Terbit: 30 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Anda pasti tidak asing dengan film-film horor yang menampilkan boneka menyeramkan seperti Chucky dan Annabelle bukan? Pernahkah Anda merasa takut ketika melihat boneka setelah melihat kedua tokoh tersebut? Jika iya, mungkin Anda menderita apa yang disebut dengan pediophobia. Simak ulasan lengkap berikut ini!

Pediophobia (Fobia Boneka): Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Apa Itu Pediophobia?

Istilah “pediophobia” berasal dari bahasa Yunani “paidion”, yang artinya adalah anak kecil. Orang yang mengidap pediophobia merasa takut untuk berinteraksi dengan boneka, spirit doll, atau benda mati lainnya yang menyerupai manusia. Bahkan melihatnya saja bisa menyebabkan kepanikan yang cukup parah.

Pediophobia adalah jenis fobia spesifik, yaitu sebuah ketakutan irasional akan sesuatu hal yang sebenarnya sama sekali  tidak mengancam.

Hanya melihat atau memikirkan boneka saja bisa memicu gejala kecemasan parah pada seorang pediophobia, meskipun sebenarnya mereka sendiri juga sadar bahwa ketakutannya adalah hal yang tidak masuk akal.

Fobia yang spesifik seperti pediophobia memang sesuatu yang sangat menakutkan bagi penderitanya, namun kondisi ini bisa diobati.

Gejala Pediophobia

Orang yang memiliki fobia spesifik cenderung menghindari objek yang mereka takuti, yang dianggap menjadi cara efektif untuk menghadapi fobia dalam jangka pendek. Sebenarnya, mereka juga menyadari bahwa benda yang mereka takuti sama sekali tidak berbahaya atau mengancam jiwa.

Namun yang perlu dicatat adalah, meskipun ketakutan tersebut terlihat tidak masuk akal di mata orang lain, orang yang mengalami hal tersebut memiliki ketakutan yang nyata.

Ketika seorang yang mengidap pediophobia memikirkan atau melihat boneka, maka mereka akan mengalami gejala-gejala fobia boneka seperti berikut ini:

  • Rasa ketakutan yang sangat besar.
  • Sulit bernafas.
  • Dada nyeri atau sesak.
  • Detak jantung lebih cepat.
  • Berkeringat.
  • Gemetar.
  • Serangan kepanikan.
  • Stres.
  • Berteriak.
  • Berusaha untuk kabur.
  • Mual dan pusing.

Sementara itu, pada anak-anak disertai munculnya gejala lain seperti menangis, tantrum, dan tidak bisa lepas dari orang tua mereka.

Baca Juga: Coulrophobia (Fobia Badut): Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyebab Pediophobia

Biasanya, pengalaman traumatis atau negatif dengan objek yang bersangkutan akan memicu munculnya fobia spesifik seperti pediophobia. Misalnya seperti pengalaman tidak menyenangkan ketika berhadapan langsung dengan boneka, atau ketika boneka digunakan oleh orang dewasa untuk menakut-nakuti anak-anak.

Penyebab lain dari pediophobia juga bisa dari pengalaman tidak langsung yang memicu munculnya rasa takut. Misalnya, seperti menonton film horor yang menggambarkan boneka sebagai sesuatu yang negatif, berbahaya, dan mengerikan.

Pada beberapa praktik spiritual, boneka banyak dijadikan sebagai media untuk melukai orang lain. Sehingga bagi sejumlah orang, boneka dipercaya sebagai benda yang menakutkan. Ada juga faktor genetik, lingkungan, dan pertumbuhan yang ikut andil dalam memicu pediophobia pada seseorang.

Baca Juga: Spirit Doll (Boneka Arwah) Bermanfaat untuk Penyembuhan? Simak Faktanya

Diagnosis Pediophobia

Untuk mendiagnosis pediophobia, seorang ahli kesehatan mental mengkonfirmasikan kondisi tersebut dengan beberapa kriteria di bawah ini:

  • Fobia spesifik seperti pediophobia selalu menyebabkan rasa takut dan cemas seketika.
  • Objek yang memicu rasa takut biasanya akan dihindari dengan sengaja, atau jika tidak dapat dihindari akan menyebabkan rasa takut dan kecemasan yang sangat intens.
  • Rasa takut dan kecemasan yang dirasakan tidak sebanding dengan bahaya atau ancaman yang dapat ditimbulkan oleh objek tersebut.
  • Ketakutan, kecemasan, dan sikap menghindar tersebut bersifat konsisten dan terus menerus.
  • Semua perasaan tersebut mempengaruhi kualitas hidup secara signifikan.

Baca Juga: Anthropophobia (Fobia Orang): Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dll

Cara Mengatasi Pediophobia

Ada beberapa metode perawatan yang bisa ditempuh untuk mengatasi pediophobia pada seseorang melalui berbagai macam terapi dan pada beberapa kasus adalah pemberian obat-obatan.

Terapi eksposur

Ini adalah jenis terapi yang paling umum dilakukan. Terapi ini meliputi eksposur yang bertahap pada boneka untuk mengatasi rasa takut penderitanya. Di sini pasien akan diajari beberapa teknik untuk mengatasi kecemasan seperti latihan pernapasan dan relaksasi.

Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

Untuk mengatasi fobia yang spesifik seperti pediophobia, CBT sangat direkomendasikan. Terapi ini akan mengeksplorasi secara mendalam pikiran seseorang, kemudian menganalisis bagaimana pikiran tersebut mempengaruhi perasaan dan perilaku mereka.

Pengobatan

Meskipun terapi obat untuk fobia tidak disetujui secara resmi, beberapa dokter biasanya meresepkan obat antidepresan untuk membantu meringankan gejalanya.

Mengatasi pediophobia secara mandiri

Cara paling sederhana untuk mengatasi pediophobia adalah dengan menghindari pemicu rasa takut itu sendiri. Namun jika secara tidak sengaja penderita pediophobia berpapasan atau bertemu dengan objek yang mereka takuti, maka cara yang bisa dilakukan untuk mencegah rasa takut yang berlebihan adalah:

  • Teknik relaksasi. Mencoba meditasi untuk menenangkan diri dan mengurangi ketegangan.
  • Terapi berkelompok. Tanyakan pada terapis apakah memungkinkan untuk menjalani sesi terapi secara berkelompok. Bertemu dengan orang-orang yang memiliki ketakutan yang sama dengan Anda akan sangat bermanfaat dalam menghadapi rasa takut karena mereka bisa memahami perasaan Anda.
  • Mekanisme koping. Membayangkan objek yang ditakuti sebagai mekanisme koping terhadap pediophobia bisa membantu seseorang untuk mengendalikan rasa takutnya jika ia tiba-tiba bertemu dengan objek tersebut. Namun jika hal ini justru memicu munculnya rasa takut yang lebih besar lagi, maka sebaiknya minta panduan dari terapis atau tenaga ahli.

Pediophobia merupakan rasa takut terhadap boneka atau objek tidak begerak lain yang menyerupai manusia. Munculnya ketakutan yang berlebihan ini dipicu oleh pengalaman yang traumatis atau negatif yang berkaitan dengan boneka. Sama seperti fobia lainnya, pediophobia bisa ditangani dengan cara seperti terapi atau pemberian obat-obatan.

Jika Anda bukan pengidap pediophobia, mungkin sulit bagi Anda untuk memahami rasa takut yang dialami oleh orang tersebut. Namun perlu diketahui bahwa ketakutan tersebut nyata adanya, sekalipun pada orang dewasa maupun pada anak-anak.

 

  1. Broken-Brooks, Michelle C. 2021. What Is Fear of Dolls (Pediophobia)? https://www.verywellhealth.com/what-is-fear-of-dolls-5206662#toc-characteristics-of-pediophobia. (Diakses pada 27 Januari 2022).
  2. Cafasso, Jacquelyn. 2019. Pediophobia: Fear of Dolls. https://www.healthline.com/health/mental-health/pediophobia. (Diakses pada 27 Januari 2022).
  3. Fritscher, Lisa. 2021. Pediophobia: The Fear of Dolls. https://www.verywellmind.com/fear-of-dolls-2671875. (Diakses pada 27 Januari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi