Terbit: 13 Desember 2021 | Diperbarui: 17 Desember 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Terapi plasma konvalesen adalah terapi dengan plasma darah pendonor yang sembuh dari COVID-19 untuk pasien COVID-19 bergejala berat atau kritis. Untuk informasi lebih lengkap, simak penjelasannya berikut ini!

Mengenal Terapi Plasma Konvalesen untuk Pasien COVID-19

Apa Itu Terapi Plasma Konvalesen?

Terapi plasma konvalesen adalah terapi yang menggunakan darah pendonor yang telah sembuh dari penyakit tertentu untuk membantu meningkatkan harapan kesembuhan. Terapi ini juga dapat digunakan untuk mengobati pasien COVID-19 dengan gejala berat atau kritis. 

Namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa efektivitas plasma konvalesen justru terjadi pada tubuh pasien yang masih bergejala ringan atau gejala sedang. Pada pasien COVID-19 gejala berat atau kritis, imunitasnya tidak efektif lagi untuk dibantu oleh terapi plasma konvalesen.

Prosedur plasma konvalesen adalah dengan mendonorkan antibodi seseorang yang pernah terkena COVID-19. Darah diambil dari pendonor yang telah sembuh dari COVID-19 memiliki antibodi terhadap virus corona. Darah yang didonorkan diproses untuk menghilangkan komponen darah yang tidak diperlukan seperti eritrosit dan trombosit, lalu disisakanlah cairan plasma dan antibodi. 

Kemudian diberikan kepada pasien COVID-19 untuk meningkatkan kemampuan tubuh melawan virus dan memodulasi imunitas penerima donor plasma agar dapat lebih cepat menangkal virus Corona.

Manfaat Terapi Plasma Konvalesen

Ada dua manfaat utama plasma konvalesen untuk menyembuhkan pasien COVID-19, di antaranya:

  • Antibodi Imunoglobulin G (IgG) dalam  plasma konvalesen berfungsi untuk melawan virus SARS-CoV-2 yang bekerja dengan menurunkan jumlah virus di dalam tubuh pasien COVID-19.
  • Plasma konvalesen mengandung protein lainnya yang berfungsi menjaga sel tetap utuh sehingga organ hati, ginjal, paru, dan jantung tidak mengalami kerusakan dan mencegah pasien mengalami kondisi yang lebih berat atau kritis serta mencegah Long COVID Syndrome, yaitu gejala sisa yang dapat dirasakan penyintas seperti sesak meski sudah negatif.

Syarat Menjadi Pendonor Plasma Darah Konvalesen

Ada syarat yang harus dipenuhi untuk orang yang ingin menjadi pendonor plasma konvalesen, berikut di antaranya:

  • Tubuh harus dalam kondisi yang sehat.
  • Calon pendonor harus dinyatakan sembuh dari COVID-19, dengan menyertakan surat keterangan sembuh dari puskesmas atau dokter.
  • Bebas dari gejala COVID-19 selama 14 hari setelah dinyatakan sembuh.
  • Pendonor plasma tidak pernah menerima transfusi darah selama 6 bulan terakhir dan tidak memiliki penyakit penyerta.
  • Pendonor harus berusia antara 18-65 tahun.
  • Memiliki berat badan lebih dari 55 kg.
  • Pernah terkonfirmasi positif COVID-19 setelah menjalani tes PCR positif atau rapid antigen positif.
  • Bebas dari gejala minimal 14 hari.
  • Dianjurkan laki-laki atau perempuan yang belum pernah hamil.
  • Pengecekan titer antibodi COVID-19 memiliki kadar yang dianggap ideal untuk mendonorkan plasma konvalesen.

Baca Juga: 3 Gejala Virus Corona (COVID-19) yang Harus Diwaspadai!

Kriteria Penerima Terapi Plasma Konvalesen

Pasien yang membutuhkan terapi ini harus mendapatkan surat permintaan plasma konvalesen dari dokter yang merawatnya dan membawa sampel pasien.

Setelah menjalani pemeriksaan uji kecocokan, kemudian diberikan plasma konvalesen yang cocok untuk ditransfusikan.

Pasien bisa mendapatkan terapi plasma konvalesen dengan syarat berikut ini:

  • Pasien COVID-19 minimal berusia 18 tahun yang memiliki gejala ringan atau sedang, jika memang gejala berat atau kritis sebaiknya mendapatkan rekomendasi terapi dari dokter spesialis.
  • Pasien COVID-19 dengan gejala ringan atau sedang yang memiliki penyakit bawaan, seperti asma, diabetes, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Pasien tanpa gejala tidak dianjurkan untuk mendapatkan terapi ini. Namun, pasien tanpa gejala disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

Prosedur Terapi Plasma Konvalesen

Dokter mungkin akan mempertimbangkan terapi ini jika pasien COVID-19  memiliki gejala awal atau sistem kekebalan yang lemah.

Dokter akan memesan plasma konvalesen yang sesuai dengan golongan darah Anda dari pemasok darah lokal rumah sakit Anda.

  • Sebelum prosedur

Sebelum menjalani terapi plasma konvalesen, tim perawat akan mempersiapkan prosedur terapi ini untuk pasien. Salah satu perawat akan memasukkan jarum steril sekali pakai yang terhubung ke tabung (saluran intravena/IV) ke dalam pembuluh darah di salah satu lengan pasien.

  • Selama prosedur

Ketika plasma darah tiba, kantong plasma steril menempel di tabung dan plasma akan menetes keluar dari kantong dan masuk ke dalam tabung. Dibutuhkan sekitar 1-2 jam untuk menyelesaikan prosedur ini.

  • Setelah prosedur

Pasien akan mendapatkan pengawasan secara ketat setelah menerima plasma. Kemudian dokter akan mencatat respons pasien terhadap perawatan ini.

Dokter mungkin juga mencatat berapa lama pasien harus berawa di rumah sakit dan jika pasien memerlukan terapi lainnya.

Baca Juga: 12 Vitamin untuk COVID-19 yang Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Risiko Terapi Plasma Konvalesen

Darah telah digunakan untuk mengobati berbagai kondisi lain. Terapi ini biasanya sangat aman dan risiko tertular COVID-19 dari plasma konvalesen belum diuji.

Tetapi para peneliti meyakini bahwa risikonya rendah karena pendonor telah pulih sepenuhnya dari infeksi virus atau bakteri.

Meskipun aman, terapi plasma konvalesen memiliki beberapa risiko, termasuk:

  • Reaksi alergi.
  • Kerusakan paru-paru dan kesulitan bernapas.
  • Infeksi seperti HIV dan hepatitis B dan C.

Risiko infeksi ini tergolong rendah, karena darah yang didonorkan harus melalui uji keamanan. Beberapa orang yang mendapatkan donor mungkin mengalami komplikasi ringan atau tidak sama sekali.

Sementara orang lain mungkin mengalami komplikasi yang parah atau mengancam jiwa.

 

  1. Anonim. 2021. 6 Syarat Jadi Pendonor Plasma Konvalesen COVID-19. https://covid19.go.id/p/berita/6-syarat-jadi-pendonor-plasma-konvalesen-covid-19 (Diakses pada 13 Desember 2021)
  2. Irfan, Farhan. 2021. Seputar Plasma Konvalesen. https://pmi.or.id/17/07/2021/berita-utama/organisasi/seputar-plasma-konvalesen/ Diakses pada 13 Desember 2021)
  3. Mayo Clinic Staff. 2021. Convalescent plasma therapy. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/convalescent-plasma-therapy/about/pac-20486440 (Diakses pada 13 Desember 2021)
  4. Nurdin. 2021. Donor Plasma Konvalesen. http://utdp-pmi.or.id/berita/read/donor-plasma-konvalesen (Diakses pada 13 Desember 2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi