyakit ginjal atau diabetes.

4. Peterseli

Peterseli telah lama digunakan sebagai diuretik dalam pengobatan tradisional. Cara penyajiannya cukup mudah, hanya dengan diseduh sebagai teh dan diminum beberapa kali sehari untuk mengurangi retensi air.

Sebuah penelitian pada tikus telah menunjukkan bahwa peterseli dapat meningkatkan aliran urine dan memberikan efek diuretik ringan. Namun, belum ada studi yang meneliti mengenai seberapa efektif peterseli sebagai diuretik alami pada manusia.

5. Hibiscus

Hibiscus atau populer dengan sebutan kembang sepatu adalah tanaman yang sering digunakan sebagai hiasan karena memiliki warna cerah. Salah satu bagian dari tanaman ini yang dikenal sebagai calyces, biasa digunakan untuk membuat teh obat yang disebut ‘roselle’ atau ‘sour tea

Sejauh ini beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa kembang sepatu memiliki efek diuretik ringan. Meski efek diuretik terjadi pada hewan, penelitian pada manusia yang memanfaatkan kembang sepatu tidak menunjukkan efek diuretik.

Baca Juga: Proses Pembentukan Urine dan Sistem Saluran Kemih

6. Jintan

Jintan adalah tumbuhan yang bijinya sering dimanfaatkan sebagai bumbu masakan atau obat-obatan. Beberapa pengobatan tradisional memanfaatkan jintan sebagai diuretik. Sebuah penelitian menemukan bahwa pemberian ekstrak jintan pada tikus secara signifikan meningkatkan keluaran urine selama 24 jam.

Namun, ini adalah satu-satunya studi tentang efek diuretik jintan. Oleh karena itu diperlukan lebih banyak penelitian terutama pada manusia.

7. Teh Hijau dan Teh Hitam

Teh hitam dan teh hijau mengandung kafein dan dapat bertindak sebagai obat diuretik alami. Sebuah studi yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa teh hitam memiliki efek diuretik ringan, hal ini telah dikaitkan dengan kandungan kafeinnya.

Namun, seperti halnya kopi, Anda dapat mengembangkan toleransi terhadap kafein dalam teh. Ini berarti bahwa efek diuretik hanya mungkin terjadi pada orang yang tidak minum teh secara teratur.

8. Hawthorn

Tanaman yang satu kerabat dengan mawar ini adalah diuretik yang kuat untuk mengurangi penumpukan cairan. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa nutrisi tanaman ini meningkatkan ekskresi dan aliran urine.

9. Juniper

Tanaman juniper telah digunakan sejak lama untuk mengurangi kelebihan cairan dalam tubuh. Beberapa penelitian telah membuktikan manfaatnya, akan tetapi penelitian tersebut baru dilakukan pada hewan.

Seperti banyak diuretik alami, juniper tampaknya tidak menurunkan kadar kalium seperti yang dilakukan obat-obatan medis. Akan tetapi, tidak ada salahnya menambahkan juniper untuk membumbui daging atau hidangan lainnya.

10. Jahe

Seperti halnya jintan, jahe adalah tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur dan obat-obatan. Jahe disebut-sebut memiliki efek diuretik, namun hingga kini belum ada penelitian pada manusia yang membuktikan efeknya.

11. Adas

Adas adalah salah satu tanaman obat yang memiliki banyak manfaat seperti mengatasi masalah kandung kemih dan tekanan darah tinggi. Tanaman yang memiliki efek diuretik ini dapat meningkatkan produksi urine dan ekskresi cairan berlebih di dalam tubuh.

Sementara itu, pada ibu hamil atau ibu menyusui yang ingin mendapatkan manfaat dari adas, konsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena hingga saat ini belum ada penelitian yang mendukung apakah tanaman ini aman digunakan.

Baca Juga: Diuretik: Fungsi, Efek Samping, Cara Pakai, dll

Cara Lain untuk Mengurangi Kelebihan Cairan dalam Tubuh

Selain beberapa cara di atas, strategi lain yang dapat membantu mengurangi retensi air, antara lain:

  • Olahraga. Aktivitas fisik dapat membantu membuang cairan ekstra dengan meningkatkan aliran darah ke jaringan dan membuat tubuh berkeringat.
  • Meningkatkan asupan magnesium. Magnesium adalah elektrolit yang membantu mengatur keseimbangan cairan. Suplemen magnesium telah terbukti membantu mengurangi retensi cairan pada wanita dengan sindrom pramenstruasi.
  • Konsumsi makanan yang kaya kalium. Makanan kaya kalium dapat meningkatkan produksi urine dan menurunkan kadar natrium sehingga mengurangi retensi cairan.
  • Tetap terhidrasi. Beberapa orang berpikir bahwa dehidrasi dapat meningkatkan risiko retensi air.
  • Kurangi konsumsi garam. Diet tinggi garam dapat meningkatkan kelebihan cairan dalam tubuh.

 

  1. Colleen M. Story. 2019. Guide to Natural Diuretics. https://www.healthline.com/health/natural-diuretics#natural-diuretics. (Diakses pada 25 November 2020).
  2. Reis, Manuel. 6 best natural diuretics for water retention. https://www.tuasaude.com/en/natural-diuretics/. (Diakses pada 25 November 2020).
  3. Ware, Megan. 2017. Seven natural diuretics to eat and drink. https://www.medicalnewstoday.com/articles/313001. (Diakses pada 25 November 2020).
  4. West, T Helen. 2017. The 8 Best Natural Diuretics to Eat or Drink. https://www.healthline.com/nutrition/best-diuretic-foods-drinks#TOC_TITLE_HDR_2. (Diakses pada 25 November 2020).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi