Terbit: 27 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Polineuropati adalah salah satu penyakit gangguan saraf pada organ tubuh. Penyebabnya bisa bermacam-macam, dan gejalanya dapat sangat mengganggu fungsi tubuh. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya tentang apa itu penyakit polineuropati.

Polineuropati: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Apa Itu Polineuropati?

Polineuropati adalah kondisi dimana saraf seseorang mengalami kerusakan. Penyakit ini adalah penyakit saraf yang paling umum dan menyerang saraf pada permukaan kulit, otot, dan organ tubuh. Sebagai informasi, polineuropati tidak menyerang saraf pada otak.

Kerusakan saraf menyebabkannya tidak dapat mengirimkan sinyal ke otak dan sebaliknya. Penyakit ini juga menyebabkan gejala yang sangat mengganggu fungsi tubuh sehari-hari. Ada dua jenis polineuropati yaitu polineuropati kronis dan akut.

Jenis-Jenis Polineuropati

Berikut ini jenis-jenis polineuropati:

1. Polineuropati akut

Terjadi saat pasien mengalami kondisi ini secara tiba-tiba dan gejalanya tidak selalu muncul. Umumnya karena reaksi autoimun atau infeksi pada saraf. Jika ditangani dengan tepat, polineuropati akut dapat disembuhkan dalam waktu yang relatif singkat.

2. Polineuropati kronis

Jika gejala penyakit telah lama terjadi dan tidak bisa diatasi dengan segera. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit dalam lainnya, seperti diabetes dan kegagalan fungsi ginjal.

Pada kebanyakan kasus penyebab utamanya justru sulit ditentukan karena kondisinya yang sudah menahun.

Baca Juga: 10 Macam Penyakit Saraf dan Gejalanya yang Perlu Anda Kenali

Gejala Polineuropati

Gejala yang dirasakan penderita polineuropati sangat beragam tergantung penyebabnya. Namun, secara umum gejala yang akan dirasakan adalah:

  • Paresthesia, yaitu sensasi kesemutan, gatal, dan mati rasa pada organ tubuh tanpa penyebab yang jelas.
  • Rasa sakit yang tajam dan tiba-tiba. Termasuk rasa panas yang tajam dan menyengat. Rasa ini sering terjadi pada kaki atau tangan yang akan merambat hingga keseluruhan tungkai.
  • Sangat sensitif terhadap sentuhan, yang lazim disebut alodinia.
  • Rasa sakit saat melakukan aktivitas yang seharusnya tidak menyebabkan sakit. Misalnya saat berdiri dan berjalan, memakai selimut tebal, dll.
  • Sering terjatuh, koordinasi tubuh memburuk, mengalami kelelahan dan kelemahan pada otot tubuh.
  • Paralisis, yaitu kondisi lumpuh karena saraf pada bagian tubuh tertentu tidak lagi berfungsi.
  • Kesulitan menelan.
  • Berkeringat sangat banyak padahal cuaca sedang tidak panas.
  • Tekanan darah turun tiba-tiba hingga kepala terasa pusing dan berputar-putar.

Kapan Harus ke Dokter?

Seperti halnya penyakit lain, semakin cepat polineuropati ditangani maka akan semakin baik. Ketika pasien merasakan kebas dan nyeri yang tidak biasa pada tangan atau kaki, tungkai mendadak lemah, maka sebaiknya langsung berkonsultasi ke dokter.

Diagnosis dan perawatan tepat sejak dini akan memperbesar kemungkinan untuk sembuh. Selain itu dengan lebih cepat mengetahui jenis penyakit yang diderita akan mencegah kerusakan yang lebih parah pada saraf.

Penyebab Polineuropati

Penyebab penyakit ini bisa jadi idiopatik, turun temurun maupun didapat tiba-tiba. Jika penyebabnya tidak diketahui secara pasti, maka disebut idiopatik.

Penyebab yang didapat tiba-tiba misalnya infeksi atau luka traumatis. Bisa karena jatuh, kecelakaan, dll. Dapat juga disebabkan oleh kekurangan vitamin tertentu, diabetes atau kanker.

Penyakit ini pun dapat diwariskan turun-temurun oleh orang tua. Dalam kondisi ini, kerusakan saraf terjadi lambat dan bertahap, sehingga tidak terasa sampai kemudian gejalanya mulai mengganggu.

Pada polineuropati akut, penyebabnya bisa jadi:

  • Keracunan pestisida.
  • Penyakit autoimun, dimana tubuh menyerang sel-sel sarafnya sendiri. Misalnya pada penyakit Guillain-Barre Syndrome.
  • Konsumsi antibiotik, antikonvulsan dan obat penenang yang berlebihan
  • Kanker, terutama yang menyerang sistem saraf secara langsung seperti mieloma.

Polineuropati kronis biasanya disebabkan oleh:

  • Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol.
  • Diabetes dan kegagalan fungsi ginjal.
  • Darah keracunan timbal dan metal.
  • Kekurangan nutrisi dan vitamin, misalnya vitamin B12.

Faktor Risiko Polineuropati

Kondisi kesehatan seseorang dapat menjadi faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan polineuropati. Diantaranya adalah:

  • Diabetes
  • Kondisi ginjal dan hati
  • Penyakit autoimun
  • Kecanduan alkohol
  • Infeksi pada tubuh
  • HIV
  • Kebiasaan menggunakan salah satu bagian tubuh secara berulang dalam jangka waktu lama. Misalnya mereka yang bekerja di pabrik. Kondisi ini akan menyebabkan saraf terluka, yang lazim disebut repetitive motion injury.

Diagnosis Polineuropati

Dokter akan menjalankan beberapa tes. Diantaranya adalah tes darah, pemeriksaan sampel urin, biopsi, serta tes pada otot dan saraf menggunakan alat tertentu untuk mengetahui seberapa banyak saraf yang telah rusak.

Pemeriksaan fisik menyeluruh adalah langkah pertama yang diambil dokter. Dengan pemeriksaan ini akan diketahui bagian mana yang paling terganggu oleh rasa sakit. Pemeriksaan fisik juga membantu dokter menemukan otot yang telah rusak sarafnya.

Jika dokter menemukan hal-hal yang ganjil, maka akan dilakukan tes spinal tap atau pemeriksaan sumsum tulang belakang. Hasil yang abnormal menunjukkan pasien menderita Guillain-Barre Syndrome, bukan polineuropati.

Baca Juga: 12 Penyebab Telapak Tangan dan Kaki Panas, Pengobatan hingga Penyakit!

Cara Mencegah Polineuropati

Berikut ini adalah cara untuk mencegah polineuropati:

  • Menjaga gaya hidup sehat. Ini adalah cara paling baik untuk mencegah polineuropati. Menjaga kadar gula darah tetap normal, menghindari rokok dan alkohol, minum air putih yang cukup, dan mengurangi begadang.
  • Mengkonsumsi makanan seimbang dan kaya gizi untuk melindungi sistem saraf. Di antaranya adalah protein dan vitamin B12. Seimbangkan konsumsi buah dan sayur, serealia, kacang-kacangan dan produk peternakan. Jika memerlukan suplemen vitamin B12, konsultasikan dengan dokter.
  • Berolahraga secara teratur, paling tidak tiga kali seminggu selama 30 menit.
  • Kurangi penyebab kerusakan saraf, seperti bergerak repetitif dalam waktu yang lama, posisi tubuh yang salah, terpapar zat kimia tanpa perlindungan, dll.

Pengobatan dan Perawatan Polineuropati

Ketika telah terkena polineuropati, perawatan intensif dan pengobatan secara medis harus dilakukan secara rutin. Perawatan untuk setiap pasien bisa jadi berbeda, tergantung jenis dan penyebab polineuropati.

Dalam beberapa kasus, dokter memberikan penghilang rasa sakit untuk mengurangi nyeri dan rasa tidak nyaman di tempat saraf yang rusak. Perawatan lain yang dapat dilakukan adalah:

1. Mengubah gaya hidup

Tinggalkan alkohol dan jangan melakukan gerakan repetitif dalam jangka waktu lama karena akan menyebabkan kerusakan saraf semakin parah.

Jika polineuropati disebabkan oleh paparan zat kimia, maka harus memakai pelindung agar tidak lagi terpapar ulang.

2. Jika disebabkan oleh luka trauma

Terapi fisik adalah pengobatan untuk polineuropati yang disebabkan oleh luka trauma. Terapi akan memperbaiki kontrol tubuh, membantu mengatasi sakit dan akibat lain dari luka.

3. Untuk kondisi autoimun

  • Kortikosteroid
  • Menyuntikkan globulin melalui pembuluh darah
  • Penggantian plasma, yang akan meluruhkan toksin dari dalam darah

4. Bagi penderita diabetes

Hal pertama yang dilakukan dokter adalah menurunkan kadar gula darah. Bentuk perawatan ini adalah melalui obat oral maupun suntikan insulin.

Terkadang pada pasien diabetes tipe 1, dokter menyarankan operasi untuk mentransplatasi islet sel (sel yang memproduksi insulin) melalui donor pankreas. Tujuannya agar tubuh melepaskan lebih banyak insulin.

5. Bagi penderita kanker

Tidak bisa tidak, pembedahan adalah jalan untuk mereka yang mengidap kanker sekaligus mengidap polineuropati. Setelah itu akan dijalankan kemoterapi pada sel kanker yang menekan susunan saraf.

Itulah pembahasan tentang apa itu polineuropati. Silakan konsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

 

  1. Jewel, Tim. 2017. What Is Polyneuropathy? https://www.healthline.com/health/polyneuropathy. (Diakses pada 23 Januari 2022).
  2. Mayo Clinic. 2022. Peripheral neuropathy. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peripheral-neuropathy/symptoms-causes/syc-20352061. (Diakses pada 23 Januari 2022).
  3. Virginia Mason Fransiscan Health. 2022. Polyneuropathy. https://www.virginiamason.org/polyneuropathy. (Diakses pada 23 Januari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi