Terbit: 15 Oktober 2021 | Diperbarui: 18 Oktober 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Macam-macam penyakit saraf ada lebih dari 600 menurut penelitian di University of California’s Irvine Institute. Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa ratusan juta orang mengalami gangguan saraf yang berbeda di seluruh dunia. Yuk, kenali berbagai jenis penyakit saraf yang umum berikut ini.

10 Macam Penyakit Saraf dan Gejalanya yang Perlu Anda Kenali

Macam-Macam Penyakit Saraf

Ada banyak jenis penyakit dan gangguan yang terkait dengan kesehatan saraf, dan berbagai faktor yang menyebabkan setiap penyakit ini. Berbagai kondisi yang dapat memengaruhi otak dan sistem saraf pusat perlu Anda ketahui agar memudahkan diagnosis dan pengobatannya.

Berikut ini macam-macam penyakit saraf yang umum terjadi:

1. Stroke

Stroke adalah kondisi darurat medis yang terjadi akibat aliran darah ke otak terganggu atau berkurang. Ini menghambat jaringan otak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah. Gejalanya termasuk sulit berjalan, berbicara, dan memahami, dan lumpuh atau mati rasa di wajah, lengan, atau tungkai.

Dalam beberapa menit setelah mulai terjadi stroke, sel-sel di otak akan mulai mati, sehingga menyebabkan kerusakan dan berpotensi mengalami komplikasi permanen. Oleh sebab itu, sangat penting bagi pasien stroke untuk mendapatkan pertolongan medis segera untuk meminimalkan komplikasi tersebut.

2. Multiple sclerosis

Multiple Sclerosis (MS) adalah kondisi sistem saraf pusat (SSP) di mana sistem kekebalan tubuh menyerang SSP. Selubung mielin pelindung yang menutupi serabut saraf mengalami kerusakan, menyebabkan masalah komunikasi antara otak dan tubuh.

Meskipun tidak ada obat untuk penyakit MS, tetapi beberapa pasien dapat merespons dengan baik pengobatan untuk menjaga kualitas hidupnya. Penderita MS mengalami berbagai macam gejala, termasuk kehilangan keseimbangan, kesulitan berjalan, dan kesulitan koordinasi otot.

3. Epilepsi

Epilepsi atau juga dikenal sebagai ayan, adalah gangguan pada sistem saraf pusat di mana aktivitas otak tidak normal mengakibatkan kejang atau menyebabkan perilaku dan sensasi yang tidak biasa.

Terkadang penderita epilepsi mengalami kehilangan kesadaran terhadap lingkungannya selama kejang. Kondisi ini dapat diatasi dengan obat-obatan dan pembedahan.

4. Neuropati perifer

Neuropati perifer atau biasa disebut sebagai neuropati, adalah sekumpulan kondisi yang terkait dengan kerusakan saraf perifer dan gejala yang terjadi karena kerusakan tersebut.

Sistem saraf tepi adalah jaringan saraf yang menghubungkan sistem saraf pusat ke seluruh tubuh. Tingkat keparahan gejalanya dari ringan hingga melumpuhkan, tetapi jarang mengancam jiwa. Ini termasuk nyeri kronis, kurangnya koordinasi tubuh, atau kesemutan, kelemahan, atau mati rasa di bagian saraf yang rusak, dan gejala lainnya.

5. Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson (PD) adalah salah satu macam-macam penyakit saraf. Ini adalah gangguan neurodegeneratif yang mengganggu gerakan tubuh. Parkinson dapat terjadi pada bagian otak yang disebut substantia nigra, di mana hilangnya neuron dopaminergik.

Gejala penyakit ini biasanya berkembang secara bertahap seiring perkembangan penyakit. Tremor atau gemetar adalah gejala yang terjadi pada tangan, lengan, kaki, rahang, atau kepala. Penderitanya juga mungkin mengalami kekakuan di bagian tubuh, kesulitan dengan keseimbangan atau berjalan, gerakan melambat, dan penurunan koordinasi.

Baca Juga: Sistem Saraf pada Manusia: Jenis, Fungsi, Penyakit, dll

6. Demensia

Demensia adalah sekelompok kondisi otak yang mengganggu kemampuan untuk berpikir, bernalar, dan mengingat. Meski jarang, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada kemampuan bahasa, kemampuan mengelola emosi, dan persepsi.

Penyakit demensia biasanya berkembang secara bertahap, tetapi mungkin juga bisa muncul secara tiba-tiba. Kondisi yang mendadak biasanya terkait dengan trauma kepala berat. Jenis demensia yang sering terjadi, termasuk penyakit Alzheimer, demensia vaskular (disebabkan stroke atau penyakit serebrovaskular), dan Lewy body dementia (LBD).

7. Gangguan neurobehavioral dan psikiatri

Kedua gangguan ini terkait antara otak dan perilaku. Gangguan neurobehavioral adalah gangguan yang terkait penyakit otak seperti multiple sclerosis, stroke, dan demensia atau cedera otak.

Sementara gangguan psikiatri atau kejiwaan terkait dengan tidak normalnya fungsi bagian otak yang bertanggung jawab untuk kognisi sosial. Penelitian dan pengobatan untuk gangguan ini terpisah, tetapi tenaga medis sudah memasuki ranah hubungan antara keduanya untuk mengobati dan mendiagnosis berbagai kondisi yang memengaruhi otak.

8. Sakit kepala

Sakit kepala dan migrain juga termasuk dari macam-macam penyakit saraf. Ini merupakan gangguan neurologis yang sering kali dialami kebanyakan orang. Terdapat beberapa jenis sakit kepala dengan sejumlah penyebab dan gejalanya. Jenis sakit kepala yang sering terjadi, termasuk nyeri tajam, berdenyut, atau nyeri.

Migrain adalah jenis sakit kepala yang bisa sangat parah dan bahkan melumpuhkan. Seiring dengan timbulnya sakit kepala, orang yang mengalami migrain mungkin mengalami mual, sensitivitas cahaya dan kebisingan. Gejalanya bisa memburuk ketika bergerak atau membungkuk.

9. Vertigo

Vertigo adalah sensasi pusing seperti berputar-putar, sementara lingkungan diam atau perasaan bahwa dunia di sekitar berputar dan Anda berdiri diam.

Sensasi ini merupakan gejala dari sejumlah kondisi termasuk penyakit Meniere, migrain vestibular, atau vertigo posisional paroksismal jinak (BPPV). Vertigo bisa sembuh dengan sendirinya atau dapat diobati berdasarkan penyebab yang mendasarinya.

10. Meningitis

Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada cairan dan selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

Pembengkakan yang disebabkan meningitis biasanya memicu beberapa tanda dan gejala, seperti sakit kepala, demam, dan leher kaku. Ini dapat terjadi akibat infeksi virus, bakteri, parasit, dan jamur. Beberapa kasus meningitis akan membaik tanpa pengobatan dalam waktu beberapa minggu. namun, yang lain mengancam jiwa dan memerlukan perawatan antibiotik darurat.

Baca Juga: Penyakit Saraf Motorik: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Itulah macam-macam penyakit saraf yang umum terjadi yang perlu Anda kenali. Jika anda memiliki kondisi yang mengindikasikan pada salah satu jenis penyakit ini, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. 9 Neurological Disorders You Need to Know. https://www.regionalneurological.com/neurological-disorders/ (Diakses pada 15 Oktober 2021)
  2. Anonim. 20219. What Are The Different Types of Neurological Disorders?. https://lonestarneurology.net/neurology/what-are-the-different-types-of-neurological-disorders/ (Diakses pada 15 Oktober 2021)
  3. Mayo Clinic Staff. 2020. Meningitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/meningitis/symptoms-causes/syc-20350508 (Diakses pada 15 Oktober 2021)
  4. Mayo Clinic Staff. 2021. Stroke. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stroke/symptoms-causes/syc-20350113 (Diakses pada 15 Oktober 2021)
  5. Olsson, Regan. 2021. 6 Neurological Conditions and Symptoms You Should Look Out For. https://www.bannerhealth.com/healthcareblog/teach-me/6-neurological-conditions-and-symptoms-you-should-look-out-for (Diakses pada 15 Oktober 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi