Terbit: 5 Januari 2022 | Diperbarui: 6 Januari 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung bukanlah kondisi yang mengancam jiwa. Namun, jika keadaan ini tidak ditangani dengan dengan benar Anda bisa mengalami masalah kesehatan yang lebih serius. Apa saja komplikasi GERD yang bisa terjadi? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

6 Komplikasi GERD yang Perlu Anda Waspadai

Jenis Komplikasi yang Disebabkan oleh GERD

Komplikasi yang disebabkan oleh penyakit asam lambung bisa berbagai macam, hal itu dikarenakan gangguan yang disebabkan penyakit ini umumnya terkait dengan kondisi lainnya.

Pada beberapa kasus, keadaan ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius, terutama jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Berikut adalah beberapa komplikasi GERD yang bisa terjadi, di antaranya:

1. Esofagitis

Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat memicu peradangan di kerongkongan, suatu kondisi yang dikenal sebagai esofagitis. Kondisi ini membuat aktivitas menelan menjadi sulit dan terkadang menyakitkan.

Gejala lain yang bisa terjadi adalah:

  • Sakit tenggorokan.
  • Suara serak.
  • Sensasi perih dan panas seperti terbakar di dada (heartburn).

Esofagitis kronis yang tidak diobati dapat menyebabkan esophageal ulcers dan esophageal strictures, kondisi yang juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker.

2. Esophageal Ulcers

Asam lambung dapat merusak lapisan kerongkongan sehingga menyebabkan tukak lambung yang menyakitkan. Jenis tukak ini dikenal sebagai esophageal ulcer. Beberapa gejala yang bisa terjadi adalah:

  • Sensasi terbakar di dada.
  • Gangguan pencernaan.
  • Nyeri saat menelan.
  • Mual.
  • Tinja berdarah.

Namun, tidak semua orang yang memiliki esophageal ulcer memiliki gejala.

Jika tidak diobati, keadaan ini dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius seperti esophageal perforation (lubang di kerongkongan) atau bleeding ulcer.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Pemicu Asam Lambung Naik yang Harus Diwaspadai

3. Striktur Esofagus

Ketika GERD tidak diobati, penyakit tersebut dapat memicu peradangan, jaringan parut, atau pertumbuhan jaringan abnormal (neoplasia) di kerongkongan. Akibatnya, kerongkongan bisa menjadi lebih sempit dan kencang.

Kondisi yang dikenal sebagai striktur esofagus ini sering kali membuat aktivitas menelan menjadi sulit atau menyakitkan. Hal ini pada akhirnya dapat mempersulit makanan dan cairan untuk mengalir dari kerongkongan ke perut, serta membuat pernapasan terasa menyempit.

Dalam beberapa kasus, makanan padat bisa tersangkut di kerongkongan sehingga meningkatkan risiko tersedak. Efek jangka panjangnya, kesulitan menelan makanan dan cairan dapat menyebabkan Anda kekurangan gizi.

4. Pneumonia Aspirasi

Asam lambung yang naik ke tenggorokan atau mulut dapat terhirup ke dalam paru-paru. Gangguan ini dapat menyebabkan pneumonia aspirasi, infeksi paru-paru yang menyebabkan gejala seperti:

  • Demam.
  • Batuk.
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Mengi.
  • Kelelahan.
  • Muncul warna biru pada kulit.

Pneumonia aspirasi bisa menjadi serius dan  bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani.

Perawatan biasanya melibatkan antibiotik, sedangkan pada kasus yang lebih parah, rawat inap dan perawatan suportif untuk pernapasan dibutuhkan.

Baca Juga: 11 Buah untuk Penderita Asam Lambung yang Aman Dikonsumsi

5. Barrett’s Esophagus

Kerusakan berkelanjutan pada kerongkongan yang disebabkan oleh asam lambung dapat memicu perubahan seluler pada lapisan kerongkongan.

Kondisi ini membuat sel-sel skuamosa yang melapisi esofagus bagian bawah digantikan oleh sel-sel kelenjar. Sel-sel ini mirip dengan yang melapisi usus.

Terdapat sedikit risiko bahwa sel-sel kelenjar ini dapat menjadi kanker dan menyebabkan kanker kerongkongan.

Barrett’s esophagus umumnya terjadi pada sekitar 10-15 persen orang yang menderita GERD. Penyakit ini cenderung memengaruhi pria hampir dua kali lebih tinggi daripada wanita.

6. Kanker Esofagus

Seseorang yang menderita GERD berada pada risiko yang sedikit lebih tinggi untuk mengalami kanker esofagus atau yang dikenal sebagai adenocarcinoma. Kanker ini memengaruhi bagian bawah kerongkongan dan menyebabkan gejala seperti:

  • Kesulitan menelan.
  • Penurunan berat badan.
  • Nyeri dada.
  • Batuk.
  • Gangguan pencernaan parah.
  • Heartburn parah.

Kanker esofagus sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Gejala biasanya terlihat setelah kanker mencapai stadium yang lebih lanjut.

 

  1. Vandergriendt, Carly. 2020. Can Acid Reflux Cause Life Threatening Complications?. https://www.healthline.com/health/can-acid-reflux-kill-you. (Diakses pada 5 Januari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi