Terbit: 30 March 2022
Ditulis oleh: Wulan Anugrah | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Bullying adalah perilaku yang menyebabkan seseorang merasa tidak nyaman, bahkan sakit hati. Tak hanya lingkup sekolah, kondisi ini dapat terjadi di lingkungan tempat kerja. Bagaimana cara mengidentifikasi perilaku bullying di tempat kerja? Simak di sini!

Kenali, Ini 9 Tanda Perilaku Bullying di Tempat Kerja

Tanda Bullying di Tempat Kerja

Pada sejumlah kasus, perilaku bullying atau perundungan tidak terlihat dengan jelas sehingga akan sulit untuk mengidentifikasinya.

Perlu Anda ingat, perundungan tidak selalu berbentuk fisik, melainkan juga bisa berbentuk verbal. Lantas, bagaimana dengan kasus bullying di tempat kerja?

Perundungan di tempat kerja bisa berupa mengabaikan kontribusi seseorang dalam suatu projek, membebani pekerjaan lebih, menyebarkan gosip, berperilaku tidak adil, dan masih banyak lagi.

Anda bisa mengidentifikasi perilaku bullying di tempat kerja melalui beberapa tanda berikut:

1. Mengintimidasi

Tindakan mengintimidasi bisa termasuk ke dalam perilaku bullying. Intimidasi dapat berbentuk verbal ataupun non-verbal.

Tanpa keluarnya kata-kata, bisa saja Anda mengalami intimidasi dari atasan dan rekan kerja, misalnya melalui tatapan tidak suka atau mendiamkan Anda tanpa alasan yang jelas.

Selain itu, melansir Healthline, intimidasi bisa berupa ancaman secara verbal dan non-verbal, pengucilan sosial, memata-matai, dan perilaku pelanggaran privasi lainnya.

2. Melakukan pelecehan verbal

Sering mendapatkan ejekan dari rekan kerja? Hal ini bisa termasuk perilaku bullying di tempat kerja, lho. Ejekan bisa saja menyakiti orang lain sehingga dapat tergolong ke dalam pelecehan verbal.

Melansir Very Well Mind, pelecehan verbal terjadi ketika seseorang menggunakan kata-katanya untuk menyerang, mendominasi, mengejek, memanipulasi, atau merendahkan orang lain.

Perilaku tersebut pada gilirannya akan berdampak negatif pada kesehatan psikologis orang tersebut.

Apabila seseorang berkomentar tidak senonoh secara sengaja, memaki, membuat komentar sinis, atau bahkan berteriak kepada Anda di depan orang lain, waspadai perilaku ini termasuk perilaku bullying.

Baca Juga10 Ciri-Ciri Rekan Kerja Toxic yang Perlu Dihindari!

3. Meremehkan pekerjaan orang lain

Jika mendapati rekan kerja atau atasan mempertanyakan kemampuan Anda, bisa jadi ini mengarah pada perilaku bullying di tempat kerja.

Seseorang yang melakukan perundungan akan terus-menerus meremehkan ide-ide orang lain, bahkan mempertanyakan pencapaian mereka.

Selain itu, tanda bullying juga bisa Anda amati ketika Anda merasa pekerjaan sering kali dipantau, sampai-sampai Anda mulai meragukan diri sendiri dan mengalami kesulitan dengan tugas-tugas.

Apabila berlangsung lama, bukan tidak mungkin Anda menjadi tidak nyaman. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak terhadap performa kerja.

4. Mengabaikan secara sengaja

Merasa tidak diajak ketika ada pertemuan tertentu? Ini merupakan salah satu tanda perilaku perundungan.

Saat Anda merasa rekan kerja mendiami Anda selama beberapa waktu, atau saat Anda memasuki ruangan, mereka mengabaikan Anda, di saat itulah Anda perlu curiga.

Biasanya ketika seseorang terasingkan, orang tersebut akan dikecualikan dari hampir setiap kegiatan di luar kantor, makan siang tim, dan acara-acara lainnya.

5. Menyebarkan rumor

Salah satu perilaku yang termasuk bullying di tempat kerja adalah menyebarkan rumor secara sengaja demi membuat orang lain merasa malu.

Mungkin terkesan cukup sepele ketika Anda membicarakan seseorang dengan rekan kerja di tengah jam makan siang. Kendati begitu, hal ini akan berdampak serius, terutama ketika topik yang Anda angkat tidak jelas kebenarannya.

Penting untuk diingat, apabila ‘gosip’ yang Anda angkat ini sampai menyebar, padahal belum tentu benar, ini bisa mengganggu kesehatan mental orang yang dibicarakan.

6. Mengganggu privasi

Mengganggu privasi rekan kerja bisa tergolong tindakan intimidasi. Ini juga termasuk perilaku bullying di kantor.

Ketika Anda memeriksa beberapa dokumen pekerjaan secara berkala menghilang, atau barang-barang Anda lenyap misterius, curigai kemungkinan gangguan privasi.

Selain itu, bisa juga tindakan perundungan mencangkup ancaman, mengucilkan, memata-matai, dan tindakan lain yang berhubungan dengan privasi.

Apabila sudah parah, bisa saja pelaku mengomentari apa pun yang dilakukan oleh korban.

7. Mencuri ide orang lain

Mencuri ide termasuk perilaku bullying. Ini bisa terjadi pada karyawan yang sejatinya memiliki kedudukan ‘di bawah’. Mereka kurang bisa mengutarakan pendapat karena tidak punya posisi kuat untuk melakukannya.

Nah, pelaku perundungan bisa saja mengambil kesempatan ini untuk mencuri ide, lalu menerima pujian atas ide curian tersebut.

8. Menambah beban kerja yang tidak masuk akal

Perundungan di tempat kerja juga bisa berupa penambahan beban kerja kepada karyawan. Tugas yang diberikan bisa saja tidak berkaitan dengan pekerjaan Anda yang sesungguhnya.

Parahnya lagi, bisa saja atasan atau rekan kerja yang melakukan bullying mengkritik habis-habisan pekerjaan tersebut ketika mereka tidak puas dengan hasilnya.

Baca Juga: Crab Mentality: Perilaku Buruk yang Menghambat Keberhasilan Orang Lain

9. Mendukung perilaku bullying

Orang juga bisa dinyatakan melakukan perundungan ketika mendukung pelaku. Selain itu, ketika lingkungan sudah mendukung hal ini, makna perundungan termasuk jenis institusional.

Melansir Healthline, bullying tipe institusional adalah tipe bullying yang terjadi ketika tempat kerja menerima, mengizinkan, dan bahkan mendorong terjadinya bullying.

Ketika Anda mengalami perlakuan tidak mengenakkan di lingkungan kerja, bahkan hingga mengganggu kesehatan mental Anda, jangan tunda untuk berkonsultasi ke psikolog.

Sebagai langkah awal, cara menghadapi bullying di tempat kerja bisa Anda lakukan dengan bercerita terlebih dahulu kepada orang terdekat yang dipercaya.

 

  1. Anonim. Bullying at Work. https://www.nhs.uk/mental-health/advice-for-life-situations-and-events/support-for-workplace-bullying/. (Diakses pada 30 Maret 2022).
  2. Anonim. Bullying. https://www.apa.org/topics/bullying. (Diakses pada 30 Maret 2022).
  3. Gordon, Sherri. 2022. What Is Verbal Abuse? https://www.verywellmind.com/how-to-recognize-verbal-abuse-bullying-4154087. (Diakses pada 30 Maret 2022).
  4. Raypole, Crystal. 2019. How to Identify and Manage Workplace Bullying. https://www.healthline.com/health/workplace-bullying. (Diakses pada 30 Maret 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi