Terbit: 12 January 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Setiap orang memiliki ukuran tubuh yang berbeda-beda. Tidak hanya memengaruhi penampilan, bentuk tubuh juga bisa menandakan penyakit tertentu. Menurut penelitian, jika Anda memiliki bentuk badan seperti apel, maka Anda berisiko terkena diabetes.

Bentuk Tubuh Seperti Apel Tingkatkan Risiko Terkena Diabetes

Bentuk Tubuh Mirip Apel Berisiko Terkena Diabetes

Bentuk tubuh apel merujuk pada kondisi banyaknya lemak di bagian perut dan pinggang, serta lebih sedikit lemak yang disimpan dalam pinggul, bokong, dan paha. Oleh sebab itu, orang dengan bentuk tubuh apel biasanya memiliki pinggang yang lebih lebar. 

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang memiliki bentuk tubuh apel memiliki risiko signifikan untuk menderita penyakit jantung dan diabetes tipe 2. 

Lemak yang menumpuk pada rongga perut dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2. Lemak dalam rongga perut akan berbahaya ketika mengalami inflamasi. 

Inflamasi akan meningkatkan beberapa protein tubuh yang mengganggu sinyal insulin. Kondisi ini akan menyebabkan tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin dan risiko resistensi insulin akan meningkat.

Ketika tubuh mengalami resistensi insulin, maka gula darah tidak mampu diubah menjadi energi secara optimal. Akibatnya, gula darah akan menumpuk dan terjadi diabetes

Inilah yang menyebabkan anggapan bahwa orang yang dengan bentuk tubuh apel memiliki risiko untuk menderita diabetes melitus tipe 2. 

Baca JugaCegah Gula Darah Naik, Ini Tips Sarapan untuk Penderita Diabetes

Tips Efektif Menghilangkan Lemak Perut dan Pinggang

Lemak pada perut terbentuk ketika Anda makan terlalu banyak dan berolahraga terlalu sedikit. Seiring bertambahnya usia, massa otot juga akan berkurang sehingga kalori yang digunakan tubuh semakin sedikit. Akibatnya menjaga berat badan akan semakin sulit.

Anda dapat meningkatkan massa otot area perut dengan melakukan olahraga. Namun, olahraga ini tidak serta merta akan menghilangkan lemak perut. 

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan lemak di perut, di antaranya:

1. Menjalani Pola Makan Sehat

Setiap kali makan, Anda perlu memastikan adanya serat, protein rendah lemak, dan karbohidrat kompleks dalam piring.

Serat akan membantu makanan bergerak lebih lambat dalam saluran pencernaan. Selain itu, serat juga akan membantu Anda menurunkan berat badan dengan cara membuat kenyang lebih cepat dan menurunkan penyerapan kalori. 

Untuk memenuhi asupan serat, Anda dapat konsumsi sayuran hijau karena tidak mengandung pati sehingga tidak menambahkan asupan kalori dalam jumlah besar. 

Protein merupakan sumber nutrisi penting untuk mengatur berat badan. Konsumsi makanan yang tinggi protein dapat membuat kenyang lebih cepat. Selain itu, protein juga dapat meningkatkan laju metabolisme.

Anda sebaiknya konsumsi protein yang rendah lemak, seperti dada ayam, tahu, tempe, dan ikan. 

Selain itu, konsumsi karbohidrat juga perlu diperhatikan. Sebaiknya pilih karbohidrat kompleks karena dapat membantu Anda untuk menurunkan lemak perut. Beberapa contoh sumber karbohidrat sehat antara lain biji-bijian utuh dan sayuran.

2. Mengurangi Minuman Manis

Minuman manis seperti soda kaleng mengandung fruktosa cair. Jenis gula ini tidak dapat dicerna dengan cara yang sama dengan gula padat, sehingga Anda akan konsumsi banyak kalori. Akibatnya lemak perut semakin bertambah. 

Untuk mengurangi lemak perut, sebaiknya Anda mengurangi konsumsi minuman manis, seperti minuman ringan, es teh manis dan minuman beralkohol.

Anda disarankan untuk lebih banyak konsumsi air putih atau mengganti gula dengan pemanis buatan.

3. Tidur Cukup

Tidur merupakan bagian penting dalam kesehatan, termasuk berat badan. Penelitian menyatakan bahwa orang yang tidak tidur cukup cenderung mengalami kenaikan berat badan, termasuk jumlah lemak pada area perut. 

Anda disarankan untuk tidur minimal 7 jam setiap hari untuk memastikan Anda menjalani tidur yang berkualitas. 

4. Rutin Olahraga

Orang dewasa sehat disarankan untuk melakukan aktivitas sedang, seperti jalan kaki sebanyak 150 menit per minggu atau olahraga yang penuh energi seperti berlari sebanyak 75 menit per minggu. 

Latihan yang membangun otot atau dikenal juga strength training exercise juga baik untuk dilakukan jika Anda ingin mengurangi lemak di perut. Anda direkomendasikan untuk melakukan olahraga ini sebanyak dua kali seminggu. 

Nah, itulah berbagai fakta seputar bentuk tubuh seperti buah apel dan kaitannya dengan diabetes. Jangan lupa untuk selalu menjalani pola hidup sehat agar terhindar dari masalah metabolisme.

 

  1. Anonim. 2022. Healthy Lifestyle: Women’s health. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/belly-fat/art-20045809. (Diakses pada 11 Januari 2023).
  2. Chen, Li, et al. 2015. Mechanisms Linking Inflammation to Insulin Resistance. https://www.hindawi.com/journals/ije/2015/508409/. (Diakses pada 11 Januari 2023).
  3. Dale, Caroline E, et al. 2018. Causal Associations of Adiposity and Body Fat Distribution with Coronary Heart Disease, Stroke Subtypes and Type 2 Diabetes: A Mendelian Randomization Analysis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5515354/. (Diakses pada 11 Januari 2023).
  4. Davidson, Katey. 2022. Apple, Pear, or Something Else? Does Your Body Shape Matter for Health? https://www.healthline.com/health/apple-body-shape. (Diakses pada 11 Januari 2023).
  5. Spritzler, Franziska. 2020. 19 Effective Tips to Lose Belly Fat (Backed by Science). https://www.healthline.com/nutrition/20-tips-to-lose-belly-fat. (Diakses pada 11 Januari 2023). 


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi