Terbit: 5 Maret 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Meski celana jeans lazim digunakan saat beraktivitas sehari-hari, namun celana jenis ini bukanlah celana yang cocok digunakan saat tidur. Banyak orang tidak menyadari bahwa terdapat bahaya menggunakan celana jeans saat tidur. Apa efeknya bagi kesehatan? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. 

Menggunakan Celana Jeans saat Tidur, Berbahayakah?

Bahaya Menggunakan Celana Jeans Saat Tidur

Umumnya, seseorang akan mengganti pakaiannya saat akan tidur dengan jenis yang lebih nyaman. Namun, ada kalanya aktivitas padat membuatnya sangat lelah dan tertidur dalam kondisi masih memakai jeans.

Jika hal ini terjadi sesekali, tidak ada masalah kesehatan yang perlu dikhawatirkan. Namun jika terlalu sering, maka kebiasaan tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan. Berikut adalah berbagai bahaya yang mungkin terjadi, di antaranya:

1. Menghambat aliran darah

Celana jeans terutama jenis skinny jeans dirancang ketat agar pemakainya tampak lebih atraktif. Namun model ini memiliki kekurangan, yaitu bisa menghambat aliran darah. Pakaian yang ketat mengakibatkan pembuluh darah tertekan sehingga darah juga akan sulit mengalir.

Tekanan yang konstan terhadap saraf di daerah kaki  juga dapat menyebabkan pegal, kesemutan, dan nyeri. Efek ini akan sangat terasa di bagian paha dan bokong.

2. Tidak nyaman

Saat tidur, secara tidak sadar tubuh akan bergerak, berguling, memeluk bantal, dan lain-lain. Gerakan saat tidur akan lebih nyaman saat baju yang dikenakan longgar. 

Jeans yang ketat akan mengganggu pergerakan tubuh dan mengakibatkan gerah, terutama jika tidur di kamar tanpa pendingin ruangan.

3. Iritasi kulit

Meski aman digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari, namun jika celana jeans digunakan saat tidur, hal tersebut dapat menyebabkan iritasi. Hal ini disebabkan oleh gesekan terus-menerus dari  bahan jeans.

Jeans yang dipakai seharian juga kotor oleh debu, asap, dan kuman. Memakainya hingga tertidur dapat menempelkan kotoran tersebut ke kulit. Kulit yang kotor dapat menyebabkan gatal-gatal  sehingga mengganggu kualitas tidur Anda

Baca Juga: Mengantuk tapi Tidak Bisa Tidur, Ini Penyebab dan Solusinya

4. Menyebabkan infeksi jamur

Bahan jeans yang tebal dan ketat tidak memiliki ventilasi alami agar kulit dapat bernapas. Hal ini akan menyebabkan kelembapan akibat keringat—yang jika bercampur dengan kotoran—menghasilkan infeksi jamur kulit.

5. Tidur tidak nyenyak

Rasa panas, gatal, dan lembap pasti akan mengganggu kenyamanan tidur. Padahal tidur yang nyenyak adalah ‘tiket’ untuk tubuh segar dan siap beraktivitas keesokan harinya.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jeans ketat dapat menghambat melatonin. Melatonin sangat memengaruhi siklus tidur dan ritme tubuh saat beristirahat. Kekurangan zat ini akan memengaruhi kualitas tidur seseorang.

6. Tidak baik untuk kesehatan genital

Daerah genital adalah bagian yang sangat menderita saat seseorang tidur memakai jeans. Posisi berbaring, apalagi tengkurap akan menekan daerah tersebut, dan diperparah dengan ketatnya celana jeans.

Bagi pria, hal ini akan menjadi dua kali lipat lebih berbahaya. Jeans yang ketat akan menekan testis dan menghambat pembuluh darah. Dalam jangka panjang, bahaya tidur memakai celana levis akan memengaruhi produksi sperma

7. Memperparah pendarahan

Sebuah studi menyatakan bahwa jeans dapat memperparah penyakit compartment syndrome. Penyakit ini disebabkan oleh pendarahan pada pembuluh darah otot.

Compartment syndrome mengakibatkan otot seseorang membengkak ke dalam alih-alih ke arah luar. Tekanan jeans terutama saat tidur dan meringkuk akan memperparah kondisi ini.

8. Menyebabkan masalah pencernaan dan kandung kemih

Bahaya menggunakan celana jeans saat tidur juga terasa pada kandung kemih dan lambung. Tekanan yang disebabkannya akan menghambat kinerja kandung kemih. Karenanya orang dengan masalah infeksi kandung kemih dilarang memakai pakaian ketat seperti skinny jeans.

Jeans juga dapat menekan daerah perut dan menyebabkan asam lambung naik ke dada dan tenggorokan. Hal ini diperparah dengan posisi berbaring. Asam lambung yang naik menyebabkan sesak napas dan dada terasa panas. 

Baca Juga: 8 Cara Cepat Tidur Setelah Minum Kopi

Tips Memilih Pakaian yang Aman untuk Tidur

Saat tidur, seluruh tubuh sedianya akan beristirahat dan memulihkan diri, termasuk kulit yang membutuhkan sesi ‘bernapas’ yang lebih lega. Karenanya pilih pakaian yang aman untuk tidur, seperti:

1. Terbuat dari bahan lembut yang mendukung udara bersirkulasi

Kain yang lembut dan bersirkulasiakan membantu kulit bernapas dengan nyaman. Sirkulasi udara yang baik akan menghalau kelembapan berlebih penyebab jamur dan gatal.

2. Tidak terlalu ketat

Pakaian yang agak longgar akan mempermudah pergerakan saat tidur. Tidak menghambat pernapasan dan peredaran darah.

3. Bersih dan menyerap keringat

Penting untuk memakai pakaian bersih saat tidur agar kuman tidak menempel di kulit. Kotoran dan bakteri juga dapat menempel ke tempat tidur sehingga mengundang tungau untuk datang. Hewan ini dapat menyebabkan alergi kulit dan alergi saluran pernapasan.

Meski tertidur, sebenarnya tubuh dapat berkeringat walaupun sedikit. Oleh karena itu, pakaian yang menyerap keringat akan menghindarkan kulit dari jamur akibat kelembapan berlebih.

 

  1. Anonim. 2015. Who, What, Why: Are skinny jeans bad for your health? https://www.bbc.com/news/magazine-33238110. (Diakses pada 26 Februari 2022).
  2. Peter, Kris. 2021. Can You Sleep in Jeans? https://smartsleepingtips.com/can-you-sleep-in-jeans/. (Diakses pada 26 Februari 2022).
  3. Sandwood, Jane. 2019. How Do Your Night Clothes Affect Your Sleep? https://www.alaskasleep.com/blog/how-do-your-night-clothes-affect-your-sleep. (Diakses pada 26 Februari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi