Terbit: 22 December 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Paprika adalah buah yang umumnya hanya dijadikan pelengkap pada berbagai masakan. Namun, siapa sangka ternyata paprika memiliki manfaat untuk penderita diabetes. Apa saja khasiatnya? Simak ulasannya di bawah ini.

6 Alasan Kenapa Paprika Bermanfaat untuk Penderita Diabetes

Manfaat Paprika untuk Penderita Diabetes

Paprika memiliki berbagai warna tergantung tingkat kematangannya; mulai dari hijau, kuning, hingga merah yang paling matang. Setiap warna paprika memiliki manfaat tersendiri.

Paprika merah memiliki kandungan antioksidan dan fitonutrien yang paling tinggi karena lebih matang jika dibandingkan dengan jenis lainnya. Kandungan nutrisi ini ternyata memberikan kontribusi baik bagi kesehatan.

Berikut adalah berbagai manfaat paprika untuk penderita diabetes, di antaranya:

1. Membantu Menjaga Gula Darah

Salah satu fitokimia dalam paprika yaitu antosianin dapat menghambat aktivitas dua enzim pencernaan, salah satunya adalah alpha-glucosidase. Enzim tersebut berperan dalam membantu memecah karbohidrat menjadi glukosa. 

Ketika kerja enzim dihambat, maka pemecahan karbohidrat menjadi glukosa akan semakin lambat. Dengan demikian, lonjakan gula darah dan risiko hiperglikemia juga bisa dicegah. 

Baca JugaMengenal Manfaat Makan Apel untuk Pengidap Diabetes

2. Mencegah Komplikasi Diabetes

Diabetes tidak hanya menyebabkan tingginya kadar gula dalam darah, tetapi juga disertai dengan pembentukan radikal bebas. Jika tidak ditangani, maka radikal bebas dapat menyerang berbagai organ tubuh sehingga terjadi penyakit komplikasi. 

Untuk mencegahnya, Anda perlu meningkatkan asupan antioksidan ke dalam tubuh. Antioksidan ini kemudian akan menetralkan radikal bebas hingga tidak berbahaya lagi bagi organ tubuh.

Paprika segar diketahui mengandung berbagai komponen bioaktif dalam jumlah yang tinggi. Beberapa senyawa bioaktif ini antara lain vitamin C, beta karoten, quercetin, luteolin, dan capsaicin. 

Konsumsi komponen bioaktif dapat memberikan manfaat baik untuk kesehatan karena memiliki efek antioksidan, sehingga melindungi organ tubuh dari kerusakan akibat aktivitas radikal bebas. 

3. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Diabetes dapat merusak dinding arteri, sehingga kolesterol dapat lebih mudah menempel dan akhirnya terjadi penyempitan pembuluh darah. Selain itu, seseorang dengan diabetes juga pada umumnya memiliki kolesterol HDL yang lebih rendah dan LDL yang yang lebih tinggi. 

Jika kondisi ini tidak ditangani dengan tepat, maka dalam jangka panjang dapat terjadi penyakit jantung. 

Paprika memiliki peran dalam mencegah hal ini terjadi. Kandungan karotenoid dalam paprika dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL serta menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL. Dengan demikian risiko penyakit jantung akan menurun. 

4. Menjaga Berat badan 

Memiliki berat badan berlebih akan meningkatkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2. Ini terjadi karena adanya penumpukan lemak yang akan menurunkan sensitivitas insulin. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga berat badan ideal.

Paprika bisa menjadi pilihan untuk menambahkan cita rasa dan tekstur pada makanan tanpa kalori yang berlebihan. 

Dalam paprika hijau berukuran besar, terdapat 3 gram serat, 1.5 gram protein, dan 33 kalori saja. Kandungan serat di dalamnya dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan serat harian, mencegah konstipasi, dan menjaga keseimbangan bakteri usus.

Jumlah karbohidrat dan kalori yang rendah dalam paprika dapat membuat Anda tetap merasa kenyang tanpa takut konsumsi kalori berlebih.

Baca Juga: 7 Pilihan Roti yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes

5. Dapat Mengurangi Inflamasi

Paprika mengandung vitamin C memiliki efek anti inflamasi kuat. Selain itu, paprika memiliki kandungan antioksidan quercetin yang dapat mengurangi inflamasi penyebab penyakit kronis, seperti diabetes.

Ketika tubuh mengalami inflamasi kronis, maka tubuh akan menjadi kurang sensitif dengan insulin. Dalam jangka waktu lama, tubuh akan resisten terhadap insulin dan bisa terjadi inflamasi yang lebih parah.

Kondisi ini akan terus berulang dan menyebabkan gula darah menjadi lebih tinggi yang pada akhirnya menyebabkan diabetes tipe 2.

Nah, itulah berbagai manfaat paprika untuk penderita diabetes yang bisa Anda dapatkan.

 

  1. Anonim. Diabetes and Cholesterol. https://www.heartuk.org.uk/cholesterol/diabetes. (Diakses pada 20 Desember 2022).
  2. Anonim. 2019. Peppers, Sweet, Red, Raw. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/170108/nutrients. (Diakses pada 20 Desember 2022).
  3. Al-Goblan, Abdullah S, et al. 2014. Mechanism Linking Diabetes Mellitus And Obesity. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4259868/. (Diakses pada 20 Desember 2022).
  4. Chavez-Mendoza, Celia, et al. 2015. Bioactive Compounds and Antioxidant Activity in Different Grafted Varieties of Bell Pepper. https://www.mdpi.com/2076-3921/4/2/427. (Diakses pada 20 Desember 2022). 
  5. Heidari, Hilman, et al. 2016. Protective Mechanisms Of Cucumis sativus In Diabetes-Related Modelsof Oxidative Stress And Carbonyl Stress. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4916550/. (Diakses pada 20 Desember 2022).
  6. Hoffman, Matthew. 2021. Diabetes and Inflammation. https://www.webmd.com/diabetes/inflammation-and-diabetes. (Diakses pada 20 Desember 2022). 
  7. Sissons, Beth. 2021. Everything To Know About Bell Peppers. https://www.medicalnewstoday.com/articles/bell-peppers. (Diakses pada 20 Desember 2022).


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi