Terbit: 4 April 2022 | Diperbarui: 5 April 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Polimialgia reumatik atau polymyalgia rheumatica (PMR) adalah penyakit yang menyebabkan nyeri dan kekakuan pada otot dan persendian di beberapa bagian tubuh. Penyakit ini dapat menghambat aktivitas penderitanya. Selengkapnya cari tahu gejala hingga pengobatannya di bawah ini!

Polimialgia Reumatik: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Komplikasi

Apa itu Polimialgia Reumatik?

Polimialgia reumatik adalah gangguan peradangan yang menyebabkan nyeri dan kekakuan otot, terutama di bahu, leher, lengan, dan pinggul. Tanda dan gejala kondisi ini biasanya muncul secara tiba-tiba dan memburuk saat pagi hari.

Kondisi ini terkait dengan gangguan peradangan lain yang disebut giant cell arteritis atau arteritis sel raksasa. Ini dapat menyebabkan sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri rahang dan kulit kepala. Dimungkinkan seseorang memiliki kedua kondisi ini secara bersamaan.

Tanda dan Gejala Polimialgia Reumatik

Tanda dan gejalanya sering kali terjadi di kedua sisi tubuh. Nyeri dan kekakuan di leher dan bahu merupakan gejala yang paling sering terjadi.

Rasa sakit dan kekakuan akibat penyakit ini secara bertahap menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti bahu, pinggul, dan paha.

Gejala polimialgia reumatik yang umum terjadi lainnya, termasuk:

  • Kelelahan.
  • Tidak enak badan.
  • Kehilangan selera makan.
  • Penurunan berat badan yang tiba-tiba dan tanpa sebab yang jelas.
  • Anemia.
  • Demam ringan.
  • Depresi.
  • Rentang gerak terbatas di bagian tubuh yang terkena.

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Segera temui dokter apabila Anda mengalami rasa sakit dan kaku di beberapa bagian tubuh selama lebih dari seminggu, mengganggu waktu tidur, dan membatasi aktivitas. Dokter akan berusaha mencari tahu apa penyebabnya.

Mendiagnosis polymyalgia rheumatica mungkin bisa jadi sulit karena gejalanya mirip dengan banyak kondisi lain, seperti rheumatoid arthritis. Kondisi ini perlu diatasi sebelum polymyalgia rheumatica didiagnosis.

Penyebab Polimialgia Reumatik

Penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Namun, dipercaya bahwa gen dan variasi gen tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan penyakit ini.

Faktor lingkungan juga bisa berperan dalam mengembangkan polymyalgia rheumatica. Dalam kasus baru penyakit ini sering didiagnosis dalam siklus menstruasi dan biasanya terjadi secara musiman.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mungkin ada pemicu lingkungan, seperti infeksi virus. Timbulnya gejala yang cepat juga menunjukkan bahwa penyakit ini dapat dipicu oleh infeksi.

Faktor Risiko Polimialgia Reumatik

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan polymyalgia rheumatica, meliputi:

  • Usia. Penyakit ini jarang terjadi pada orang di bawah 50 tahun. Namun, penyakit ini sering menyerang lansia berusia di atas 65 tahun.
  • Jenis kelamin. Wanita sekitar dua sampai tiga kali lebih mungkin untuk mengembangkan polymyalgia rheumatica.
  • Ras. Kondisi ini paling sering terjadi antara orang kulit putih yang nenek moyangnya berasal dari Skandinavia atau Eropa utara.

Baca Juga: Nyeri Sendi: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

Diagnosis Polimialgia Reumatik

Guna membantu dokter menentukan penyebab rasa sakit dan kekakuan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan sendi dan neurologis.

Selama pemeriksaan, dokter mungkin secara lembut menggerakkan kepala dan anggota badan pasien untuk menilai rentang gerak tubuh pasien.

Dokter mungkin akan menilai kembali diagnosis pasien saat perawatan berlanjut. Beberapa orang yang awalnya diberi diagnosis polymyalgia rheumatica kemudian direklasifikasi memiliki rheumatoid arthritis.

Beberapa tes yang mungkin direkomendasikan oleh dokter, meliputi:

  • Tes darah. Selain memeriksa jumlah darah lengkap pasien, dokter akan mencari dua indikator peradangan, termasuk tingkat sedimentasi eritrosit dan protein C-reaktif. Namun, untuk beberapa penderita polymyalgia rheumatica, tes ini normal atau hanya sedikit tinggi.
  • Tes pencitraan. Ultrasound digunakan untuk membedakan polymyalgia rheumatica dari kondisi lain yang menyebabkan gejala serupa. MRI juga dapat membantu mengidentifikasi penyebab nyeri bahu lainnya, seperti perubahan sendi.

Cara Mengobati Polimialgia Reumatik

Tidak ada obat untuk penyakit ini, tetapi dengan perawatan yang tepat, gejalanya dapat membaik dalam waktu satu hingga dua hari. Adapun perawatannya bisa menggunakan obat-obatan, terapi, dan perubahan gaya hidup.

Berikut ini beberapa perawatan yang dapat membantu mengatasi polymyalgia rheumatica:

1. Obat-obatan

Biasanya menggunakan obat-obatan tertentu untuk membantu meringankan tanda dan gejalanya, termasuk:

  • Kortikosteroid. Dokter dapat meresepkan kortikosteroid dosis rendah seperti prednison, untuk membantu meredakan peradangan. Dosis tipikal adalah 10 hingga 30 miligram per hari. Obat nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen dan naproxen, biasanya tidak efektif untuk mengobati gejala polymyalgia rheumatica.
  • Vitamin D. Dokter mungkin akan meresepkan suplemen kalsium dan vitamin D dosis harian guna membantu mencegah pengeroposan tulang akibat penggunaan kortikosteroid.¬†Suplemen biasanya direkomendasikan jika pasien menggunakan kortikosteroid selama lebih dari 3 bulan.
  • Metotreksat. Ini adalah obat penekan kekebalan tubuh, yang mungkin berguna di awal pengobatan atau nanti. Obat diberikan jika pasien kambuh atau tubuh tidak menanggapi obat kortikosteroid.

2. Terapi fisik

Dokter mungkin juga akan menganjurkan terapi fisik untuk membantu meningkatkan kekuatan dan meningkatkan jangkauan gerak pasien. Namun, jika sudah lama melakukan aktivitas terbatas, mungkin pasien mendapat manfaat dari terapi fisik. Konsultasikan dengan dokter tentang apakah terapi fisik adalah pilihan yang tepat.

3. Gaya hidup sehat

Mempertahankan gaya hidup sehat juga bisa membantu mengurangi efek samping kortikosteroid, berikut di antaranya:

  • Makan makanan sehat. Mengonsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein rendah lemak dan produk susu akan memberikan nutrisi bagi tubuh. Batasi juga asupan garam dalam makanan untuk mencegah penumpukan cairan dan hipertensi.
  • Olahraga. Melakukan olahraga secara teratur bisa membantu memperkuat tulang dan otot serta mencegah penambahan berat badan.
  • Istirahat yang cukup. Tubuh memerlukan istirahat untuk pulih dari olahraga dan aktivitas sehari-hari.
  • Menggunakan alat bantu. Cobalah mempertimbangkan untuk menggunakan troli atau alat bantu lainnya untuk membantu mempermudah aktivitas sehari-hari.

Apabila gejalanya tidak membaik dengan pengobatan, maka polymyalgia rheumatica mungkin bukan penyebab rasa sakit dan kekhawatiran Anda. Dalam hal ini, dokter mungkin akan melakukan tes tambahan untuk memeriksa gangguan rematik lainnya, seperti osteoartritis, radang sendi, dan demam rematik.

Baca Juga: 10 Jenis Rematik yang Harus Dikenali dan Cara Mengatasinya

Komplikasi Polimialgia Reumatik

Gejala polymyalgia rheumatica bisa sangat menyulitkan penderita penyakit ini untuk melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk:

  • Bangun dari tempat tidur, berdiri dari kursi, atau turun dari mobil.
  • Menyisir rambut atau mandi.
  • Berpakaian.

Beberapa kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan, interaksi sosial, aktivitas fisik, tidur, dan kesehatan secara umum.

Apakah Polimialgia Reumatik Bisa Dicegah?

Tidak ada cara untuk mencegah polymyalgia rheumatica. Adapun tindakan pencegahan berfokus pada pencegahan efek samping obat yang digunakan untuk mengobati penyakit ini.

 

  1. Anonim. 2019. Polymyalgia rheumatica. https://www.nhs.uk/conditions/polymyalgia-rheumatica/treatment/. (Diakses pada 4 April 2022)
  2. Higuera, Valencia. 2021. Polymyalgia Rheumatica. https://www.healthline.com/health/polymyalgia-rheumatica. (Diakses pada 4 April 2022)
  3. Mayo Clinic Staff. 2020. Polymyalgia rheumatica. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/polymyalgia-rheumatica/symptoms-causes/syc-20376539. (Diakses pada 4 April 2022)
  4. Shiel Jr, William C. 2021. Polymyalgia Rheumatica (PMR). https://www.medicinenet.com/polymyalgia_rheumatica/article.htm. (Diakses pada 4 April 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi