Terbit: 30 September 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Penyakit arteri perifer adalah penyumbatan aliran darah ke tangan dan kaki yang menyebabkan nyeri. Jika kondisi ini tidak mendapatkan penanganan, amputasi adalah risiko yang bisa Anda alami. Simak penjelasan selengkapnya mulai dari gejala, penyebab, hingga pengobatannya di bawah ini.

Penyakit Arteri Perifer: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Apa itu Penyakit Arteri Perifer?

Penyakit arteri perifer (PAD) adalah penyempitan pembuluh darah arteri yang menghambat aliran darah ke lengan atau kaki. Kondisi ini biasanya mengindikasikan penumpukan lemak di arteri atau disebut aterosklerosis. Aterosklerosis dapat menyebabkan penyempitan arteri yang dapat mengurangi aliran darah di kaki dan lengan.

Penyempitan arteri menyebabkan darah tidak dapat mengalir untuk membawa oksigen dan nutrisi dari jantung ke lengan dan kaki. Jika tidak mendapatkan perawatan, kondisi ini dapat memicu kematian jaringan (gangren) yang meningkatkan risiko amputasi (umumnya menyerang kaki).

Gejala Arteri Perifer

Sebagian besar orang dengan PAD tidak menunjukkan gejala. Namun, beberapa orang ada yang mengalami rasa sakit di kaki ketika berjalan, meski begitu kondisi ini bisa hilang setelah beberapa menit istiraha. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut klaudikasio intermiten.

Kedua kaki biasanya terkena dalam waktu yang bersamaan, meskipun rasa sakitnya mungkin lebih buruk di satu kaki.

Arteri perifer juga memiliki gejala lain, antara lain:

  • Bulu kaki rontok.
  • Mati rasa atau kelemahan pada kaki.
  • Kuku kaki rapuh dan tumbuh lambat.
  • Borok (luka terbuka) di kaki yang sulit sembuh.
  • Perubahan warna kulit di kaki seperti menjadi pucat atau kebiruan.
  • Kulit mengkilap.
  • Disfungsi ereksi pada pria.
  • Otot-otot di kaki menyusut (wasting).

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Gejala penyakit arteri perifer sering kali berkembang secara perlahan seiring waktu. Apabila gejalanya berkembang dengan cepat atau tiba-tiba memburuk, kemungkinan bisa menjadi tanda masalah serius yang membutuhkan perawatan medis sesegera mungkin.

Penyebab Arteri Perifer

PAD sering kali disebabkan oleh aterosklerosis, yakni penumpukan lemak yang mengandung kolesterol (plak) di dinding arteri. Kondisi ini dapat mengurangi aliran darah melalui arteri.

Aterosklerosis dapat memengaruhi arteri di seluruh tubuh. Ketika ini terjadi pada arteri yang menyuplai darah ke anggota badan, efeknya menyebabkan penyakit arteri perifer.

Sementara itu, penyebab penyakit arteri perifer yang jarang terjadi, antara lain:

  • Peradangan di pembuluh darah.
  • Perubahan pada otot atau ligamen.
  • Cedera pada lengan atau kaki.
  • Paparan radiasi.

Faktor Risiko Arteri Perifer

Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini, antara lain:

  • Merokok.
  • Penyakit diabetes.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit arteri perifer, penyakit jantung, atau stroke.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Kolesterol tinggi.
  • Obesitas (indeks massa tubuh di atas 30).
  • Tingginya kadar asam amino (homosistein) yang meningkatkan risiko penyakit arteri koroner.
  • Usia di atas 65 tahun atau di atas 50 tahun jika memiliki faktor risiko aterosklerosis.

Baca Juga: Giant Cell Arteritis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Diagnosis Arteri Perifer

Dokter akan memulai melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda PAD, misalnya pemeriksaan aliran darah di kaki dan mendengarkan suara mendesing di arteri kaki.

Dokter mungkin akan melakukan tes lain, termasuk:

  • Angiogram. Tes ini menggunakan jarum untuk memasukkan pewarna ke dalam aliran darah pasien sebelum menggunakan sinar-X untuk menemukan arteri yang tersumbat.
  • Ankle-brachial index (ABI). Ini adalah tes yang biasa digunakan untuk PAD; dengan tujuan untuk membandingkan tekanan darah di kaki bagian bawah dan lengan atas.
  • Tes darah. Tes untuk memeriksa faktor risiko seperti diabetes, kolesterol tinggi, atau trigliserida tinggi yang terkait dengan PAD.
  • Ultrasonografi (USG) pada pembuluh tangan atau kaki sesuai letak keluhan pasien. Tes yang menggunakan gelombang suara untuk memeriksa aliran darah melalui pembuluh darah. USG Doppler adalah jenis pemeriksaan khusus untuk melihat arteri yang tersumbat atau menyempit.

Pengobatan Arteri Perifer

Dokter mungkin awalnya merekomendasikan langkah sederhana untuk membantu mengelola gejala dan menjaga agar penyakit ini tidak semakin parah. Perawatan ini termasuk:

  • Mengendalikan kolesterol dan tekanan darah.
  • Mengontrol kadar gula darah, terutama penderita diabetes.
  • Mengonsumsi makanan yang sehat.
  • Rajin olahraga.
  • Berhenti merokok.

Penderita PAD mungkin juga direkomendasikan dokter untuk mendapat perawatan medis, berikut di antaranya:

1. Angioplasti

Prosedur perawatan ini menggunakan kateter, selang tipis, untuk memasukkan balon kecil ke dalam arteri. Ketika dipompa, balon akan mendorong plak keluar untuk memperlebar arteri dan memulihkan aliran darah. Dokter mungkin juga akan memasang selang jala (stent) ke dalam arteri agar tetap terbuka.

2. Obat-obatan

Obat cilostazol dapat membantu meredakan gejala PAD. Obat lainnya seperti pentoxifylline dapat membantu mengatasi sirkulasi darah yang buruk. Dokter mungkin juga akan meresepkan aspirin atau obat pengencer darah lain, atau mungkin obat untuk menurunkan kolesterol, tekanan darah, atau gula darah.

3. Operasi

Jika diperlukan, dokter dapat mengendalikan aliran darah di sekitar arteri yang tersumbat dengan prosedur yang disebut cangkok bypass (bypass graft). Dokter bedah membuat jalur di sekitar arteri yang tersumbat dengan pembuluh darah sehat dari bagian lain tubuh atau sintetis.

Baca Juga: Patent Ductus Arteriosus (PDA): Penyebab, Gejala, Pengobatan

Komplikasi Arteri Perifer

Jika memiliki gejala setelah menjalani prosedur perawatan PAD, sesegera mungkin hubungi dokter. Gejala yang muncul bisa menjadi tanda-tanda infeksi atau komplikasi lain.

Berikut ini sejumlah komplikasi, di antaranya:

  • Pembengkakan, pendarahan, atau nyeri di mana kateter masuk ke kulit.
  • Sakit dada.
  • Sesak napas.
  • Demam.
  • Pusing.
  • Sakit perut.
  • Pembengkakan di kaki.
  • Sayatan operasi yang masih terbuka.

Cara Mencegah Arteri Perifer

Cara yang terbaik untuk mencegah sakit kaki akibat PAD melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, antara lain:

  • Berhenti merokok.
  • Mengontrol gula darah.
  • Mengelola tekanan darah dan kolesterol.
  • Konsumsi makanan yang rendah lemak jenuh.
  • Olahraga teratur, tetapi tanyakan kepada dokter tentang jenis olahraga dan seberapa sering yang terbaik untuk Anda.
  • Mempertahankan berat badan yang sehat.

Perlu Anda ketahui, gejala PAD sering kali sulit dideteksi terutama pada tahap awal. Untuk itu, alangkah baiknya melakukan pemeriksaan rutin untuk membantu diagnosis dini dan pengobatan untuk mencegah komplikasi.

 

  1. Anonim. 2019. Peripheral arterial disease (PAD). https://www.nhs.uk/conditions/peripheral-arterial-disease-pad/treatment/. (Diakses pada 29 September 2022)
  2. Anonim. 2022. Peripheral Artery Disease (PAD). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17357-peripheral-artery-disease-pad#diagnosis-and-tests. (Diakses pada 29 September 2022)
  3. Anonim. 2022. Peripheral artery disease (PAD). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peripheral-artery-disease/symptoms-causes/syc-20350557. (Diakses pada 29 September 2022)
  4. Hoffman, Matthew. 2021. What Is Peripheral Artery Disease (PAD)?. https://www.webmd.com/heart-disease/peripheral-artery-disease-of-the-legs. (Diakses pada 29 September 2022)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi