Terbit: 27 June 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Ada beberapa jenis tes uji darah yang umum dilakukan. Setiap tes memiliki tujuan tertentu terkait dengan kondisi medis pasien. Salah satu yang cukup umum adalah tes laju endap darah (LED). Kenali seputar pemeriksaan ini dalam ulasan berikut!

Tes Laju Endap Darah (LED): Tujuan, Prosedur, dan Nilai Normal

Apa itu Tes Laju Endap Darah?

Tes laju endap darah (LED) adalah tes untuk mengukur kecepatan penggumpalan sel darah merah di dalam plasma darah melalui sampel darah yang diteliti. Nilai dari laju endap darah dinyatakan dalam satuan mm/jam.

Nama lain dari pemeriksaan ini, yaitu ESR (Erythrocyte Sedimentation Rate), BBS (Blood Bezenking Snelheid), dan BSR (Blood Sedimentation Rate).

Dokter akan menyarankan tes laju endap darah ketika mencurigai adanya inflamasi atau peradangan yang tinggi di dalam tubuh.

Tes LED berlangsung selama sekitar satu jam. Pengujian LED bisa dilakukan secara manual dan otomatis.

Kegunaan Tes Laju Endap Darah

Pemeriksaan laju endap darah dilakukan untuk mendeteksi adanya peradangan di dalam tubuh. Tes ini juga bertujuan untuk memantau penyakit yang sudah ada, misalnya rheumatoid arthritis.

Sayangnya, tes ini tidak bisa mengetahui secara lebih spesifik area tubuh yang sedang meradang dan mendiagnosis secara langsung penyakit pasien.

Tes ini hanya akan membantu dokter mendeteksi adanya peradangan sekaligus menentukan tes lanjutan yang mungkin diperlukan. Oleh karena itu, dokter sering kali menggabungkan tes ini dengan tes lainnya.

Baca Juga:  Pemeriksaan Albumin: Fungsi, Prosedur, dan Cara Membaca Hasilnya

Siapa yang Perlu Melakukan Tes?

Dokter akan menyarankan pemeriksaan jika Anda menunjukkan gejala gangguan peradangan, seperti:

  • Sakit kepala.
  • Demam.
  • Kekakuan sendi.
  • Sakit leher atau bahu.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Anemia.

Persiapan Sebelum Prosedur

Tidak ada persiapan khusus sebelum menjalani prosedur. Namun, Anda sebaiknya memberitahukan dokter jika sedang menggunakan obat-obatan tertentu.

Pasalnya, berbagai jenis obat bisa memengaruhi hasil tes, misalnya golongan obat steroid, antiinflamasi non-steroid (NSAID), dan statin. Ketiganya dapat menghasilkan tes lebih rendah yang palsu.

Prosedur Pelaksanaan Tes

Tes bisa dilakukan secara otomatis dan manual. Meskipun tes LED secara otomatis lebih efisien, tetapi masih banyak rumah sakit atau klinik yang lebih memilih untuk melakukan tes LED secara manual.

Metode pemeriksaan manual yang sering dilakukan adalah metode Westergren. Alasannya, prosedur ini memiliki teknik sederhana dan lebih ekonomis. Selain itu, hasilnya cukup akurat.

Metode Westergren juga disarankan oleh International Committee for standardization in Hematology (ICSH). 

Prosedur tes dengan menggunakan metode Westergren adalah sebagai berikut:

  • Dokter mengambil sampel darah secukupnya dari dalam tubuh pasien.
  • Darah tersebut akan dicampurkan dengan antikoagulan (Na sitrat 3,8%).
  • Tenaga medis akan memasukkannya ke dalam tabung Westergren.
  • Tabung-tabung kaca tersebut akan disimpan pada rak tabung agar tetap tegak, lalu didiamkan dalam suhu kamar selama 1 atau 2 jam.

Arti Hasil Tes Laju Endap Darah

Setelah prosedur selesai, maka nilainya bisa Anda lihat. Pada metode Westergren, nilai laju endap darah normal pada wanita adalah 0 — 15 mm/jam dan 0 — 10 mm/jam pada pria.

Apabila hasil tes LED menunjukkan nilai yang lebih tinggi dari nilai normal, ini artinya pasien tersebut memiliki nilai laju endap darah tinggi.

Hasil tes LED yang tinggi menunjukkan adanya peradangan atau penyakit akut tertentu di dalam tubuh seorang pasien.

Dokter pun bisa mendiagnosis bahwa pasien tersebut mengalami peradangan atau penyakit akut. Akan tetapi, lokasinya masih belum bisa ditemukan jika hanya mengandalkan tes ini.

Jika ingin menentukan lokasi terjadinya inflamasi, maka pasien perlu melakukan tes lanjutan.

Baca JugaMemahami Perbedaan Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik

Adakah Efek Samping dari Tes?

Sebenarnya tidak ada efek samping langsung yang berkaitan dengan tes LED. Namun, pengambilan darah berisiko memicu berbagai komplikasi, di antaranya:

  • Infeksi.
  • Perdarahan, dari sangat ringan hingga berat.
  • Pingsan.
  • Memar.
  • Pusing.
  • Hematoma (pengumpulan darah di luar pembuluh darah).
  • Radang pada vena.

Itulah penjelasan seputar prosedur tes laju endap darah. Tes ini sebaiknya dilakukan atas rekomendasi dan pengawasan dokter.

Selain itu, setelah memperoleh hasilnya, sebaiknya Anda berkonsultasi lanjutan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

 

  1. Anonim. Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR). https://medlineplus.gov/lab-tests/erythrocyte-sedimentation-rate-esr/. (Diakses pada 27 Juni 2022).
  2. Cherney, Kristeen. 2021. Erythrocyte Sedimentation Rate Test (ESR Test). https://www.healthline.com/health/esr. (Diakses pada 27 Juni 2022).
  3. Hartono, Anthony Maleachi. 2012. Uji Validitas Pemeriksaan Laju Endap Darah Metode Modifikasi Westergren Dengan sudut Kemiringan Tabung 45o Terhadap Metode Rujukan ICSH 1993. http://repository.maranatha.edu/2685/. (Diakses pada 27 Februari 2019).
  4. Ibrahim, N. dkk. 2006. The Manual and Automatic Tests Results of Erythrocyte Sedimentation Rate. https://www.researchgate.net/publication/328279340_HASIL_TES_LAJU_ENDAP_DARAH_CARA_MANUAL_DAN_AUTOMATIK. (Diakses pada 27 Februari 2019).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi