Terbit: 6 Desember 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Angiosarcoma adalah jenis kanker langka yang terbentuk di lapisan pembuluh darah atau pembuluh getah bening. Simak penjelasan lengkap mengenai gejala hingga pengobatannya di bawah ini.

Angiosarcoma: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa itu Angiosarcoma?

Angiosarcoma adalah tumor ganas langka dan agresif yang muncul dari sel-sel endotel yang biasanya melapisi dinding pembuluh darah atau limfatik. Keadaan ini dapat terjadi di setiap organ tubuh tetapi lebih sering ditemukan di kulit dan jaringan lunak.

Kanker jenis ini juga dapat berasal dari hati, payudara, limpa, tulang, atau jantung. Selain itu, keadaan ini dapat terjadi di area yang sebelumnya diobati dengan terapi radiasi. Sedangkan untuk perawatan, hal tersebut dilakukan tergantung pada lokasi kanker.

Gejala Angiosarcoma

Tanda dan gejala jenis kanker langka ini dapat bervariasi berdasarkan lokasi area tubuh yang terkena. Meski begitu, keadaan ini paling sering terjadi di kulit kepala dan leher.

Tanda yang bisa dikenali antara lain:

  • Area kulit yang menonjol berwarna keunguan terlihat seperti memar.
  • Lesi tumbuh besar dari waktu ke waktu.
  • Dapat berdarah saat digaruk atau terbentur.
  • Terjadi pembengkakan di area sekitar lesi.

Sementara jika kanker ini memengaruhi organ seperti hati atau jantung, rasa sakit biasanya terjadi di mana organ tersebut berada. Gejala lain tergantung pada lokasi angiosarcoma.

Jika Anda memiliki gejala yang muncul berulang kali dan membuat Anda khawatir, konsultasi dengan dokter diperlukan.

Baca Juga: 11 Gejala Kanker Getah Bening yang Jarang Disadari

Penyebab Angiosarcoma

Meskipun sejumlah pakar telah mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini, penyebab pasti kenapa seseorang bisa mengalami kanker jenis ini belum diketahui dengan pasti.

Namun para ahli menyadari bahwa terdapat sesuatu yang menyebabkan sel di lapisan pembuluh darah atau pembuluh getah bening mengembangkan kesalahan (mutasi) dalam kode genetiknya.

Mutasi memberitahu sel untuk tumbuh dengan cepat dan membuat lebih banyak sel abnormal. Sel-sel abnormal terus hidup ketika sel-sel lain akan mati.

Hasilnya adalah penumpukan sel abnormal yang tumbuh dari pembuluh darah atau pembuluh getah bening yang terkena. Seiring waktu, sel-sel dapat pecah dan menyebar (bermetastasis) ke area lain di tubuh.

Faktor Risiko Angiosarcoma

Terdapat beberapa hal yang dapat membuat Anda lebih mungkin untuk memiliki kanker jenis adalah:

  • Sedang menjalani perawatan dengan terapi radiasi.
  • Limfedema, pembengkakan yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh getah bening.
  • Paparan beberapa bahan kimia, termasuk arsenik, vinyl chloride, dan thorium dioxide.
  • Lesi yang sudah ada sebelumnya.

Baca Juga: Osteosarcoma: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Diagnosis Angiosarcoma

Sejumah tes dan prosedur dapat digunakan untuk membantu menentukan diagnosis angiosarcoma adalah:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa Anda secara menyeluruh untuk memahami kondisi yang sebenarnya.
  • Mengambil sampel jaringan untuk pengujian (biopsi). Dokter akan mengambil sampel jaringan yang mencurigakan untuk pengujian laboratorium.
    Analisis di laboratorium dapat mendeteksi sel kanker dan menentukan karakteristik tertentu dari sel kanker, sehingga dapat memandu dokter untuk melakukan perawatan yang sesuai.
  • Tes pencitraan. Metode ini dapat memberi informasi pada dokter tentang tingkatan kanker. Tes mungkin termasuk MRI, CT, dan positron emission tomography (PET). Tes mana yang Anda jalani bergantung pada kondisi.

Pengobatan Angiosarcoma

Perawatan untuk kanker jenis ini tergantung pada lokasi, ukuran, dan apakah kanker telah menyebar ke area lain di tubuh. Pilihan perawatan yang bisa dilakukan adalah:

  • Operasi

Tujuan dari operasi adalah untuk menghilangkan angiosarcoma seluruhnya. Dokter bedah akan mengangkat kanker dan beberapa jaringan sehat yang mengelilinginya.

Dalam beberapa kasus, operasi mungkin bukan pilihan, misalnya jika kanker sangat besar atau telah menyebar ke area lain di tubuh.

  • Terapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi—seperti sinar-X dan proton—untuk membunuh sel kanker. Perawatan ini kadang-kadang digunakan setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa. Selain itu, metode ini juga bisa menjadi pilihan jika Anda tidak bisa menjalani operasi.

  • Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan yang menggunakan obat-obatan atau bahan kimia untuk membunuh sel kanker. Metode ini dapat menjadi pilihan jika angiosarcoma telah menyebar ke area lain. Dalam situasi tertentu, pengobatan mungkin dikombinasikan dengan terapi radiasi jika Anda tidak dapat menjalani operasi.

 

  1. Anonim. Angiosarcoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/angiosarcoma/symptoms-causes/syc-20350244. (Diakses pada 6 Desember 2021).
  2. Anonim. 2019. What Is Angiosarcoma?. https://www.webmd.com/cancer/what-is-angiosarcoma. (Diakses pada 6 Desember 2021).
  3. Ngan, Vanessa. 2017. Angiosarcoma. https://dermnetnz.org/topics/angiosarcoma. (Diakses pada 6 Desember 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi