Terbit: 29 August 2023
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Bahaya pornografi pada anak penting diketahui oleh setiap orang tua karena efeknya bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya di masa depan. Simak penjelasan mengenai berbagai dampaknya pada anak dalam ulasan berikut.

Mengenali Bahaya Pornografi pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu

Dampak Paparan Pornografi pada Anak

Perkembangan teknologi membuat seorang anak dapat dengan mudah melihat konten porno. Terdapat beberapa bukti bahwa paparan pornografi dapat meningkatkan kemungkinan pengalaman seksual lebih dini, terutama anak yang sudah kecanduan.

Pornografi dapat memengaruhi ekspektasi remaja tentang seks. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kebiasaan ini dapat memengaruhi anak untuk mencoba melakukan aktivitas seksual yang dilihatnya di film porno, seperti:

  • Hubungan seks anal.
  • Ejakulasi di wajah.
  • Seks dengan banyak pasangan.

Pengaruh pornografi pada anak lainnya juga dikaitkan dengan aktivitas seksual yang tidak aman seperti tidak menggunakan kondom dan penetrasi vagina yang tidak aman.

Selain itu, kesenjangan antara harapan dan kenyataan setelah menyaksikan konten pornografi juga dikaitkan dengan ketidakpuasan dan kecemasan seksual. Baik pria maupun wanita yang menonton konten porno bisa mengalami peningkatan tingkat objektifikasi diri.

Pada beberapa kasus, paparan pornografi pada remaja dikaitkan dengan keyakinan yang lebih kuat pada stereotip gender, terutama untuk laki-laki. Remaja laki-laki yang sering melihat pornografi lebih cenderung memandang perempuan sebagai objek seks dan memiliki sikap seksisme.

Beberapa bahaya pornografi pada anak lainnya yang perlu diketahui oleh orang tua, di antaranya:

  • Gangguan Pre Frontal Cortex (PFC)

Kecanduan pornografi sama halnya seperti penggunaan obat-obatan terlarang, yaitu dapat merusak otak dan pikiran. Saat melihat konten porno, struktur kerangka otak dapat berubah dengan penyusutan jaringan otak, lambat laun otak akan mengalami pengecilan ukuran dan kerusakan permanen pada bagian pre frontal cortex.

Bagian otak ini berfungsi berfungsi menggabungkan informasi dari semua indra dan membentuk kepribadian serta perilaku sosial, seperti berbahasa, berimajinasi, melakukan penilaian (baik-buruk, benar-salah), pengambilan keputusan, serta membantu merancang masa depan.

  • Sulit untuk Konsentrasi

Dampak negatif pornografi pada anak berikutnya adalah membuatnya sulit berkonsentrasi karena seorang anak akan gelisah akibat rasa penasarannya yang besar. Sementara pada anak yang memiliki IQ rendah, umumnya ia tidak mampu berkonsentrasi lagi dan hari-harinya akan dipenuhi pikiran tentang konten porno.

Gangguan konsentrasi pada anak dapat membuatnya sulit fokus saat belajar, karena merasa kegiatan belajar membosankan dan tidak memberikan rasa senang atau puas seperti saat menonton video porno. Anak yang susah untuk fokus dapat berdampak pada penurunan prestasi di sekolah

  • Kecanduan Pornografi

Meski sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa banyak anak secara tidak sengaja melihat konten porno,  beberapa anak ada yang terdorong untuk melihatnya lagi dengan sengaja, bahkan ada kemungkinan seorang anak akan mengonsumsi konten porno berulang-ulang atau bahkan seumur hidupnya.

Kondisi ini sering disebut penyakit narkolema (narkoba lewat mata), istilah ini mengacu pada efek kecanduan dan daya rusak pornografi sebagaimana pada pengguna narkotika.

Jika dilihat berdasarkan gender, diketahui bahwa laki-laki lebih cenderung lebih mudah kecanduan pornografi  dibandingkan dengan perempuan. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa anak perempuan merasa kecewa melihat konten porno.

Sebagian besar mengatakan bahwa anak perempuan merasa malu, jijik, serta mengatakan bahwa hal tersebut adalah hal ‘bodoh’, ‘kasar’ dan ‘merendahkan wanita’, sedangkan sebagian besar mengaku telah melihat pornografi online dan merasakan kegembiraan seksual jika melihat lebih banyak lagi, hanya 6% anak laki-laki yang melapor merasa kecewa dengan yang dilihatnya.

Hal Penting yang Bisa Dilakukan Orang Tua

Berikut adalah beberapa hal yang dapat orang tua lakukan untuk melindungi anak dari pornografi, di antaranya:

1. Komunikasi yang Terbuka

Penting bagi orang tua untuk memulai percakapan terbuka tentang pengalaman anak berselancar di internet.

2. Mengajarkan untuk Berpikir Kritis

‘Mempersenjatai’ anak dengan cara berpikir kritis membantunya memahami perbedaan antara konten pornografi dan hubungan seksual secara langsung.

3. Literasi Digital yang Baik

Orang tua harus menyadari bahaya dan manfaat internet bagi anak. Ambil peran aktif dalam setiap aktivitas digital yang dilakukan oleh anak. Kontrol orang tua sangat penting untuk meminimalkan bahaya yang ditimbulkan dari internet.

4. Menunjukkan Dukungan pada Anak

Dukungan pada anak yang telah terpapar konten pornografi sangat penting bagi kemampuannya untuk memproses pengalaman dengan cara yang sehat. Oleh karena itu, dorong anak untuk berbicara jika ia melihat sesuatu di internet yang membuatnya kesal.

Beri tahu padanya jika ia melaporkan konten yang tidak pantas, ia tidak akan dihukum atau akses internetnya diputus. Ajari anak untuk tidak merespons saat orang asing mengirimkan konten yang tidak pantas.

 

  1. Anggraini, Trinita dan Erine Nur Maulidya. 2020. Dampak Paparan Pornografi Pada Anak Usia Dini. https://www.researchgate.net/publication/342672127_Dampak_Paparan_Pornografi_Pada_Anak_Usia_Dini. (Diakses pada 7 Januari 2022).
  2. Quadara, Antonia, Alissar El-Murr, dan Joe Latham. 2017. The effects of pornography on children and young people. https://aifs.gov.au/publications/effects-pornography-children-and-young-people-snapshot. (Diakses pada 7 Januari 2022).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi