Terbit: 23 November 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Spermatorrhea atau sering juga disebut sebagai kebocoran katup air mani adalah kondisi di mana pria mengalami ejakulasi yang tidak disengaja tanpa ereksi, orgasme, atau aktivitas seksual apa pun. Apakah spermatorrhea bisa sembuh? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Spermatorrhea: Gejala, Penyebab, dan Penanganan

Apa itu Spermatorrhea?

Spermatorrhea adalah kondisi ketika air mani keluar tanpa adanya rangsangan seksual. Keadaan ini dianggap sebagai gangguan patologis jika terjadi pada siang hari atau terjadi lebih dari tiga kali seminggu disertai dengan insomnia, pusing, kelemahan pada punggung bagian bawah dan kaki, serta kekurangan energi.

Spermatorrhea juga disebut sebagai kondisi disfungsi seksual pria dan dikaitkan dengan gangguan medis lainnya seperti orchitis, prostatitis, neurosis, dan spermatocystitis.

Gejala Spermatorrhea

Terdapat sejumlah tanda dan gejala dari keadaan ini, beberapa di antaranya juga terkait dengan masalah medis lainnya. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter harus segera dilakukan jika Anda mengalami gejala seperti:

  • Ciri yang paling utama dari spermatorrhea adalah keluarnya air mani secara tidak sengaja atau tanpa ada rangsangan seksual sama sekali.
  • Kelemahan, merupakan akibat dari keluarnya air mani yang berlebihan.
  • Kehilangan nafsu makan atau anoreksia yang dapat menyebabkan kelemahan lebih lanjut.
  • Mengalami stres emosional, frustasi, dan kurang konsentrasi.
  • Keinginan untuk buang air kecil berulang.
  • Mengalami pusing akibat kelemahan dan kelelahan.
  • Gatal dan iritasi di sekitar area genital.
  • Gangguan pencernaan.
  • Sakit punggung.
  • Detak jantung cepat yang tidak biasa.
  • Penis lembek.

Penting untuk diketahui, keterlambatan dalam perawatan dapat menyebabkan masalah medis serius lainnya.

Penyebab Spermatorrhea

Terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan hal ini, mulai dari aktivitas seksual yang tidak teratur, ketidakseimbangan emosional seperti stres/depresi, konsumsi tembakau/alkohol, gangguan hormonal, masalah pada hati, ginjal, jantung, dan limpa, sembelit, gangguan pencernaan, obat-obatan tertentu, fragile nervous system, abstinence, dan insomnia.

Baca Juga: 10 Penyebab Sakit saat Ejakulasi dan Cara Mengatasinya

Penanganan Spermatorrhea

Meskipun ada sejumlah perawatan yang tersedia untuk keadaan ini, mulai dari pengobatan herbal hingga perubahan gaya hidup, Anda harus konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat atau melakukan  perawatan apa pun.

Beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah:

  • Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Berhenti merokok.
  • Mengurangi aktivitas seksual yang berlebihan.
  • Konsumsi makanan yang bernutrisi dan seimbang.
  • Meningkatkan asupan cairan tubuh.

Perawatan Rumahan

Selain beberapa cara di atas, perawatan yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan spermatorrhea yaitu dengan senam kegel. Gerakan yang terbaik adalah ketika Anda tahu otot mana yang harus dirilekskan dan diarahkan. Saat Anda buang air kecil, Anda dapat memahami otot-otot mana yang harus dilatih.

Berikut adalah cara mudah melakukan senam kegel:

  • Kontraksikan otot panggul dan hitung 1-5 dengan sangat lambat.
  • Setelah itu lepaskan otot lagi setelah menghitung dari 1-5.
  • Ulangi latihan ini setidaknya 10 kali sehari.

Obat Ayurveda

Obat ini dapat digunakan sebagai suplemen atau sebagai bubuk yang dicampur dengan susu atau air.

1. Ashwagandha

Ashwagandha adalah ramuan peremajaan Ayurveda. Ramuan ini memainkan peran penting dalam kesehatan seksual pria karena dapat meningkatkan kesehatan otot dan meningkatkan kualitas air mani.

2. Guduchi Root Powder

Ini adalah ramuan Ayurveda yang memiliki rasa yang pahit. Selain digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi dan jumlah sperma, ramuan ini juga sering digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan.

3. Asparagus atau Shatavari

Asparagus pada awalnya digunakan untuk pengobatan sistem reproduksi wanita, tetapi juga dapat meningkatkan jumlah sperma pada pria dan meningkatkan spermatozoa.

4. Gokshura

Gokshura membantu dalam memecahkan banyak masalah pada sistem saraf dan sistem reproduksi pria/wanita. Anda bisa mengonsumsinya dalam bentuk bubuk dan suplemen herbal.

5. Kapikacchu

Kapikacchu adalah ramuan Ayurveda yang memiliki banyak khasiat penyembuhan, terutama untuk sistem reproduksi. Ramuan ini dapat membantu mengatasi masalah sistem reproduksi seperti infertilitas, metal syndrome, dan impotensi.

Itulah pembahasan tentang apa itu spermatorrhea. Silakan konsultasi ke dokter tentang kesehatan reproduksi bila mengalami gejala yang mengkhawatirkan.

 

  1. Jain, P K. 2019. Spermatorrhea – All You Must Know About It!. https://www.lybrate.com/topic/spermatorrhea-all-you-must-know-about-it-db5d/09523f315ca4a869f2d0e6282fcdc903. (Diakses pada 23 November 2021).
  2. Samaddar, Sraya. 2020. Spermatorrhea (Dhat Syndrome) Symptoms, Causes, Treatment, And Prevention. https://www.zotezo.com/connect/spermatorrhea-symptoms-causes-treatment-and-prevention/. (Diakses pada 23 November 2021).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi