Terbit: 5 May 2023
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Salah satu jenis penyakit berbahaya yang harus diwaspadai adalah tumor otak. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa berkembang menjadi penyakit yang mematikan. Simak penjelasan lengkap mengenai gejala, penyebab, hingga cara mengobatinya di bawah ini.

Tumor Otak: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa itu Tumor Otak?

Tumor otak adalah suatu kondisi yang terjadi akibat pertumbuhan (proliferasi) abnormal dari jaringan di otak. Tidak semua tumor dapat berubah menjadi ganas (kanker otak), sebagian tetap berupa tumor jinak

Pertumbuhan tumor jinak atau ganas dapat menyebabkan tekanan di dalam tengkorak meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak dan ini bisa mengancam jiwa.

Tumor otak memiliki berbagai ukuran, dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Beberapa tumor ukuran kecil ditemukan karena menimbulkan suatu gejala. Sebagian tumor otak akan ditemukan ketika sudah berukuran besar. 

Seberapa Umum Penyakit Tumor Otak Terjadi?

Menurut Kementerian Kesehatan, angka kejadian kanker otak ganas di seluruh dunia berdasarkan angka standar populasi dunia sebanyak 3,4 per 100.000 penduduk. 

Sementara angka kematian sebanyak 4,25 per 100.000 penduduk per tahun. Angka kematian lebih tinggi pada pria daripada wanita. 

Tumor otak merupakan penyakit yang dapat dialami semua orang pada usia berapapun. Yayasan Kanker Indonesia menyebutkan bahwa kasus tumor otak umum ditemukan pada anak-anak usia 3-12 tahun dan orang dewasa yang berusia 40-70 tahun.

Pada orang dewasa, tumor otak lebih sering ditemukan ketika sel tumor sudah menyebar ke organ tubuh lain. 

– Iklan –

Gejala Tumor Otak

Gejala kondisi ini tergantung dari lokasi, ukuran dan jenis tumor itu sendiri. Tumor dengan ukuran yang sangat kecil bisa tidak menimbulkan tanda sama sekali, namun untuk tumor yang cenderung besar dapat menimbulkan gejala.

Berikut beberapa gejala yang umum dirasakan, di antaranya:

1. Sakit Kepala

Ciri-ciri tumor otak stadium awal biasanya adalah munculnya sakit kepala, ini karena tumor yang menekan saraf sensitif dan pembuluh darah dapat menyebabkan sakit kepala.

Jika sering merasakan sakit kepala daripada sebelumnya, atau bahkan terasa lebih buruk daripada sebelumnya, kemungkinan Anda menderita tumor ini.

Akan tetapi, sakit kepala mungkin juga disebabkan oleh berbagai alasan seperti telat makan, kurang tidur, gegar otak, atau stroke.

2. Mual dan Muntah

Tanda tumor ini biasanya terjadi terus menerus dan penyebabnya tidak diketahui secara jelas. Tetapi, ketidakseimbangan hormon akibat tumor menyebabkan mual dan muntah.

Mual dan muntah juga gejala tumor stadium awal, jadi segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Kejang

Ketika tumor menekan sel-sel saraf di otak, maka akan terjadi gangguan sinyal listrik dan menyebabkan kejang. Kejang terkadang menjadi gejala tumor stadium awal, tetapi ini bisa terjadi pada tahap berapa pun. Sebagian penderita tumor setidaknya mengalami satu kali kejang.

Meski begitu, kejang tidak selalu berasal dari tumor otak. Penyebab kejang lainnya seperti masalah neurologis, penyakit otak, dan penarikan obat.

4. Lemas dan Mati Rasa

Tubuh terasa lemah tanpa diketahui apa penyebabnya, namun tanda tumor ini terjadi karena tubuh melawan tumor. Sebagian tumor juga menyebabkan mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki, yang mengindikasikan tumor di bagian otak tertentu.

Lemas atau mati rasa juga dapat terjadi karena efek samping pengobatan kanker. Gejala tumor ini juga disebabkan kondisi lainnya, seperti multiple sclerosis, neuropati diabetik, dan sindrom Guillain-Barre.

5. Kelelahan

Kelelahan terasa tidak biasa pada seluruh bagian tubuh dan terjadi terus-menerus merupakan tanda tumor ini. Tubuh juga terasa berat untuk bergerak dan sering merasa ngantuk di siang hari.

6. Perubahan Suasana Hati

Tumor di otak dapat mengganggu fungsi otak, memengaruhi kepribadian dan perilaku. Tumor otak juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang tidak dapat diketahui secara jelas. Misalnya, seseorang yang awalnya aktif kemudian menjadi pasif, atau orang yang mudah bergaul berubah menjadi sensitif.

7. Mudah Lupa dan Bingung

Tumor otak di lobus frontal atau temporal menyebabkan Anda menjadi sering lupa, kesulitan konsentrasi dan sering kebingungan.

Kondisi ini pada akhirnya membuat Anda tidak dapat melakukan banyak aktivitas dan mengalami kesulitan merencanakan apa pun. Gejala tumor ini bisa memburuk oleh kelelahan.

8. Gangguan Penglihatan

Penglihatan kabur, penglihatan ganda, dan kehilangan penglihatan menjadi tanda dan gejala tumor otak.

Anda juga dapat melihat bintik-bintik bening yang seolah melayang pada mata, kondisi ini tidak berbahaya namun membuat penglihatan buram.

9. Depresi

Depresi adalah gejala yang umum terjadi setelah seseorang didiagnosa  mengidap tumor ini. Bahkan orang-orang di sekitarnya, seperti perawat atau anggota keluarga juga dapat mengalami depresi selama perawatan. 

Gejalanya seperti berikut:

  • Perasaan sedih terus-menerus.
  • Kehilangan minat.
  • Kurang berenergi dan sulit tidur.
  • Pikiran ingin melukai diri sendiri atau bunuh diri.
  • Perasaan bersalah atau tidak berharga.

10. Masalah Pendengaran

Tumor otak dapat menekan saraf yang berhubungan dengan pendengaran. Kondisi ini akan menyebabkan sensasi telinga yang berdenging secara terus menerus atau dalam dunia medis dikenal dengan tinnitus. 

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Anda disarankan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter jika mengalami gejala atau tanda yang sudah disebutkan di atas, terlebih jika gejala yang dialami tidak kunjung mereda atau hilang.

Gejala yang sudah disebutkan memang mirip dengan gejala penyakit ringan biasa, tetapi jika Anda ragu pada kondisi yang dialami, konsultasi dengan dokter merupakan langkah yang tepat. Semakin awal tumor otak ditemukan, maka semakin efektif pengobatannya. 

Penyebab Tumor Otak

Tumor otak dapat berasal dari sel otak itu sendiri (bersifat primer), atau dapat pula terjadi akibat metastasis sel kanker dari organ lain ke otak melalui aliran darah atau limfe (bersifat sekunder).

Meski begitu, penyebab kondisi ini belum dapat diketahui secara pasti dan menyeluruh. Akan tetapi, penelitian menemukan bahwa sel otak abnormal yang berkembang dengan cepat merupakan penyebab tumor berkembang menjadi ganas.

Tumor otak, sama seperti tumor lainnya terbentuk karena perubahan DNA di dalam sel. DNA adalah senyawa kimia yang membentuk gen, mengontrol bagaimana sel-sel tubuh berfungsi.

Baca Juga: Mengenali Perbedaan Tumor Ganas dan Tumor Jinak

Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena tumor ini, di antaranya:

1. Usia

Tumor lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua, meskipun orang dari segala usia dapat mengalami hal ini.

2. Jenis Kelamin

Secara umum pria lebih mungkin berisiko mengalami penyakit ini daripada wanita. Tetapi, beberapa jenis tumor tertentu lebih sering terjadi pada wanita, salah satunya meningioma.

3. Ras

Tumor otak secara umum lebih sering terjadi di antara orang Kaukasia atau orang kulit putih. Namun, orang Afrika-Amerika lebih cenderung terkena meningioma.

4. Riwayat Keluarga

Kanker dapat diwariskan secara genetik atau turun temurun, sekitar 5 hingga 10 persen dari semua kanker. Tetapi, jarang tumor diwariskan secara genetik.

Jika beberapa orang di keluarga Anda telah menderita tumor ini, konsultasikanlah dengan dokter. Dokter mungkin dapat merekomendasikan konselor genetik.

5. Paparan Kimia

Zat kimia tertentu yang mungkin terdapat di lingkungan kerja dapat meningkatkan risiko tumor ini. Oleh karena itu, memperhatikan bahan-bahan kimia apa saja yang ada di tempat kerja adalah sesuatu yang penting untuk menurunkan risiko terkena kondisi ini.

6. Paparan Radiasi

Seseorang yang terpapar radiasi pengion memiliki risiko lebih tinggi terkena tumor otak. Paparan radiasi pengion bisa melalui terapi kanker radiasi tinggi. Anda juga dapat terpapar radiasi dari nuklir yang bocor.

7. Tidak Memiliki Riwayat Cacar Air

Seseorang yang memiliki riwayat cacar air pada masa kanak-kanak memiliki risiko lebih rendah terkena tumor ini. Jadi, jika Anda tidak pernah mengalami cacar air maka risiko terkena penyakit lebih tinggi. 

Diagnosis Tumor Otak

Penentuan jenis tumor perlu dilakukan oleh dokter untuk memperkirakan seberapa parah penyakit dan merencanakan pengobatan yang akan dilakukan. Beberapa langkah pemeriksaan yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. CT scan dan MRI

Untuk pasien-pasien yang dicurigai atau telah terdiagnosa tumor otak, dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan CT Scan dan MRI untuk melihat adanya tumor atau tidak.

2. Rontgen Dada

Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu mengetahui apakah tanda tumor berasal dari suatu metastasis yang kemungkinan besar berasal dari dada.

3. Pemeriksaan Cairan Serebrospinal

Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat adanya suatu sel-sel tumor dan juga sebagai marker tumor. Namun, biasanya pemeriksaan ini tidak rutin dilakukan terutama untuk pasien yang mempunyai massa otak yang lumayan besar. 

Pada umumnya, diagnosis yang dilakukan dalam bentuk diagnosis histologi ini ditegakkan melalui suatu pemeriksaan patologi anatomi.

4.  Biopsi Stereostatik

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosis adanya suatu kedudukan pada tumor dan untuk memberikan suatu dasar pada pengobatan serta informasi pada prognosis.

5. Angiografi

Tes ini ini menggunakan pewarna yang disuntikkan ke dalam arteri, biasanya di area selangkangan. Zat warna akan mengalir ke arteri di otak.

Cara ini memungkinkan dokter dapat melihat seperti apa suplai darah tumor. Informasi ini bermanfaat ketika operasi.

6. Rontgen Kepala

Tumor otak dapat menyebabkan fraktur atau patah pada tulang tengkorak, dan rontgen menggunakan sinar X dapat menunjukkan di mana letak fraktur.

Jenis Tumor Otak

Tumor otak terbagi menjadi 130 jenis lebih, akan tetapi, berikut ini jenis tumor yang tergolong sering terjadi:

1. Glioma

Jenis ini termasuk yang paling umum dan mulai tumbuh di otak atau sumsum tulang belakang, termasuk astrositoma, ependymoma, glioblastoma, oligoastrocytoma, dan oligodendroglioma.

Asal mula glioma masih belum diketahui, namun diperkirakan tumbuh dari sel glial atau sel prekursor glial. Sel glial adalah sel pendukung yang membantu sistem saraf di otak.

2. Meningioma

Ini adalah jenis tumor yang muncul dari selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Sebagian besar meningioma bersifat non-kanker.

Meningioma dapat menimbulkan gejala serius jika tumbuh dan menekan otak atau sumsum tulang belakang, atau bahkan tumbuh ke dalam jaringan otak.

3. Neuroma Akustik (Schwannomas)

Ini adalah tumor jinak yang berkembang pada saraf yang mengontrol keseimbangan dan pendengaran pada telinga bagian dalam ke otak.

4. Adenoma Pituitari

Jenis tumor ini sebagian besar adalah tumor jinak yang berkembang di kelenjar hipofisis pada dasar otak. Tumor ini dapat memengaruhi hormon hipofisis yang berdampak di seluruh tubuh.

5. Medulloblastoma

Ini adalah jenis tumor otak paling umum pada anak-anak. Medulloblastoma mulai tumbuh di bagian belakang bawah otak dan cenderung menyebar melalui cairan tulang belakang. Jenis tumor ini jarang terjadi pada orang dewasa.

6. Limfoma Sistem Saraf Pusat

Jenis tumor yang sangat agresif menyerang sistem imun di kelenjar getah bening. Kondisi ini biasa terjadi pada lansia berusia 60-80 tahun, tetapi juga lebih umum pada orang dewasa yang lebih muda.

7. Tumor Sel Germinal

Tumor sel germinal dapat berkembang selama masa kanak-kanak di mana testis atau ovarium akan terbentuk. Tetapi, terkadang tumor sel germinal dapat menyerang bagian lain dari tubuh, seperti otak.

8. Craniopharyngioma

Tumor non-kanker yang jarang ini muncul di sekitar kelenjar hipofisis otak, kelenjar yang berfungsi mengeluarkan hormon untuk mengendalikan fungsi tubuh.

Craniopharyngioma tumbuh secara perlahan-lahan dapat menyerang kelenjar pituitari dan struktur lain di sekitar otak.

Baca Juga5 Manfaat Omega-3 untuk Kesehatan Otak, Jangan Dilewatkan

Stadium Tumor Otak

Tingkat tumor dapat diketahui setelah melalui pengamatan melalui mikroskop, berikut penjelasannya:

  • Stadium I

Tumornya masih jinak dan umumnya tidak menyerang jaringan atau menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sel-selnya hampir menyerupai sel otak normal dan akan tumbuh secara perlahan.

  • Stadium II

Jaringannya ganas. Sel-selnya tidak begitu terlihat seperti sel normal daripada sel-sel dalam tumor stadium I.

  • Stadium III

Jaringan ganas memiliki sel yang terlihat sangat berbeda dari sel normal. Sel-sel abnormal akan tumbuh secara aktif (anaplastik).

  • Stadium IV

Jaringan ganas memiliki sel-sel yang dapat terlihat paling tidak normal dan cenderung tumbuh cepat.

Pengobatan Tumor Otak

Berikut ini adalah beberapa jenis pengobatan yang bisa digunakan untuk mengusahakan kesembuhan tumor otak, di antaranya:

1. Operasi

Prosedur pengangkatan tumor melalui operasi membutuhkan observasi yang mendalam sebelum prosedur medis ini dilakukan. Sel tumor yang terus bertambah ukurannya maupun menyebar bisa membahayakan otak secara keseluruhan. 

Namun, jika operasi berpotensi membahayakan jaringan otak yang sehat, maka dokter hanya akan mengangkat tumor sebagian agar tidak terjadi efek yang tidak diinginkan.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah prosedur pengobatan dengan memanfaatkan obat-obatan kimiawi baik melalui injeksi/suntikan maupun oral.

3. Radioterapi

Selain kemoterapi, radioterapi juga bisa menjadi alternatif pengobatan untuk penderita tumor ini. Pengobatan radioterapi menggunakan sinar radiasi yang dosis atau intensitasnya disesuaikan dengan parah tidaknya tumor, maupun usia dan kondisi badan penderita.

4. Terapi Target

Perawatan tumor dengan obat yang ditargetkan berfokus pada kelainan spesifik yang ada dalam sel kanker. Perawatan ini yang ditargetkan dapat membunuh sel kanker.

5. Rehabilitasi Setelah Perawatan

Tumor otak bisa tumbuh di bagian otak yang mengontrol keterampilan motorik, bicara, penglihatan, dan pemikiran, jadi penderita tumor mungkin sangat memerlukan rehabilitasi untuk pemulihan.

Tergantung pada kebutuhan pasien, dokter dapat menganjurkan beberapa terapi berikut:

  • Terapi fisik membantu mengembalikan keterampilan motorik yang hilang atau kekuatan otot.
  • Terapi okupasi untuk membantu Anda kembali beraktivitas dengan normal, seperti bekerja atau aktivitas sehari-hari lainnya.
  • Terapi wicara dengan ahli patologi wicara-bahasa, untuk membantu kesulitan berbicara.
  • Bimbingan untuk anak-anak usia sekolah dapat membantu mengatasi perubahan dalam memori dan berpikir setelah menderita tumor.

6. Pengobatan Tumor Otak Lainnya

Selain pengobatan di atas, terdapat beberapa perawatan tambahan yang dapat membantu mengatasi tumor, di antaranya akupunktur, meditasi, olahraga, terapi seni, terapi musik, dan relaksasi.

Baca Juga: 11 Makanan untuk Otak yang Patut Dikonsumsi Setiap Hari

Obat untuk Perawatan Tumor Otak

Obat yang digunakan pada umumnya berguna untuk mengurangi gejala tumor. Beberapa obat tersebut, di antaranya:

1. Kortikosteroid

Obat kortikosteroid seperti deksametason biasanya digunakan untuk mengurangi pembengkakan di sekitar tumor otak, yang pada akhirnya dapat membantu meringankan sakit kepala dan gejala lainnya.

2. Obat Antikejang (Antikonvulsan)

Obat-obatan juga dapat diberikan untuk mengurangi risiko kejang pada penderita tumor. Obat anti kejang yang berbeda dapat digunakan.

Obat-obatan ini dapat memengaruhi cara kerja obat-obatan lain seperti kemoterapi di dalam tubuh, sehingga tidak diberikan kecuali tumor telah menyebabkan kejang.

3. Hormon

Kelenjar hipofisis dapat membantu mengontrol kadar berbagai hormon dalam tubuh. Jika kelenjar hipofisis rusak oleh tumor atau oleh perawatan tumor (seperti operasi atau terapi radiasi), Anda mungkin memerlukan hormon hipofisis atau hormon lain untuk menggantikan yang hilang.

Pencegahan Tumor Otak

Belum ada cara yang diketahui untuk mencegah tumor primer. Tetapi, memahami apa saja risiko yang menjadi penyebab tumor dapat menghindari Anda dari berbagai kondisi tersebut.

Sedangkan, beberapa tumor otak sekunder yang awalnya dimulai pada organ lain dapat dicegah. Misalnya, menghindari produk tembakau untuk mengurangi risiko kanker paru-paru, sehingga mengurangi kemungkinan sel kanker paru-paru muncul di otak.

 

  1. Anonim. Tumor Grades and Types. https://abc2.org/guidance/brain-cancer-facts/tumor-grades-and-types. (Diakses pada 28 Februari 2023)
  2. Anonim. 2019. Brain Tumor Overview. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/brain-tumor-overview-a-to-z. (Diakses pada 28 Februari 2023)
  3. Anonim. 2023. Brain tumor. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brain-tumor/symptoms-causes/syc-20350084. (Diakses pada 28 Februari 2023).
  4. Anonim. 2020. Other Drug Treatments for Adult Brain and Spinal Cord Tumors. https://www.cancer.org/cancer/brain-spinal-cord-tumors-adults/treating/other-drug-treatments.html. (Diakses pada 28 Februari 2023)
  5. Anonim. 2018. Mengenal Kanker Otak. https://yayasankankerindonesia.org/article/mengenal-kanker-otak. (Diakses pada 28 Februari 2023).
  6. Aman, Renindra A, et. all. Tumor Otak. http://202.70.136.213/guidelines_read.php?id=1&cancer=6. (Diakses pada 28 Februari 2023).
  7. Lights, Verneda. 2022. Understanding Brain Tumor. https://www.healthline.com/health/brain-tumor. (Diakses pada 28 Februari 2023).
  8. Pietrangelo, Ann. 2021. Brain Tumor Warning Signs and Symptoms You Should Know. https://www.healthline.com/health/brain-tumor-warning-signs#general-signs-andsymptoms. (Diakses pada 28 Februari 2023)
  9. Rowden, Adam. 2019. Types, Symptoms, and Treatment of A Brain Tumor. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315625.php. (Diakses pada 28 Februari 2023).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi