Terbit: 8 Januari 2021
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Hipertensi yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi hipertensi maligna. Seberapa bahayakah jenis hipertensi yang satu ini? Simak informasi selengkapnya mulai dari gejala, penyebab, pengobatan, hingga pencegahannya.

Hipertensi Maligna: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Hipertensi Maligna?

Hipertensi maligna—atau hipertensi darurat—adalah tekanan darah tinggi yang berkembang pesat dan menyebabkan beberapa jenis kerusakan organ. Tekanan darah normalnya berada di bawah atau sama dengan 120/80. Namun, seseorang dengan hipertensi maligna memiliki tekanan darah di atas 180/120. Hipertensi ini termasuk ke dalam kondisi darurat medis sehingga harus segera mendapat penanganan medis.

Ciri dan Gejala Hipertensi Maligna

Gejala utama hipertensi maligna adalah tekanan darah yang meningkat pesat menjadi 180/120 atau bahkan lebih tinggi, dan tanda-tanda kerusakan organ (biasanya kerusakan terjadi pada ginjal atau mata). Gejala umum adalah perdarahan dan pembengkakan pada pembuluh darah kecil retina. Saat terkena mata, hipertensi ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan.

Gejala hipertensi maligna lainnya meliputi:

  • Penglihatan kabur
  • Nyeri dada (angina)
  • Sulit bernafas
  • Pusing
  • Mati rasa di lengan, kaki, dan wajah
  • Sakit kepala parah
  • Sesak napas

Keadaan darurat hipertensi juga dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai ensefalopati hipertensi. Ini secara langsung memengaruhi kinerja otak. Gejala gangguan ini meliputi:

  • Sakit kepala parah
  • Penglihatan kabur
  • Kebingungan
  • Tubuh lesu
  • Kejang

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan mengalami gejala-gejala yang mengarah pada kondisi hipertensi darurat ini. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ini merupakan kondisi darurat medis yang dapat mengancam keselamatan jiwa apabila tidak segera tertangani.

Penyebab Hipertensi Maligna

Hipertensi darurat kebanyakan terjadi pada orang dengan riwayat tekanan darah tinggi. Kondisi ini utamanya terjadi pada orang yang tekanan darahnya sudah di atas 140/90 mmHg. Menurut sebuah penelitian pada tahun 2012, sekitar 1 hingga 2 persen orang dengan tekanan darah tinggi berpotensi mengembangkan hipertensi maligna.

Beberapa kondisi kesehatan juga kabarnya turut menjadi penyebab seseorang mengalami hipertensi darurat. Ini termasuk:

  • Gangguan ginjal atau gagal ginjal
  • Penggunaan obat-obatan seperti kokain, amfetamin, pil KB, atau penghambat oksidase monoamine (MAOIs)
  • Kehamilan
  • Preeklamsia, yang umum terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, tetapi terkadang dapat terjadi pada awal kehamilan atau bahkan pascapartum
  • Penyakit autoimun
  • Cedera tulang belakang yang menyebabkan bagian dari sistem saraf menjadi terlalu aktif
  • Renal stenosis, yakni kondisi ketika pembuluh darah pada ginjal mengalami penyempitan
  • Penyempitan aorta, yakni pembuluh darah utama yang meninggalkan jantung
  • Tidak minum obat untuk tekanan darah tinggi

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dan mengalami perubahan pada gejala normal Anda, segera dapatkan bantuan medis. Juga, cari pertolongan medis segera jika Anda mengembangkan gejala baru yang berhubungan dengan keadaan hipertensi ini.

Faktor Risiko Hipertensi Maligna

Hipertensi maligna jarang terjadi. Sekitar 1 persen orang yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi mengembangkan kondisi yang mengancam jiwa ini.

Seseorang berisiko lebih besar untuk mengalami gangguan medis yang satu ini apabila:

  • Berjenis kelamin pria
  • Berasal dari Afrika dan Amerika
  • Merokok
  • Tidak mendapatkan akses kesehatan yang mumpuni

Diagnosis Hipertensi Maligna

Dalam mendiagnosis hipertensi maligna, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan. Pemeriksaan meliputi:

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda terlebih dahulu, termasuk pengobatan apa pun yang Anda lakukan untuk tekanan darah tinggi. Dokter juga akan mengukur tekanan darah dan mendiskusikan gejala yang Anda alami saat ini, seperti perubahan penglihatan, nyeri dada, atau sesak napas. Ini akan membantu dokter Anda menentukan apakah penanganan darurat perlu atau tidak.

2. Menentukan Kerusakan Organ

Tes lain dapat dilakukan untuk melihat apakah kondisi Anda menyebabkan kerusakan organ. Misalnya, tes darah yang mengukur nitrogen urea darah atau blood urea nitrogen (BUN) dan kreatinin.

Tes BUN mengukur jumlah produk limbah dari pemecahan protein dalam tubuh. Kreatinin adalah bahan kimia yang diproduksi oleh kerusakan otot. Ginjal Anda membersihkannya dari darah Anda. Jika ginjal tidak berfungsi normal, tes ini akan memberikan hasil yang tidak normal.

Dokter Anda mungkin juga akan melakukan tes-tes berikut ini:

  • Tes darah untuk memeriksa serangan jantung
  • Ekokardiogram atau ultrasonografi untuk melihat fungsi jantung
  • Tes urine untuk memeriksa fungsi ginjal
  • Elektrokardiogram (EKG) untuk mengukur fungsi listrik jantung
  • USG ginjal untuk mencari masalah ginjal tambahan
  • Pemeriksaan mata untuk menentukan apakah telah terjadi kerusakan pada mata
  • CT scan atau MRI scan otak untuk memeriksa perdarahan atau stroke
  • Rontgen dada untuk melihat jantung dan paru-paru

Pengobatan Hipertensi Maligna

Hipertensi maligna adalah kondisi darurat medis dan perlu mendapat perawatan rumah sakit (umumnya di unit perawatan intensif). Dokter akan mempertimbangkan gejala dan kesehatan Anda secara keseluruhan saat memutuskan rencana perawatan apa yang terbaik. Tujuan pengobatan adalah untuk menurunkan tekanan darah Anda secepat mungkin.

Anda akan menerima obat tekanan darah melalui infus, yang merupakan cara tercepat untuk mengobati tekanan darah yang sangat tinggi. Setelah tekanan darah berada pada tingkat yang aman, obat-obatan dapat dialihkan ke bentuk oral. Jika Anda mengalami gagal ginjal, Anda mungkin memerlukan dialisis ginjal. Perawatan lain tergantung pada gejala spesifik dan kemungkinan penyebab hipertensi.

Pencegahan Hipertensi Maligna

Beberapa kasus hipertensi darurat dapat dicegah. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, penting untuk memeriksakan tekanan darah secara teratur. Penting juga bagi Anda untuk meminum semua obat resep dari dokter tanpa melewatkan dosis satu pun. Jangan lupa untuk menerapkan gaya hidup sehat dan ikuti nasihat dokter Anda.

Pastikan untuk merawat kondisi kesehatan yang sedang berlangsung yang dapat membuat Anda berisiko mengalami hipertensi darurat. Cari pengobatan segera jika Anda mengalami gejala apa pun. Anda akan membutuhkan perawatan segera untuk membantu meminimalisir kerusakan organ.

Tips Menurunkan Tekanan Darah

Untuk menurunkan tekanan darah Anda, ikuti tips berikut:

  • Terapkan diet sehat untuk menurunkan tekanan darah Anda. Cobalah diet DASH yang efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah. Ini termasuk makan buah-buahan, sayuran, produk susu rendah lemak, makanan tinggi kalium, dan biji-bijian. Ini juga termasuk menghindari atau membatasi lemak jenuh.
  • Batasi asupan garam hingga 1500 miligram (mg) per hari jika Anda berusia di atas 50 tahun, atau jika Anda menderita diabetes, hipertensi, maupun penyakit ginjal kronis. Hindari makanan olahan yang notabene tinggi kandungan sodiumnya.
  • Berolahragalah minimal 30 menit per hari.
  • Turunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan (obesitas).
  • Kelola stres Anda. Lakukan teknik manajemen stres-seperti pernapasan dalam atau meditasi—setiap hari secara teratur.
  • Jika Anda merokok, berhentilah merokok.
  • Batasi minuman beralkohol menjadi dua kali per hari jika Anda pria dan satu minuman per hari jika Anda wanita atau berusia di atas 65 tahun.
  • Periksa tekanan darah Anda secara berkala.

 

  1. Anonim. Malignant Hypertension. https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/guide/what-is-malignant-hypertension#1 (accessed on 8 January 2021)
  2. Anonim. Malignant Hypertension. https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=96924 (accessed on 8 January 2021)
  3. Burke, D. 2019. What Is Malignant Hypertension (Hypertensive Emergency)? https://www.healthline.com/health/malignant-hypertension#treatments (accessed on 8 January 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi