Terbit: 18 July 2022 | Diperbarui: 22 July 2022
Ditulis oleh: Wulan Anugrah | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Telat haid sebulan kerap kali dikaitkan dengan kehamilan. Padahal, tidak haid 1 bulan juga bisa disebabkan oleh berbagai hal lain. Apa saja yang menjadi penyebab menstruasi terlambat? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. 

Tidak Hanya Hamil, Ini 12 Penyebab Telat Haid

Penyebab Telat Haid

Menstruasi tergolong telat jika datang bulan tidak kunjung terjadi selama lebih dari 38 hari sejak terakhir kali Anda menstruasi. Telat haid juga bisa terjadi apabila siklus menstruasi Anda sangat teratur, tetapi tiba-tiba terlambat selama tiga hari.

Anda mungkin bertanya-tanya, telat haid sebulan apakah pertanda hamil? Ternyata tidak demikian adanya. Faktanya, terdapat sejumlah penyebab lain yang dapat memengaruhi siklus menstruasi wanita.

Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab Anda telat datang bulan:

1. Kehamilan

Terlambat datang bulan memang umum terjadi akibat kehamilan. Penyebab ini perlu dicurigai jika Anda aktif secara seksual serta tidak menggunakan alat kontrasepsi ketika berhubungan.

Namun, Anda tidak bisa langsung menyimpulkan telat haid sebulan yang dialami terjadi akibat kehamilan. Untuk memastikannya, lakukan test pack. Selain itu, agar hasil lebih akurat, konsultasikan kepada dokter.

2. Olahraga Berlebihan

Tidak dimungkiri, olahraga mendatangkan sejumlah manfaat sehat untuk kesehatan. Sayangnya, jika dilakukan secara berlebihan, olahraga tidak akan mendatangkan manfaat yang diharapkan.

Justru terdapat dampak buruk yang bisa terjadi, salah satunya adalah telat haid.

Ketika Anda olahraga berlebihan, akan terjadi gangguan hormonal yang membuat siklus haid Anda menjadi tidak teratur.

Selain itu, ketika tubuh tiba-tiba kehilangan lemak, maka energi pada tubuh akan terkuras. Akibatnya, produksi hormon pengatur menstruasi ikut berkurang.

Baca Juga10 Penyebab Menstruasi Lama dan Cara Mengatasinya

3. Stres

Penyebab telat haid selama satu bulan atau lebih lainnya adalah stres. Apabila stres tidak dikendalikan dengan baik, produksi hormon yang mengatur ovulasi dan siklus menstruasi akan terganggu.

Sebaiknya konsultasikan ke dokter jika stres terjadi berkepanjangan, bahkan sampai membuat Anda melewatkan satu siklus menstruasi.

4. Obesitas

Berat badan berlebih bisa menjadi salah satu kondisi yang patut Anda curigai ketika mengalami haid yang terlambat.

Obesitas akan memengaruhi regulasi hormon estrogen dan progesteron. Obesitas juga akan mengakibatkan tubuh memproduksi hormon estrogen secara berlebihan. Hal ini akan menyebabkan siklus menstruasi terganggu, bahkan bisa menghentikannya.

5. Penurunan Berat Badan Secara Signifikan

Selain berat badan berlebih, penurunan berat badan yang terjadi secara instan juga dapat menjadi penyebab telat haid sebulan.

Jika tubuh terlampau kurus, siklus menstruasi akan terganggu. Ini karena tubuh kekurangan nutrisi dan lemak yang dibutuhkan untuk memproduksi hormon.

6. Penyakit Kronis

Terlambat datang bulan dapat terjadi sebagai efek dari penyakit kronis, seperti penyakit celiac dan diabetes. Ini terjadi akibat perubahan gula darah pada penderita yang akan memengaruhi hormonal dalam tubuh.

Selain itu, meski kasusnya jarang, diabetes yang tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan siklus menstruasi tidak teratur.

7. Gangguan Tiroid

Tidak hanya penyakit kronis, telat haid sebulan juga bisa terjadi sebagai akibat dari adanya gangguan tiroid.

Tiroid bekerja dengan mengatur metabolisme tubuh. Kerja tiroid ini juga akan memengaruhi kadar hormon dalam tubuh.

Jika kerjanya terlalu aktif atau sebaliknya, Anda bisa mengalami siklus menstruasi yang terlambat, bahkan tidak terjadi sama sekali.

Baca Juga8 Penyebab Nyeri pada Dubur saat Menstruasi

8. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Sindrom PCOS adalah kelainan hormon yang bisa mengakibatkan telat haid sebulan. Kondisi ini terjadi ketika tubuh memproduksi lebih banyak hormon androgen pria. Akibatnya, kista pada ovarium bisa terbentuk karena ketidakseimbangan hormon ini.

PCOS juga dapat mengakibatkan wanita mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, bahkan menghentikan siklus tersebut.

9. Kelebihan Hormon Prolaktin

Prolaktin adalah hormon yang dihasilkan dari kelenjar pituitari, yaitu kelenjar yang terletak di dalam otak. Hormon ini biasanya akan meningkat ketika Anda sedang menyusui.

Kendati begitu, terdapat beberapa kondisi yang bisa meningkatkan produksi hormon ini, yaitu adanya tumor kelenjar pituitari pada otak dan penyakit ginjal.

Produksi hormon prolaktin yang tidak normal pada sejumlah kondisi di atas dapat memengaruhi fungsi hormon lain, yaitu progesteron dan estrogen. Keduanya merupakan hormon yang berperan terhadap menstruasi.

10. Penggunaan Alat Kontrasepsi

Kontrasepsi hormonal mengandung progestin atau estrogen. Kedua hormon ini akan menghentikan ovulasi dan mencegah kehamilan terjadi.

Jika pelepasan sel telur tidak terjadi, menstruasi tidak akan terjadi.

Beberapa jenis kontrasepsi yang dapat memengaruhi siklus menstruasi yaitu kontrasepsi oral, kontrasepsi suntik, alat kontrasepsi hormonal (IUD), dan sebagainya.

11. Premature Ovarian Insufficiency (POI)

Wanita akan mengalami menopause saat memasuki usia 45 sampai 55 tahun. Jika terjadi lebih awal, misalnya pada usia 40 tahun, waspadai kondisi premature ovarian insufficiency (POI), yaitu gangguan pada ovarium yang terjadi lebih dini. Kondisi ini bisa menyebabkan telat haid, tapi testpack negatif.

Kondisi ini terjadi ketika pada 40 tahun, ovarium  sudah berhenti memproduksi sel telur. Selain operasi pengangkatan ovarium, POI dapat terjadi akibat kelainan genetik dan penyakit autoimun.

Baca Juga13 Fakta Menstruasi yang Harus Dipahami Pria dan Wanita

12. Perimenopause dan menopause

Perimenopause adalah periode transisi antara masa produktif ke menopause. Masa transisi ini berlangsung sekitar satu sampai dua tahun, bahkan hingga beberapa tahun. Selama perimenopause siklus menstruasi akan terpengaruh.

Sementara itu, menopause adalah masa ketika siklus menstruasi berakhir. Kondisi ini umumnya terjadi pada wanita yang sudah berusia 45 sampai 55 tahun.

Itulah beberapa penyebab siklus datang terjadi terlambat. Telat haid sebulan atau lebih apakah wajar atau tidak sebenarnya tergantung dari penyebabnya. Jika karena kehamilan, telat datang bulan menjadi hal yang wajar.

Pastikan Anda berkonsultasi ke dokter kandungan jika mengalami terlambat haid untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

 

  1. Anonim. 2021. Why Is My Period Late? https://health.clevelandclinic.org/why-is-my-period-late/. (Diakses pada 18 Juli 2022).
  2. DiGiacinto, Jessica. 2022. Why Is My Period Late? 8 Possible Reasons. https://www.healthline.com/health/womens-health/why-is-my-period-late#. (Diakses pada 18 Juli 2022).
  3. Anonim. 2021. Symptoms of Pregnancy: What Happens First. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/symptoms-of-pregnancy/art-20043853. (Diakses pada 18 Juli 2022).
  4. Weiss, Robin Ellise. 2022. Why is My Period Late? 10 Reasons and What to Do. https://www.verywellhealth.com/reasons-you-missed-your-period-2757503. (Diakses pada 18 Juli 2022).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi