Terbit: 9 November 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Tahi lalat merah atau cherry angioma adalah pertumbuhan kulit yang terdiri dari pembuluh darah kecil (kapiler). Apakah hal ini menandakan sesuatu yang berbahaya? Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab hingga cara menghilangkannya di bawah ini.

Apakah Tahi Lalat Merah Berbahaya? Cek Penjelasannya!

Haruskah Anda Khawatir Mengenai Tahi Lalat Merah?

Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan seseorang yang memiliki kondisi ini adalah ‘tahi lalat merah apakah berbahaya?’ Pada dasarnya, kondisi ini adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan karena ini adalah kondisi yang tidak berbahaya.

Namun, jika Anda melihat munculnya beberapa lesi secara tiba-tiba, segera konsultasi dengan dokter, karena bisa jadi hal tersebut adalah jenis lain dari angioma. Meskipun jarang terjadi, spider angioma bisa menandakan masalah lain yang sedang berkembang seperti kerusakan hati.

Perawatan medis juga harus segera dilakukan jika angioma mengeluarkan darah, menyebabkan ketidaknyamanan, atau terjadi perubahan bentuk.

Gejala Tahi Lalat Merah

Warna merah cerah terjadi karena kapiler yang melebar. Namun, cherry angioma juga dapat memunculkan warna lain seperti biru atau ungu. Saat tahi lalat ditekan, perubahan warna umumnya akan menjadi putih atau pucat.

Angioma juga dapat bervariasi dalam ukuran. Saat bertambah besar, angioma biasanya berbentuk bulat, bentuk kubah dengan puncak yang rata dan halus.

Selain itu, angioma juga dapat muncul di bagian tubuh manapun, akan tetapi paling sering tumbuh di dada, perut, dan punggung. Beberapa tahi lalat merah ada juga yang muncul dalam kelompok.

Penyebab Tahi Lalat Merah

Hingga kini penyebab pasti keadaan ini belum diketahui dengan pasti. Meski begitu, beberapa pakar menduga bahwa kondisi ini cenderung bersifat genetik.

Selain itu, usia seseorang ternyata juga berkontribusi besar terhadap munculnya tahi lalat dengan warna merah. Seseorang yang berusia di atas 40 tahun berisiko lebih tinggi untuk mengalami hal ini.

Sedangkan beberapa penelitian menunjukkan paparan bromida dapat menjadi penyebab cherry angioma. Bromida adalah unsur kimia dalam banyak barang sehari-hari, termasuk bahan kue, obat resep, dan plastik. Meski begitu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan klaim ini

Selain dikaitkan dengan paparan bahan kimia, sering kali kondisi ini juga dikaitkan dengan kehamilan, kondisi medis tertentu, dan iklim.

Baca Juga: 8 Jenis Kanker Kulit yang Harus Diwaspadai

Cara Menghilangkan Tahi Lalat Merah

Dikarenakan sebagian besar kondisi ini tidak berbahaya, perawatan yang dilakukan umumnya terkait dengan kosmetik. Beberapa pilihan perawatan yang bisa dilakukan adalah:

  • Eksisi

Metode ini melibatkan pemotongan lesi dari kulit. Dokter biasanya akan memberikan anestesi lokal terlebih dahulu untuk meminimalkan rasa sakit. Prosedur ini juga dapat menyebabkan jaringan parut.

  • Elektrodesikasi

Elektrodesikasi adalah metode yang juga dikenal sebagai elektrokauter yang melibatkan pembakaran pertumbuhan kulit. Metode ini umumnya digunakan untuk mengatasi tumor jinak, kanker kulit yang serius, dan prakanker.

Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan anestesi lokal. Kemudian, dokter akan akan menyentuh jaringan abnormal dengan jarum listrik untuk menghancurkan pembuluh darah dan mengikis angioma.

Elektrodesikasi biasanya meninggalkan bekas luka kecil berwarna putih.

  • Cryosurgery

Ini adalah metode lain yang bisa digunakan untuk mengobati pertumbuhan kulit dengan membekukan jaringan. Dokter akan menyemprotkan nitrogen cair pada area tersebut untuk membekukannya. Teknik ini membuat angioma melepuh.

Dalam beberapa kasus, angioma mungkin menjadi keropeng sebelum diangkat. Dibanding perawatan lain, cryosurgery mungkin kurang efektif daripada metode yang lain.

  • Laser

Laser bekerja dengan mengirim sinar kuat yang menembus lapisan kulit luar bahkan sampai ke lapisan kulit dalam. Setelah perawatan, angioma akan menghilang atau berubah menjadi abu-abu atau warna lain yang lebih gelap. Bekas perawatan akan memudar dalam waktu 2 sampai 4 minggu ke depan.

Rata-rata, seseorang membutuhkan dua kali perawatan untuk mendapatkan hasil terbaik. Namun, hasilnya bervariasi menurut warna kulit. Perawatan tunggal mungkin cukup untuk mengobati angioma yang lebih kecil.

Agar mendapatkan hasil yang terbaik, hindari paparan sinar matahari selama 4 minggu setelah perawatan laser.

 

  1. Delgado, Amanda. 2018. How to Get Rid of Cherry Angiomas. https://www.healthline.com/health/cherry-angioma. (Diakses pada 9 November 2021).
  2. Mehta, Foram. 2018. Should I worry about a cherry angioma?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/312594. (Diakses pada 9 November 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi