Terbit: 14 Desember 2021 | Diperbarui: 19 Mei 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Self-deprecation adalah sikap merendahkan diri sendiri yang dikemas dengan candaan. Ini bermaksud untuk membuat pribadi rendah diri atau mencairkan suasana. Namun, dampaknya buruk bagi pribadi dan bahkan orang lain. Selengkapnya simak penjelasannya berikut ini!

Self-Deprecation, Sikap Rendah Diri yang Bisa Berdampak Buruk!

Apa itu Self-Deprecation?

Self-deprecation adalah perilaku merendahkan diri sendiri di hadapan orang lain yang ditampilkan dengan lelucon atau humor. Sikap ini juga dapat didefinisikan sebagai kesopanan dan sinisme terhadap diri sendiri.

Orang yang merendahkan diri sendiri biasanya bertujuan untuk mencari perhatian, meningkatkan kepercayaan diri, mengurangi penolakan, dan mengungkapkan kerendahan hati. Namun, ini terkadang menurunkan kredibilitas diri sendiri dan akan merusak harga diri.

Ciri-Ciri Self-Deprecation

Orang yang merendahkan diri sendiri dapat dilihat dari perkataan dan perilakunya, walaupun berupa lelucon. Adapun ciri-ciri yang bisa dikenali, di antaranya sebagai berikut:

1. Tidak dapat menerima pujian

Baik itu komentar tentang bagusnya sepatu yang dikenakan atau pujian karena penampilan pakaian dan riasan, orang dengan perilaku merendahkan diri sendiri bisanya tidak ingin dipuji.

Dia akan mencoba menjelaskan bahwa sepatu itu sepatu lama dan pakaian atau riasannya hari itu biasa saja atau sederhana. Padahal, sepatu atau pakaiannya itu terlihat baru dan mahal.

Bermasksud menghindari kesan angkuh, sikap merendahkan diri biasanya menunjukan bantahan secara langsung terhadap berbagai bentuk pujian.

2. Meremehkan diri-sendiri

Merendahkan diri sendiri bisa menjadi kebiasaan, bahkan disebut-sebut sebagai sifat kedua seseorang. Tidak masalah berapa banyak menghabiskan waktu dan usaha untuk bekerja keras, pribadi yang merendah akan menutupinya dengan meremehkan diri sendiri.

Bahkan ketika seseorang memuji usahanya, orang self-deprecation langsung menanggapinya dengan meremehkan kemampuan dan upaya diri sendiri dalam balutan candaan.

3. Merendahkan prestasi diri-sendiri

Seseorang benar-benar menyadari betapa mengagumkan keterampilan dan prestasi dalam pekerjaan atau dalam dalam bidang apa pun apapun yang dilakukan.

Namun, alih-alih mengakuinya—terutama kepada teman atau orang lainnya—membuat Anda takut mereka mungkin menganggap Anda sombong atau angkuh.

Untuk menghindari hal tersebut, orang yang merendah biasanya akan membuat candaan dengan meremehkan pentingnya pekerjaan Anda agar terkesan kurang mengagumkan.

Apa Alasan Orang Memiliki SelfDeprecation?

Pandangan terhadap diri sendiri tampak bias, membuatnya merasa seolah-olah tidak layak dipuji atau positif sebagai akibat dari penyimpangan dari norma.

Hal ini karena seseorang cenderung fokus memerhatikan rasa malu, menampilkan perasaan tidak berharga, lemah, dan ciri-ciri negatif lainnya.

Seseorang akan memperlakukan dirinya dengan cara yang tidak akan pernah dilakukan terhadap orang lain, biasanya tanpa dorongan mental. Penilaian yang negatif ini tidak adil bagi dirinya sendiri, yang pada akhirnya menyebabkan stres dan ketidakpercayaan.

Baca Juga: Self-Diagnosis, Ketika Mendiagnosis Diri Sendiri Bisa Berbahaya

Dampak Buruk Self-Deprecation

Melontarkan candaan dengan merendahkan diri mungkin akan memberikan suasana hangat dan tampak rendah hati. Namun, jika melakukannya secara terus-menerus akan memberikan dampak yang buruk bagi Anda sendiri atau bahkan orang lain yang berhubungan dengan Anda.

Berikut ini beberapa dampak buruk self-deprecation:

1. Memengaruhi harga diri

Meremehkan diri sendiri mungkin bermaksud agar teman atau orang lain merasa nyaman, akan tetapi sebaliknya. Menjadi objek candaan dan terus-menerus merendahkan diri di depan orang lain dapat menjadi ‘boomerang’ pada harga diri Anda.

2. Depresi dan cemas

Terbiasa meremehkan pencapaian diri yang mengagumkan dengan candaan di hadapan keluarga, teman, kolega, dan rekan kerja, kemungkinan besar akan mengganggu kesehatan mental mereka.

Melakukan hal ini mungkin juga akan memberikan efek yang sama pada diri sendiri, bahkan seriu seperti depresi dan kecemasan.

3. Menjadi pribadi yang kurang optimis

Ketika pribadi sering merendahkan perasaan dan prestasi, mungkin sulit untuk menemukan kebahagiaan, misalnya dalam memulai pekerjaan baru atau merayakan kesuksesan.

Terbiasa dengan sikap mencela diri sendiri, akan membuat kebahagiaan yang kecil maupun besar hilang kapan pun. Akibatnya, perilaku ini dapat menyebabkan pribadi yang kurang optimis.

Demikian juga respons orang lain terhadap sikap merendah diri Anda, mungkin mereka merasa sulit untuk berbagi candaan atau merasa tidak nyaman ketika berhubungan dengan Anda.

Baca Juga: Self-Efficacy: Definisi, Ciri-Ciri, Faktor Pembentuk, dan Contohnya

Cara Mengatasi Self-Deprecation

Merendah diri mungkin bermanfaat ketika ingin mencairkan suasana dalam diskusi yang tidak nyaman atau agar lebih akrab.

Meskipun membantu membuka percakapan, tetapi bentuk komunikasi ini menimbulkan banyak kerugian daripada kebaikan dalam hal kesehatan dan kebahagiaan.

Untuk menghindari kerugian tersebut, butuh keseimbangkan dalam suatu percakapan. Berikut di antaranya:

1. Menerima pujian

Ketika orang lain memberikan pujian karena prestasi atau penampilan yang begitu menawan, cobalah untuk mengucapkan terima kasih. Menerima pujian di mana pun adalah sifat yang akan membuat Anda merasa nyaman.

Meskipun mungkin ini perubahan besar untuk Anda. Tetapi membiarkan pribadi terbiasa dengan tepuk tangan, sanjungan, dan pujian dapat membantu menghilangkan perasaan rendah diri terus-menerus. Langkah ini pada akhirnya akan memberikan kebahagiaan.

2. Membuat catatan pemicu rendah diri

Anda dapat menghilangkan kebiasaan merendahkan diri sendiri dengan membuat jurnal atau catatan merinci yang membuat Anda merendahkan diri.

Misalnya, mencatat pikiran negatif karena pujian, sanjungan, atau percakapan bisa membuat Anda tetap sadar terhadap perubahan yang perlu dilakukan. Ini dalam pemikiran dan ucapan ketika bersikap di hadapan orang lain.

3. Selalu berpikir Positif

Guna menyeimbangkan perilaku rendah diri dengan baik, sebaiknya berpikir dan berbicara lebih positif tentang diri Anda.

Sama halnya sikap meremehkan diri sendiri yang menjadi kebiasaan ketika berinteraksi, cobalah belajar bagaimana memandang dan berkomunikasi dengan diri sendiri secara positif dan bermanfaat, baik untuk pribadi maupun orang lain.

Itulah self-deprecation yang memberikan manfaat sekaligus berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Dubé, Kate. 2021. What is Self-Deprecation?. https://calmerry.com/blog/self-esteem/what-is-self-deprecation/. (Diakses pada 14 Desember 2021).
  2. Nemko, Marty. 2021. The Case for Self-Deprecation. https://www.psychologytoday.com/us/blog/how-do-life/202103/the-case-self-deprecation. (Diakses pada 14 Desember 2021).
  3. Plumptre, Elizabeth. 2021. Self-Deprecation: Harmless Habit or Unhealthy Behavior?. https://www.verywellmind.com/what-is-self-deprecation-5186918. (Diakses pada 14 Desember 2021).
  4. Sharma, Swarnakshi. 2021. What Is Self-Deprecation: Signs, Impact & How To Stop Being Self-Deprecating. https://www.calmsage.com/what-is-self-deprecation-how-to-stop-it/. (Diakses pada 14 Desember 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi