Terbit: 29 Desember 2021 | Diperbarui: 30 Desember 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Penumpukan atau pengendapan berbagai jenis mineral dalam urine bisa menyebabkan seseorang mengalami kencing batu. Jika Anda mengalami kondisi ini, mengetahui berbagai pantangan kencing batu adalah sesuatu yang penting. Apa saja makanan dan minuman yang harus Anda hindari? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

4 Pantangan untuk Penderita Kencing Batu (Harus Dipatuhi)

Pantangan Penyakit Kencing Batu

Sebelum menjelaskan mengenai pantangan makanan kencing batu, penting diketahui bahwa batu dapat terbentuk di ginjal, saluran kemih, atau kandung kemih. Pola diet, kelebihan berat badan, kondisi medis, konsumsi suplemen/obat-obatan tertentu adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan kencing batu.

Berikut adalah berbagai pantangan kencing batu yang wajib Anda tahu, di antaranya:

1. Kurang Minum Air Putih

Seseorang yang memiliki riwayat batu ginjal, biasanya dokter akan merekomendasikan minum air putih sekitar 2 liter/hari. Bahkan, dokter mungkin meminta Anda untuk memantau urine yang Anda keluarkan untuk memastikan apakah Anda minum air dalam jumlah yang cukup.

Jika Anda tinggal di iklim yang panas, kering, atau sering berolahraga, Anda mungkin perlu minum lebih banyak air. Jika warna urine tidak pekat, hal tersebut mungkin menandakan bahwa tubuh mendapatkan cukup asupan cairan.

2. Makanan dengan Kandungan Asam Oksalat

Jika tubuh Anda memiliki kecenderungan membentuk batu kalsium oksalat, dokter mungkin merekomendasikan untuk membatasi makanan dengan kandungan asam oksalat, seperti rhubarb, bit, okra, bayam, lobak Swiss, ubi jalar, kacang-kacangan, teh, cokelat, lada hitam, dan produk kedelai.

Baca Juga: Batu Kandung Kemih: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

3. Asupan Garam Berlebih

Pantangan kencing batu berikutnya adalah garam. Anda harus mengurangi jumlah asupan garam dalam makanan. Pertimbangkan untuk menggunakan produk pengganti garam dalam setiap masakan. Selain itu, pilihlah camilan dengan kandungan garam yang rendah.

4. Hati-Hati saat Mengonsumsi Suplemen Kalsium

Kalsium dalam makanan tidak terkait dengan peningkatan risiko batu ginjal. Anda tetap bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan kalsium kecuali dokter menyarankan sebaliknya. Namun, Anda harus berhati-hati jika ingin mengonsumsi suplemen kalsium.

Konsultasi dengan dokter diperlukan sebelum Anda mengonsumsinya, karena suplemen kalsium telah dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal. Untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan, Anda bisa mengonsumsinya saat makan.

Sementara itu, diet rendah kalsium dapat meningkatkan pembentukan batu ginjal pada beberapa orang. Mintalah saran dari ahli diet untuk membantu mengembangkan rencana makan yang mengurangi risiko batu ginjal.

Baca Juga: Sakit saat Kencing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Dalam banyak kasus, batu ginjal kecil dapat keluar dengan sendirinya dan tidak memerlukan perawatan apa pun.

Jika Anda dapat mengatasi rasa sakit dengan obat yang dijual bebas dan tidak memiliki tanda-tanda infeksi atau gejala parah, Anda mungkin tidak memerlukan perawatan.

Namun, jika Anda mengalami salah satu dari gejala berikut, Anda harus segera mencari penanganan medis:

  • Darah dalam urine.
  • Demam.
  • Panas dingin.
  • Urine keruh atau berbau busuk.
  • Muntah.
  • Sakit parah di punggung atau di pinggang.
  • Rasa sakit saat buang air kecil.
  • Kesulitan buang air kecil.

Selain itu, jika Anda memiliki batu ginjal berulang konsultasi dengan dokter diperlukan, bahkan jika gejala hilang tanpa pengobatan.

Dokter dapat membantu mengembangkan rencana untuk mencegah pembentukan batu ginjal dan melindungi Anda dari komplikasi jangka panjang.

Meskipun batu ginjal bisa menjadi masalah yang menyakitkan dan membuat frustrasi, terdapat beberapa pilihan pengobatan yang tersedia. Banyak obat dan prosedur medis yang dapat membantu mengelola gejala dan mendorong keluarnya batu ginjal.

Selain itu, tetap terhidrasi dengan baik dan membuat perubahan diet dapat mencegah pembentukan batu ginjal dalam jangka panjang.

 

  1. Anonim. Kidney stones. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-stones/diagnosis-treatment/drc-20355759. (Diakses pada 29 Desember 2021).
  2. Anonim. 2021. Everything You Need to Know About Kidney Stones. https://www.healthline.com/health/kidney-stones. (Diakses pada 29 Desember 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi