Terbit: 3 April 2023
Ditulis oleh: Wulan Anugrah | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Mendekati proses persalinan, wajar saja jika Anda merasa cemas menantikan kelahiran sang buah hati. Anda pastinya menginginkan kelahiran normal dengan kondisi bayi yang sehat, bukan? Namun sebelumnya, sudahkah Anda mengetahui istilah kehamilan aterm? Kenali lebih jauh mengenai persalinan aterm di sini!

Mengenal Kehamilan Aterm dan Manfaatnya bagi Ibu serta Janin

Apa itu Kehamilan Aterm?

Kehamilan aterm adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan usia kehamilan normal. Melansir National Health Service (NHS), kehamilan normal alias full-term terjadi dalam rentang waktu 38 hingga 42 minggu.

Sementara itu, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan Society for Maternal-Fetal Medicine (SMFM) menyebutkan bahwa kehamilan yang baik berlangsung sampai aterm penuh, yaitu antara 39 minggu, 0 hari dan 40 minggu 6 sampai 7 hari.

Perlu Anda ketahui, rentang waktu tersebut adalah satu minggu sebelum dan satu minggu sesudah hari perkiraan lahir (HPL).

Ada sejumlah istilah pada kehamilan aterm tergantung dari usia bayi, menurut ACOG dan SMFM, di antaranya:

  • Early term: 37 minggu, 0 hari, dan 38 minggu, 6 hari.
  • Full term: 39 minggu, 0 hari, dan 40 minggu, 6 hari.
  • Late term: 41 minggu, 0 hari, dan 41 minggu, 6 hari.
  • Post term: 42 minggu, 0 hari.

Jika bayi lahir lebih awal, kehamilan tergolong prematur. Berikut ini rinciannya:

  • Bayi sangat prematur: kelahiran 23-28 minggu.
  • Bayi cukup prematur: kelahiran 29-33 minggu.
  • Bayi prematur terlambat lahir: kelahiran 34-37 minggu.

Baca Juga6 Proses Kehamilan yang Perlu Pasutri Ketahui

Manfaat Memperoleh Kehamilan Aterm

Kehamilan yang sehat akan membantu Anda memperoleh kehamilan aterm. Dengan waktu kehamilan yang cukup, organ-organ tubuh sang buah hati akan berkembang lebih sempurna. Tidak hanya bagi si Kecil, full-term kehamilan juga dapat memberikan manfaat tersendiri bagi ibu.

Berikut ini adalah sejumlah manfaat kehamilan aterm bagi ibu dan bayi:

1. Mendapat Persalinan Lebih Baik

Salah satu manfaat dari usia kehamilan aterm adalah proses persalinan yang berjalan lebih baik. Pasalnya, bayi sudah siap untuk dilahirkan.

Usia kehamilan yang lebih lama bisa saja membutuhkan induksi. Melansir Mayo Clinic, jika usia kehamilan sudah mendekati lebih dari dua minggu hari perkiraan lahir, induksi persalinan mungkin dibutuhkan.

Induksi persalinan sendiri adalah proses untuk merangsang kontraksi rahim sebelum kontraksi alami terjadi. Proses ini akan menyebabkan kontraksi yang lebih kuat dan sering.

Pada akhirnya, kondisi tersebut akan berimbas pada komplikasi persalinan. Melansir Sharp, induksi akan meningkatkan risiko rahim tidak dapat berkontraksi dengan normal setelah persalinan sehingga perdarahan dapat muncul lebih banyak.

2. Mengurangi Risiko Masalah Kesehatan

Bayi yang terlahir selama periode aterm memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah ketimbang bayi yang lahir lebih awal atau lebih lambat dari rentang waktu tersebut.

Sementara itu, bayi yang lahir sebelum 39 minggu (kurang dari full-term) memiliki peluang lebih besar untuk mengalami masalah kesehatan, seperti:

  • Masalah pernapasan.
  • Gula darah rendah.
  • Masalah kesehatan lain yang membutuhkan perawatan khusus di unit perawatan intensif neonatal (NICU).

Umumnya, masalah kesehatan pada bayi yang lahir prematur, antara lain:

  • Gangguan pernapasan.
  • Penyakit kuning.
  • Masalah makan karena sulit mengisap atau menelan.
  • Otak yang lebih kecil dan kurang berkembang.

3. Organ Tubuh Bayi Berkembang Sempurna

Menurut penelitian, pertambahan usia kehamilan setiap minggunya ikut memengaruhi kesehatan bayi di dalam kandungan. Oleh karena itu, usia kehamilan yang cukup dapat mengurangi risiko kesehatan pada bayi.

Kondisi tersebut berkaitan dengan organ tubuh janin yang masih berkembang. Usia kehamilan full-term akan memberikan waktu bagi organ-organ tubuh untuk berkembang secara sempurna.

Perlu Anda ketahui, otak merupakan organ terakhir bayi yang tumbuh. Jika Anda hamil selama 35 minggu, otak bayi hanya memiliki berat dua pertiga dari berat otak bayi yang lahir pada usia 40 minggu.

Mengetahui fakta tersebut, Anda tentu menyadari jika usia kehamilan aterm bisa menurunkan risiko gangguan kesehatan pada bayi. Sebaliknya, bayi yang terlahir kurang dari waktu tersebut memiliki risiko kesehatan lebih besar.

4. Memberikan Kemudahan saat Proses Menyusui

Manfaat kehamilan aterm bagi janin berikutnya adalah membantu proses menyusui. Hal ini berkaitan dengan masalah makan yang kerap terjadi pada bayi yang lahir lebih awal.

Bayi yang lahir dengan usia cukup cenderung lebih mudah mengisap dan menelan. Pasalnya, si Kecil akan mendapatkan waktu yang cukup untuk belajar bernapas, mengisap, dan menelan. Waktu yang dibutuhkan untuk semua proses ini adalah sekitar 34 sampai 36 minggu.

Baca JugaManfaat Mengelus Perut saat Hamil Bagus untuk Perkembangan Janin

Cara Mendapatkan Kehamilan Aterm

Kesehatan ibu dan bayi yang terjaga akan meningkatkan peluang kehamilan aterm terjadi. Maka dari itu, ikuti tips-tips berikut agar kehamilan senantiasa sehat:

  • Jalani Gaya Hidup Sehat

Memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil, menjaga kesehatan, memperhatikan pantangan kehamilan, dan aktif bergerak, adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan gaya hidup sehat selama hamil.

  • Hindari Kebiasaan Buruk

Apabila Anda memiliki kebiasaan, seperti merokok dan minum alkohol, hindarilah selama kehamilan. Kebiasaan tersebut berkaitan dengan risiko terhambatnya pertumbuhan janin di dalam kandungan.

  • Kelola Stres

Kerap kali Bumil mengalami kesedihan hingga mengarah ke depresi. Agar tidak berdampak pada kehamilan, segera atasi stres.

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan, misalnya yoga dan meditasi. Jika dampak dari stres sudah tidak terkendali, bahkan membahayakan ibu dan janin, jangan tunda untuk berkonsultasi ke psikolog.

  • Periksakan Kandungan Secara Rutin

Hal penting lain yang harus Anda perhatikan untuk memperoleh waktu persalinan normal adalah rutin mengontrol kandungan. Dengan demikian, Anda bisa memantau tumbuh kembang janin.

Periksa kandungan rutin juga membantu penanganan dini jika terdapat hambatan pada tumbuh kembangnya.

Nah, demikian penjelasan seputar kehamilan aterm dan deretan manfaatnya. Agar memperoleh full-term kehamilan, ikuti kiat-kiat di atas. Jika merasa ada masalah dengan kehamilan, segeralah periksakan ke dokter kandungan.

 

  1. Anonim. 5 Benefits of A Full-Term Pregnancy. https://www.sharp.com/health-news/5-benefits-of-a-full-term-pregnancy.cfm. (Diakses pada 21 Maret 2022).
  2. Anonim. Appropriate for Gestational age (AGA). https://medlineplus.gov/ency/article/002225.htm. (Diakses pada 21 Maret 2022).
  3. Anonim. Labor Induction. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/labor-induction/about/pac-20385141. (Diakses pada 21 Maret 2022).
  4. Anonim. What is Full Term? https://www.marchofdimes.org/pregnancy/what-is-full-term.aspx#. (Diakses pada 21 Maret 2022).
  5. Anonim. Why Is 40 Weeks so Important? https://www.health.ny.gov/community/pregnancy/why_is_40_weeks_so_important.htm. (Diakses pada 21 Maret 2022).
  6. Anonim. You and Your Baby At 37 Weeks Pregnant. https://www.nhs.uk/pregnancy/week-by-week/28-to-40-plus/37-weeks/. (Diakses pada 21 Maret 2022).

DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi