Terbit: 17 Desember 2021 | Diperbarui: 20 Desember 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Dampak psikologis korban pemerkosaan bisa berbahaya bagi korbannya. Jika tidak segera ditangani, kemungkinan buruknya akan terjadi, seperti keinginan untuk bunuh diri! Ketahui dampak buruk lainnya berikut ini.

10 Dampak Psikologis pada Korban Pemerkosaan

Dampak Psikologis Korban Pemerkosaan

Dampak pemerkosaan mungkin berbeda pada setiap orang, karena korbannya terpengaruh dengan cara yang berbeda. Ada banyak dampak yang umum terjadi pemerkosaan dan kekerasan seksual. Dampaknya bisa bertahan bertahun-tahun.

Berikut ini dampak psikologis korban pemerkosaan yang umum terjadi:

1. Merasa ketakutan

Tergantung pada keadaannya, korban pemerkosaan mungkin merasa ketakutan terhadap beberapa hal. Korban mungkin mendapat ancaman secara fisik selama pemerkosaan, mungkin takut melapor ke polisi, enggan memberi tahu kepada teman dan keluarga karena takut membuat mereka geram, malu, dan kasihan.

Jika mengenal pemerkosa atau dia tahu di mana pelaku tinggal, mungkin korban takut akan kekerasan yang berkelanjutan.

Mungkin juga korban merasa khawatir akan hamil atau tertular penyakit menular seksual. Semua ketakutan ini benar-benar bisa mengganggu kesehatan fisik dan mental korban.

2. Depresi

Depresi diperkirakan muncul ketika korban pemerkosaan mulai menerima keadaan atau pulih dari trauma besar atau peristiwa yang menguras emosi.

Namun, ingatan akan peristiwa pemerkosaan dan hal-hal lainnya sangat mengganggu kesehatan mental dan fisik. Hal ini ini termasuk proses peradilan yang berkaitan dengan polisi, teman, dan keluarga berkunjung ke pengadilan, dan menjalani pemeriksaan medis.

3. Merasa malu

Sebagian besar psikologi korban pelecehan seksual merasa hina dan malu terhadap apa yang telah terjadi. Korban akan merasa sulit membahasnya dan menganggap kejadian itu sebagai aib, sehingga tidak mudah mendiskusikan apa yang telah terjadi kepada keluarga, teman, atau pihak yang berwajib.

Dalam keadaan mental seperti itu, terkadang korban lebih mudah untuk bercerita dengan seseorang di balik telepon.

4. Merasa bersalah

Korban pemerkosaan cenderung akan merasa bersalah pada dirinya sendiri terhadap apa yang terjadi. Korban mungkin merasa cara berpakaian atau hal lainnya telah memicu pelaku melakukan kekerasan seksual terhadap dirinya.

Namun, pemerkosaan atau kekerasan seksual bukan sepenuhnya kesalahan korban. Pelaku perkosaan memiliki kendali atas perilakunya dan tidak peduli gaya pakaian korban, situasi saat itu, atau hubungan korban dengan si pemerkosa.

5. Merasa tidak aman

Efek psikologi korban pelecehan seksual dapat mengganggu aktivitas korban dan banyak aspek kehidupan lainnya. Korban mungkin sangat ingin menjauh dari orang lain (terutama yang dicurigainya) dan membuat perubahan dalam hidupnya. Ini adalah langkah korban untuk merasa aman di mana pun.

Langkah yang membuat korban pemerkosaan merasa aman mungkin dengan memiliki anjing penjaga, membiarkan lampu interior menyala, ditemani teman atau anggota keluarga saat tidur malam, memakai alarm genggam, atau lainnya.

Baca Juga: Kekerasan Seksual: Jenis, Dampak, Penanganan, dan Pencegahan

6. Gangguan stres pascatrauma (PTSD)

Penyintas kekerasan seksual berisiko tinggi mengalami perasaan cemas, stres, atau takut.

Jika perasaan tersebut menjadi semakin parah, berlangsung lebih dari beberapa minggu, atau mengganggu kehidupan sehari-hari, kondisi ini mungkin dikenal sebagai post-traumatic stress disorder (PTSD).

PTSD atau gangguan stres pascatrauma, adalah gangguan kecemasan yang dapat terjadi akibat peristiwa traumatis.

7. Mengalami kilas balik

Flashback atau kilas balik, adalah ketika ingatan terhadap trauma masa lalu yang terasa seolah-olah terjadi pada saat itu juga. Ini berarti kemungkinan merasakan pengalaman kekerasan seksual terjadi lagi.

Selama mengalami kilas balik, mungkin sulit untuk terhubung dengan kenyataan. Ini bahkan mungkin terasa seperti pelaku muncul secara fisik.

Awalnya kilas balik mungkin tampak acak, dan dapat dipicu oleh pengalaman cukup biasa yang terkait dengan indra, seperti mencium bau seseorang atau nada suara tertentu. Hal tersebut adalah respons normal terhadap trauma.

8. Mimpi buruk dan mimpi berulang

Dampak pemerkosaan bagi psikologis korban mungkin mengalami mimpi buruk dan mimpi buruk yang berulang ketika otak berusaha memproses, memahami, dan pulih dari apa yang telah terjadi.

Hal tersebut normal dan mimpi buruk biasanya menjadi lebih jarang seiring waktu. Berbicara dengan seseorang yang Anda percayai bisa membantu, meskipun cara ini mungkin tidak akan menghentikan mimpi sama sekali tetapi membantu membuat mimpi tidak menakutkan.

9. Disasosiasi atau emotional numbness

Bagi kebanyakan korban pemerkosaan, reaksi awal biasanya syok dan emotional numbness—merasa hampa dan kesulitan mengekspresikan diri.

Biasanya, korban awalnya merasa tenang dan menutup diri dari apa yang telah terjadi. Respon ini terkadang mengejutkan orang lain seperti teman, keluarga, dan psikolog yang berekspektasi bahwa korban menjadi putus asa segera setelah peristiwa pemerkosaan.

Bagaimanapun, disasosiasi adalah mekanisme pertahanan alami dan sangat normal. Biasanya setelah beberapa hari atau minggu, korban akan mulai mengalami berbagai respons lain termasuk marah, ketakutan, dan syok.

10. Memiliki keinginan bunuh diri

Kekerasan seksual bersifat traumatis dan bisa memengaruhi harga diri dan kepercayaan diri korbannya.

Seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya, kebanyakan korban pemerkosaan mengalami syok, takut, marah, malu, dan merasa bersalah. Efek setelahnya mencakup panik, kilas balik, atau mimpi buruk yang meningkatkan depresi dan sulit melupakannya.

Dengan kondisi tersebut, dampak pemerkosaan bagi psikologis korban bisa lebih ekstrem. Banyak korban yang tidak mendapatkan dukungan mungkin berpikir untuk bunuh diri sebagai cara untuk melarikan diri dari rasa sakit dan kesulitan yang luar biasa.

Baca Juga: Ini Dampak yang Bisa Terjadi pada Anak Korban Pelecehan Seksual

Itulah dampak psikologis korban pemerkosaan yang harus diwaspadai. Jika menjadi korban pemerkosaan dan mengalami dampaknya, segera tangani agar tidak semakin parah. Semoga informasi ini bermanfaat ya, teman Sehat!

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Suicidal thoughts and feelings. https://www.forthvalleyrapecrisis.org.uk/suicidal-thoughts-and-feelings/ (Diakses pada 17 Desember 2021)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. The Effects of Rape. https://www.idas.org.uk/our-services/sexual-violence/the-effects-of-rape/ (Diakses pada 17 Desember 2021)
  3. Anonim. Tanpa Tahun. Flashbacks. https://www.rainn.org/articles/flashbacks (Diakses pada 17 Desember 2021)
  4. Tull, Matthew. 2021. PTSD After Sexual Assault. https://www.verywellmind.com/symptoms-of-ptsd-after-a-rape-2797203 (Diakses pada 17 Desember 2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi