Terbit: 11 April 2023 | Diperbarui: 6 October 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Melakukan hubungan seksual di luar pernikahan atau seks bebas mungkin terasa menyenangkan. Namun, dampak seks bebas dapat memicu masalah kesehatan fisik dan mental! Lebih lanjut simak dampak buruknya dalam ulasan berikut.

Mengenal Dampak Buruk Seks Bebas bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Dampak Seks Bebas pada Kesehatan Fisik

Melakukan hubungan intim diketahui dapat menurunkan stres dan membuat tidur lebih nyenyak. Namun, bergonti-ganti pasangan seksual dapat memberikan dampak buruk pada tubuh.

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang dapat muncul akibat melakukan seks bebas, di antaranya:

1. Gonore

Gonore merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penularan bakteri ini umumnya terjadi selama berhubungan seks, termasuk seks oral dan seks anal. 

Penyakit ini dapat menginfeksi baik pria maupun wanita. Pada wanita, infeksi gonore dapat menyebabkan keputihan tidak normal, sakit saat buang air kecil, dan sakit sakit pada abdomen. Pada pria, penyakit ini dapat menimbulkan sakit ketika buang air kecil serta bengkak pada testis. 

Selain itu, gonore juga dapat memengaruhi rektum, mata, tenggorokan, dan sendi.

2. Herpes Genital

Herpes genital merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simplex. Penyakit ini pada umumnya menyebar dari kulit ke kulit saat berhubungan seksual.

Herpes genital dapat menginfeksi penis, skrotum, mulut rahim, vagina, mulut, dan area lain di sekitar alat kelamin.

Seseorang yang terkena penyakit herpes genital pada umumnya akan mengalami sakit atau perih di sekitar area kelamin, sakit saat buang air kecil, keputihan tidak biasa, serta bintik atau bruntusan di sekitar alat kelamin, anus, atau mulut.

Gejala herpes genital pada umumnya muncul pada 2 sampai 12 hari setelah terpapar virus.

Baca JugaIbu Hamil Bisa Mengalami Infeksi Menular Seksual (IMS), Ini 6 Bahayanya

3. Hepatitis B

Hepatitis B merupakan infeksi hati yang dapat mengancam nyawa. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B dan menular lewat darah atau cairan tubuh lain selama berhubungan seksual dengan partner yang memiliki sudah terinfeksi virus ini.

Gejala hepatitis B akan muncul pada 1 sampai 4 bulan setelah terinfeksi. Beberapa gejala yang akan dirasakan ketika terinfeksi penyakit ini antara lain sakit perut, urine berwarna gelap, demam, kehilangan nafsu makan, serta kulit berwarna kuning. 

4. Chlamydia

Bergonti-ganti pasangan juga dapat meningkatkan risiko terkena infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Kondisi ini dapat menginfeksi pria maupun wanita dan menyebabkan kerusakan permanen pada organ reproduksi. 

Wanita yang terkena chlamydia akan sulit untuk hamil. Selain itu, penyakit ini juga dapat menyebabkan kehamilan ektopik yang berakibat fatal. 

Seseorang dapat terinfeksi penyakit ini ketika melakukan hubungan seksual, baik seks anal maupun seks oral, dengan partner yang sudah terinfeksi.

5. Sifilis

Sifilis atau yang dikenal juga dengan raja singa merupakan penyakit yang menyebar lewat kontak seksual. Penyakit ini ditandai dengan luka kecil tanpa rasa sakit pada area kelamin, rektum, atau mulut. 

Sifilis harus mendapatkan pengobatan yang tepat karena dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan lain, seperti HIV, stroke, meningitis, demensia, dan disfungsi seksual pada pria.

6. HIV/AIDS

Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem imun manusia. Jika infeksi HIV tidak diatasi, maka dapat menyebabkan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). 

Ketika terinfeksi HIV/AIDS, maka sistem imun tubuh tidak dapat melawan patogen sehingga tubuh mudah terserang penyakit. 

Sampai saat ini, belum ada pengobatan efektif yang dapat menyembuhkan HIV. Namun, dengan terapi yang tepat, perkembangan HIV dapat dikontrol.

Penyakit HIV ini dapat menular lewat darah atau hubungan seksual dengan partner yang sudah terinfeksi. 

7. Kanker Serviks

Bergonti-ganti pasangan seksual dapat meningkatkan risiko kanker sekitar 91 persen. 

Meskipun hingga saat ini belum ada bukti yang menyatakan berhubungan seksual dapat menyebabkan kanker, tetapi infeksi virus yang terjadi akibat sekes bebas diketahui dapat meningkatkan risiko kanker, termasuk kanker serviks atau kanker mulut rahim.

Sekitar 95 persen kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV). Virus ini dapat menyebar lewat kontak pada area kelamin, hubungan seksual, termasuk seks anal dan seks oral, serta berbagi sex toys

8. Kanker Penis

Virus HPV tidak hanya menyerang wanita, tetapi juga dapat menginfeksi pria. Infeksi HPV dapat menyebabkan perubahan pada tubuh yang memicu kanker. Pria yang terinfeksi virus ini diketahui juga memiliki risiko untuk terkena kanker penis. 

Pria yang memiliki sistem imun lemah cenderung mengalami kanker akibat infeksi virus HPV. Agar terhindar dari infeksi HPV, Anda disarankan untuk tidak bergonta-ganti pasangan seks

9. Kehamilan yang Tidak Diinginkan

Melakukan seks bebas dapat meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan. Bahkan kehamilan bisa terjadi meskipun menggunakan kondom.

Menggunakan kondom dengan kualitas terbaik sekalipun tidak menjamin perlindungan 100%, karena bisa saja bocor atau robek

10.  Masalah Emosional

Seks bebas pada dasarnya tidak memiliki komitmen, karena awalnya hubungan ini dilandasi dengan kenikmatan sesaat. Namun, seseorang mungkin saja mulai mengembangkan perasaan tertentu sementara tidak ada batasan bagi yang lain untuk membalas cintanya.

Situasi seperti itu dapat menyebabkan gangguan emosional. Keadaan seperti ini tidak memiliki stabil dan mungkin sulit untuk menjalin hubungan lebih serius, seperti berumah tangga di tahap kehidupan selanjutnya

Baca JugaFriends with Benefits (FWB) dan Efek Negatif bagi Kesehatan Seksual

Dampak Seks Bebas pada Kesehatan Mental

Beberapa orang memang dapat memisahkan hasrat seksual dan keinginan hubungan romantis. Namun, ikatan emosi yang terjalin saat berhubungan seksual akan sulit membuat seks bebas menjadi sekadar aktivitas untuk memenuhi kebutuhan fisik.

Penelitian terkait aktivitas seks bebas mengungkapkan, wanita cenderung mengalami dampak negatif secara psikologis jika dibandingkan dengan pria.

Beberapa dampak psikologis yang dirasakan, antara lain:

  • Malu. 
  • Merasa dipermainkan.
  • Depresi.
  • Penyesalan.

Beberapa orang yang melakukan seks bebas akan merasa biasa saja, tetapi ada juga yang merasa menyesal dan bersalah terlebih jika terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. 

Nah, setelah mengetahui dampak buruk seks bebas, sudah sepatutnya untuk menghindari agar hidup Anda senantia sehat baik fisik maupun mental. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2022. Chlamydia: Basic Fact Sheet. https://www.cdc.gov/std/chlamydia/stdfact-chlamydia.htm. (Diakses pada 22 Februari 2023).
  2. Anonim. 2022. HIV: About HIV. https://www.cdc.gov/hiv/basics/whatishiv.html. (Diakses pada 22 Februari 2023). 
  3. Anonim. 2022. HPV & Men Fact Sheet. https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-and-men.htm. (Diakses pada 22 Februari 2023).
  4. Anonim. 2021. Gonorrhea. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gonorrhea/symptoms-causes/syc-20351774. (Diakses pada 22 Februari 2023).
  5. Anonim. 2021. Syphilis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/syphilis/symptoms-causes/syc-20351756. (Diakses pada 22 Februari 2023).
  6. Anonim. 2022. Genital Herpes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/genital-herpes/symptoms-causes/syc-20356161 (Diakses pada 22 Februari 2023).
  7. Anonim. 2022. Hepatitis B. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-b/symptoms-causes/syc-20366802. (Diakses pada 22 Februari 2023).
  8. Anonim. 2022. Human papillomavirus (HPV). https://www.nhs.uk/conditions/human-papilloma-virus-hpv/. (Diakses pada 22 Februari 2023).
  9. Anonim. 2022. Cervical Cancer. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancer. (Diakses pada 22 Februari 2023).
  10. Iliades, Chris. 2010. Is There a Price to Pay for Promiscuity? https://www.everydayhealth.com/longevity/can-promiscuity-threaten-longevity.aspx. (Diakses pada 22 Februari 2023).
  11. Shmerling, Robert H. 2020. More Sexual Partners, More Cancer? https://www.health.harvard.edu/blog/more-sexual-partners-more-cancer-2020042819658. (Diakses pada 22 Februari 2023).
  12. Sissons, Beth. 2022. What To Know About Having Multiple Sexual Partners. https://www.medicalnewstoday.com/articles/multiple-sex-partners. (Diakses pada 22 Februari 2023).
  13. Vanbuskirk, Sarah. 2022. What Is the Impact of Casual Sex on Mental Health? https://www.verywellmind.com/what-is-the-impact-of-casual-sex-on-mental-health-5179455. (Diakses pada 22 Februari 2023). 
  14. Wells, Robert. 2015. What Are the Psychological Effects of Casual Sex? https://www.psychologytoday.com/intl/blog/love-and-sex-in-the-digital-age/201506/what-are-the-psychological-effects-casual-sex. (Diakses pada 22 Februari 2023).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi