Terbit: 31 January 2022 | Diperbarui: 4 February 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Cold chain atau berarti rantai dingin, adalah sistem yang diperlukan vaksin COVID-19 agar kualitasnya tetap terjaga sampai ke tempat pelaksanaan vaksinasi. Apa itu rantai dingin? Lebih lengkapnya cari tahu dalam pembahasan di bawah ini!

Mengenal Cold Chain untuk Menjaga Kualitas Vaksin COVID-19

Apa Itu Cold Chain?

Cold chain adalah sistem untuk menjaga suhu vaksin dalam kondisi idealnya agar kualitasnya tetap terjaga sampai ke tempat pelayanan vaksin. Selain vaksin COVID-19, rantai dingin juga digunakan untuk menjaga kualitas produk medis lainnya.

Vaksin adalah produk biologis yang rentan dengan perubahan suhu. Biasanya vaksin perlu disimpan dalam suhu suhu tertentu dan suhunya harus terjaga selama didistribusikan.

Cold chain vaksin adalah peralatan yang terdiri dari lemari es dan freezer untuk menyimpan vaksin, dan termos (vaccine carrier) yang digunakan untuk membawa vaksin. Dengan peralatan ini, vaksin akan aman sampai ke tempat pelayanan imunisasi, terutama di luar gedung atau lapangan.

Peralatan Cold Chain Fasilitas Kesehatan

Tingkat yang berbeda dalam sistem rantai dingin nasional membutuhkan jenis peralatan yang berbeda untuk mengangkut dan menyimpan vaksin dan pengencer dalam kisaran suhu yang diperlukan.

  • Tingkat dasar (nasional), Tergantung pada kapasitas yang dibutuhkan, tingkat dasar
    biasanya menggunakan ruang freezer, freezer, lemari es, kotak dingin, dan di beberapa
    kasus, truk berpendingin untuk transportasi.
  • Tingkat menengah (provinsi atau kabupaten). Seperti untuk tingkat dasar, tingkat menengah biasanya menggunakan ruang freezer, freezer, lemari es, kotak pendingin, atau truk berpendingin untuk transportasi.
  • Tingkat perifer (puskesmas/fasilitas atau pos kesehatan). Tergantung kapasitas yang dibutuhkan, fasilitas kesehatan biasanya membutuhkan lemari es, kotak dingin, dan wadah vaksin. Di beberapa negara, kotak dingin saja digunakan untuk imunisasi bulanan atau mingguan.

Berapa Kisaran Suhu Cold Chain?

Penyimpanan vaksin memerlukan perhatian khusus karena vaksin adalah sediaan biologis yang rentan pada perubahan suhu lingkungan.

Dalam Permenkes Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi yang disebutkan bahwa vaksin adalah produk biologis yang mudah rusak sehingga harus disimpan dalam suhu tertentu

Kisaran suhu untuk rantai dingin, yakni di suhu 2-8 derajat Celsius untuk vaksin sensitif beku (tidak boleh beku), dan di suhu -15 sampai -25 derajat Celsius untuk vaksin yang sensitif panas.

Baca Juga: Terlanjur Mendapatkan Vaksin Kedaluwarsa, Apa Bahayanya?

Cold Chain di Tingkat Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan Perifer

Dalam tingkat fasilitas kesehatan (puskesmas dan pos kesehatan), petugas kesehatan dapat melindungi vaksin secara memadai dengan melakukan langkah-langkah berikut:

  • Mengyimpan vaksin dalam peralatan pendingin vaksin yang sesuai.
  • Menggunakan perangkat pemantau suhu untuk memastikan suhu tetap antara +2 derajat Celsius dan +8 derajat Celsius.
  • Membawa vaksin ke tempat pelaksanaan imunisasi dalam wadah vaksin, dikemas dengan benar, menggunakan kotak pendingin yang telah disiapkan dengan benar.
  • Selama pelaksanaan imunisasi, pasang bantalan busa (jika tersedia) di bagian atas vaccine carrier.

Dalam fasilitas kesehatan, satu orang harus memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk mengelola cold chain vaksin. Orang kedua dapat mengisi saat orang utama tidak ada.
Tanggung jawab mereka harus mencakup:

  • Memeriksa dan mencatat suhu vaksin dua kali sehari, biasanya di pagi hari dan di akhir pelaksanaan vakain atau hari.
  • Menyimpan vaksin, pengencer, dan kemasan air dengan benar.
  • Menangani pemeliharaan preventif peralatan rantai dingin.

Semua petugas kesehatan di fasilitas harus mengetahui cara memantau rantai dingin dan apa yang
yang harus dilakukan jika suhu berada di luar kisaran.

Prosedur Mempertahankan Cold Chain Vaksin

Guna mempertahankan rantai dingin vaksin yang andal di tingkat periferal, berikut ini prosedur utama yang harus diperhatikan:

  • Simpan vaksin dan pengencer di dalam kisaran suhu yang diperlukan di semua lokasi.
  • Mengemas dan mengangkut vaksin ke dan dari lokasi penjangkauan sesuai dengan prosedur yang direkomendasikan.
  • Menyimpan vaksin dan pengencer dalam kondisi rantai dingin yang direkomendasikan selama
    pelaksanaan imunisasi.

Produk yang Sensitif Suhu Memerlukan Cold Chain

Setiap produk yang sensitif pada suhu memerlukan manajemen rantai dingin, berikut di antaranya:

  • Vaksin, termasuk vaksin COVID-19 dari Pfizer (-70 derajat Celsius) dan Moderna (-25 sampai -15 derajat Celsius).
  • Produk medis, termasuk darah, biologi, insulin, dan perangkat medis lainnya.
  • Makanan penutup beku, termasuk es krim dan gelato perlu disimpan beku untuk mencegah pertumbuhan bakteri, kristalisasi, dan hilangnya rasa.
  • Wine membutuhkan suhu dingin yang stabil untuk mencegah kerusakan dan hilangnya rasa.
  • Daging, makanan laut, dan ayam yang mudah rusak sangat rentan pertumbuhan bakteri jika tidak disimpan di bawah 4 derajat Celsius atau dibekukan pada -17 derajat Celsius.
  • Buah dan sayuran segar dan beku berisiko mengalami kerusakan permukaannya, pertumbuhan bakteri, kehilangan rasa, dan memar, jika rantai dingin tidak dipertahankan.
  • Susu dan produk susu termasuk yogurt, susu gandum, produk kedelai, dan susu fermentasi semuanya memerlukan manajemen rantai dingin.

Demikian penjelasan seputar cold chain yang digunakan untuk vaksin dan produk lainnya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. What is the cold chain?. https://www.intarcon.com/en/what-is-the-cold-chain/ (Diakses pada 31 Januari 2022)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. The vaccine cold chain. https://www.who.int/immunization/documents/IIP2015_Module2.pdf (Diakses pada 31 Januari 2022)
  3. Anonim. 2020. Kenapa Vaksin Butuh Rantai Dingin (Cold Chain)?. https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/kenapa-vaksin-butuh-rantai-dingin-cold-chain (Diakses pada 31 Januari 2022)
  4. Anonim. 2017. Pemerintah Sediakan Rantai Dingin (Cold Chain) untuk Menjaga Kualitas Vaksin. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20170426/4720672/pemerintah-sediakan-rantai-dingin-cold-chain-menjaga-kualitas-vaksin/ (Diakses pada 31 Januari 2022)
  5. Hargraves, Heather. 2021. What is Cold Chain Management?. https://www.coldchaintech.com/knowledge/what-is-cold-chain-management/ (Diakses pada 31 Januari 2022)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi