Terbit: 14 Maret 2022 | Diperbarui: 15 Maret 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Terapi ECMO adalah alat bantu medis sebagai penggganti fungsi paru-paru dan jantung yang tidak berfungsi dengan baik. Alat ini dapat membantu pasien gagal fungsi paru-paru dan jantung melewati masa kritis. Selengkapnya simak dalam penjelasan di bawah ini.

Terapi ECMO: Definisi, Cara Kerja, Manfaat, dan Risiko

Apa itu Terapi ECMO?

Extracorporeal membrane oxygenation (ECMO) adalah alat bantu hidup buatan yang dapat membantu orang yang memiliki paru-paru dan jantung tidak berfungsi dengan baik. ECMO digunakan selama kondisi yang mengancam nyawa, seperti kerusakan paru-paru akibat infeksi, atau syok setelah serangan jantung.

Alat ini terus menerus memompa darah keluar dari tubuh dan kemudian mengirimkannya melalui serangkaian perangkat yang menambahkan oksigen dan menghilangkan karbon dioksida. Setelah itu, darah kemudian dipompa kembali ke tubuh.

Cara Kerja ECMO

Terapi ECMO adalah pengaturan kompleks yang hanya dapat digunakan dengan pasien yang membutuhkan perawatan intensif atau kritis. Selama proses terapi, darah mengalir keluar dari tubuh dan melalui “sirkuit” ECMO sebelum dipompa kembali ke tubuh.

Komponen sirkuit termasuk yang berikut ini:

  • Cannula. Merupakan tabung yang berfungsi sebagai titik masuk atau keluar sementara dari tubuh. Cannulae adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan lebih dari satu.
  • Pompa. Alat ini untuk mendorong darah melalui sirkuit ECMO. Dalam kasus di mana jantung juga tidak dapat bekerja dengan baik, ECMO mampu membantu jantung dan paru-paru secara bersamaan.
  • Oksigenator/penukar panas. Ini adalah bagian sirkuit untuk menambahkan oksigen dan menghilangkan karbon dioksida dari darah. Alat ini juga dapat membantu mengontrol suhu darah.
  • Tabung. Ini adalah selang medis yang berguna untuk mengeluarkan dan memasukan darah ke dalam tubuh serta dari perangkat ke perangkat di sirkuit ECMO.

Terapi ECMO dapat mengikuti penempatan sentral atau penempatan periferal, berikut penjelasannya:

  • Sentral. Penempatan yang menggunakan pembuluh darah besar di dada untuk menempatkan cannula. Prosedur ini biasanya melibatkan operasi jantung untuk menempatkan cannula dan mencegahnya bergerak.
  • Periferal. Penempatan ini menggunakan pembuluh darah besar di ekstremitas (anggota gerak tubuh). Ini biasanya pembuluh darah di daerah femoralis (dekat selangkangan) atau yang ditemukan di leher.

Ada dua jenis perawatan yang digunakan untuk terapi ECMO, keduanya untuk menghilangkan darah yang kekurangan oksigen dari pembuluh darah, berikut di antaranya:

  • Venovenous (VV) untuk mengembalikan darah yang beroksigen kembali ke vena, di mana ia melewati paru-paru pasien. Dokter menggunakannya ketika terjadi masalah dengan paru-paru tetapi tidak dengan jantung.
  • Venoarterial (VA) untuk mengembalikan darah ke arteri. Ini tidak melewati paru-paru. Dokter biasanya akan menggunakannya ketika ada masalah dengan jantung dan paru-paru.

Baca Juga: Terapi Oksigen: Fungsi, Jenis, Risiko, dll

Manfaat Terapi ECMO Untuk Kondisi Medis

Perangkat ventilasi mekanis merupakan jenis pendukung kehidupan, tetapi hanya memindahkan udara dan tidak mampu menambahkan oksigen dan menghilangkan karbon dioksida langsung dari darah.

Sementara ECMO dapat menukar gas-gas ini seperti yang dilakukan paru-paru. ECMO memungkinkan organ ini untuk beristirahat guna mendukung kesembuhan. Terapi ini juga banyak digunakan bersama CPR karena mampu meningkatkan peluang pasien untuk bertahan hidup dan pemulihan.

ECMO biasanya digunakan untuk kondisi medis berikut ini:

1. Emboli paru

Emboli paru terjadi apabila gumpalan darah yang terbentuk di tubuh (biasanya kaki) beredar ke paru-paru dan tersangkut. Kondisi ini dapat mencegah darah mengalir melalui paru-paru, sehingga dapat menyebabkan kegagalan mematikan pada jantung dan paru-paru.

2. Sindrom gangguan pernapasan akut

Kerusakan paru-paru bisa menyebabkan acute respiratory distress syndrome (ARDS) atau sindrom gangguan pernapasan akut, membatasi seberapa baik paru-paru mampu memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida dari darah. Kondisi ini dapat terjadi karena masalah kesehatan seperti:

  • Infeksi pernapasan, termasuk influenza, pneumonia, virus corona yang menyebabkan COVID-19, dan infeksi pernapasan lainnya.
  • Sepsis, yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh merespons berlebihan terhadap infeksi besar dan merusak paru-paru (serta organ lainnya).
  • Luka bakar dan cedera inhalasi, misalnya menghirup asap, bahan kimia, asap beracun, atau menghirup udara yang sangat panas.
  • Pankreatitis, peradangan pankreas dapat menyebabkan tubuh melepaskan bahan kimia dan racun yang dapat merusak paru-paru.
  • Masuknya sesuatu ke dalam paru-paru, bisa dari minuman, makanan, atau muntahan.

3. Cedera jantung

Terapi ECMO dapat digunakan apabila terjadi cedera pada jantung akibat trauma, penyakit, atau kondisi lain. berikut beberapa di antaranya:

  • Serangan jantung. Kondisi ini terjadi ketika penyumbatan di pembuluh darah jantung menghentikan suplai oksigen yang cukup. Hal dapat merusak otot jantung itu sendiri.
  • Trauma. Diakibatkan karena benturan tumpul, seperti kecelakaan kendaraan yang dapat menyebabkan memar dan merusak otot jantung.

4. Transplantasi dan operasi

Terapi ECMO adalah perawatan yang mampu berfungsi sebagai “jembatan” sampai pasien dapat memperoleh jenis perawatan atau prosedur tertentu. Salah satu contohnya adalah ketika pasien menunggu transplantasi jantung atau paru-paru. Ini juga biasa digunakan selama operasi transplantasi itu sendiri.

ECMO juga dapat digunakan selama operasi pada jantung dan paru-paru dan sering kali digunakan selama pemulihan setelah operasi.

Tidak hanya itu saja, terapi ini juga berperan dalam donasi organ dan jaringan dengan menjaga agar donor tetap hidup selama mungkin. Selama waktu ini bisa digunakan untuk mencari dan mempersiapkan penerima untuk prosedur transplantasi.

5. Kondisi medis pada bayi

Bayi baru lahir dan bayi dengan masalah medis (seperti jantung dan paru-paru)—terutama bayi yang lahir prematur—sering kali mendapatkan terapi ECMO.

Bagaimana Terapi ECMO Membantu Pasien COVID-19?

Meskipun masih harus dipelajari lebih lanjut tentang bagaimana COVID-19 memengaruhi tubuh, namun organ yang paling menjadi sorotan adalah paru-paru. Dalam kasus tertentu, virus corona dapat sepenuhnya memenuhi paru-paru dan pada gilirannya berdampak buruk pada jantung.

COVID-19 berbeda dari pneumonia atau influenza A atau B, karena memengaruhi kelima lobus paru-paru (tiga di kanan dan dua di kiri), tidak merata, dan menyebar ke seluruh paru-paru.

Karena kelima lobus paru-paru rusak, hal itu membuat pertukaran oksigen dan karbon dioksida tidak berjalan dengan baik. Saat kadar karbon dioksida dalam tubuh meningkat, laju pernapasan akan semakin meningkat. Hal ini disebabkan karena otak memberi tahu tubuh untuk bernapas lebih banyak untuk membuang karbon dioksida

Namun, karena paru-paru rusak dan tidak mampu melakukannya, karbon dioksida ini tetap berada di dalam darah dan berubah menjadi asam.

Tubuh tidak bekerja dengan baik di lingkungan asam, khususnya di sisi kanan jantung. Paru-paru menjadi lebih kaku dan tekanan untuk mendorong darah melalui paru-paru naik (hipertensi pulmonal). Ini membuat ketegangan di sisi kanan jantung dan menyebabkannya gagal. Inilah saatnya terapi ECMO dapat membantu.

Proses ECMO dapat mendukung tubuh pasien dan memberinya waktu tambahan untuk menyerang dan mengatasi virus. Waktu tambahan yang diberikan biasanya diperlukan untuk pasien dalam kondisi ekstrem seperti itu, dengan rata-rata pasien COVID-19 tetap menggunakan ECMO selama 35 hari.

Usai menjalani terapi, pada umumnya pasien akan tetap diisolasi selama pemulihan di ICCU (Intensif Cardiovascular Care Unit)

Baca Juga: Mengenal Terapi Plasma Konvalesen untuk Pasien COVID-19

Risiko Terapi EMO

Risiko paling umum yang mungkin terjadi dari ECMO, berikut di antaranya:

  • Perdarahan.
  • Bekuan darah (tromboemboli).
  • Gangguan pembekuan darah (koagulopati).
  • Kehilangan darah di tangan, kaki, atau tungkai (iskemia tungkai).
  • Infeksi.
  • Kejang.
  • Stroke (bagian otak rusak akibat kehilangan darah atau pembuluh darah pecah).

Apabila mengalami satu atau lebih kondisi tersebut, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

  1. Anonim. 2021. Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO). https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21722-extracorporeal-membrane-oxygenation-ecmo. (Diakses pada 14 Maret 2022)
  2. Anonim. 2021. ECMO: How This Respiratory Machine Can Effectively Treat COVID-19 Patients. https://www.froedtert.com/stories/ecmo-how-respiratory-machine-can-effectively-treat-covid-19-patients. (Diakses pada 14 Maret 2022)
  3. Frysh, Paul. 2021. ECMO: What You Need to Know. https://www.webmd.com/lung/what-is-ecmo. (Diakses pada 14 Maret 2022)
  4. Mayo Clinic Staff. 2022. Extracorporeal membrane oxygenation (ECMO). https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/ecmo/about/pac-20484615. (Diakses pada 14 Maret 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi