Terbit: 16 Juni 2022 | Diperbarui: 20 Juni 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Anatomi tulang panggul memegang peran penting dalam mendukung fungsi tubuh, khususnya bagi berbagai organ sistem reproduksi dan pencernaan manusia. Simak selengkapnya dalam ulasan berikut!

Mengenal Anatomi Tulang Panggul Manusia dan Gangguan yang Dapat Terjadi

Anatomi Tulang Panggul Manusia

Tulang panggul terletak di bagian bawah batang tubuh, di antara perut dan kaki. Tulang ini penting untuk mendukung sistem reproduksi dan sistem pencernaan manusia.

Fungsi utama tulang panggul adalah memberikan dukungan pada berbagai aktivitas tubuh, seperti berdiri, berjalan, dan berlari.

Berikut ini adalah anatomi tulang panggul yang sebaiknya Anda ketahui:

1. Tulang pinggul

Tulang pinggul termasuk ke dalam bagian anatomi tulang panggul manusia. Letaknya berada di sisi kanan dan kiri, lalu menyatu pada bagian tengah. Kedua bagian yang menyatu tersebut membentuk bagian panggul yang disebut sebagai pelvic girdle.

Tulang ini memiliki tiga bagian; ilium, pubis, dan ischium. Ketiganya bersatu membentuk acetabulum, yakni tempat kepala tulang paha (femur) menempel.

Berikut ini penjelasan masing-masing bagian tulang pinggul dalam anatomi tulang panggul manusia:

  • Ilium

Bagian terbesar dari tulang pinggul yang bentuknya menyerupai kipas. Lekukan tulang ini bisa dirasakan ketika Anda meletakkan tangan pada area pinggul.

  • Pubis

Tulang ini terletak paling depan dekat organ kelamin. Pubis saling terhubung pada sendi yang disebut simfisis pubis. Meskipun sangat kuat, tulang ini adalah jalan lahir bayi sehingga dapat melonggar ketika persalinan.

  • Ischium

Secara umum, fungsi tulang ini adalah menyokong berat tubuh ketika Anda duduk. Tak jarang, ischium dikenal juga sebagai tulang duduk.

Ischium terletak di samping pubis dan di bawah ilium. Seiring bertambahnya usia, tulang ini baru benar-benar menyatu dan menjadi lebih padat.

Baca Juga: Mengenal Osifikasi, Proses Pembentukan Tulang pada Manusia

2. Sarkum

Sarkum adalah bagian tulang pinggul yang terhubung ke bagian bawah tulang belakang. Pada dasarnya, tulang ini terdiri dari lima buah tulang belakang yang menyatu. Bentuk sarkum cukup tebal sehingga dapat membantu menopang berat tubuh.

3. Tulang ekor

Coccyx atau tulang ekor adalah tulang yang terhubung ke bagian bawah sarkum. Beberapa ligamen menyokong tulang ini.

Salah satu bagian dalam anatomi tulang panggul manusia ini bekerja dengan menghubungkan otot untuk membantu Anda beraktivitas, seperti berjalan, berlari, ataupun menggerakkan kaki.

Perbedaan Tulang Panggul Wanita dan Pria

Setelah mengetahui anatomi tulang panggul manusia secara umum, Anda perlu memahami bahwa terdapat perbedaan antara tulang panggul wanita dengan tulang panggul pria.

Secara umum, perbedaan yang nampak terlihat adalah dari segi ukurannya. Tulang panggul wanita lebih lebar sehingga menyediakan ruang yang cukup bagi bayi untuk berkembang dan lahir nantinya.

Di sisi lain, struktur tulang panggul wanita lebih tipis dan kurang padat daripada pria. Pasalnya, tulang panggul pria dirancang untuk dapat menopang bentuk tubuh yang lebih berat.

Lebih jelasnya lagi, simak penjelasan berikut untuk mengetahui perbedaan di antara keduanya.

Tulang Panggul Wanita

Anatomi tulang panggul wanita dikenal sebagai tipe ginekoid. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

  • Rongga panggul bentuknya oval, lebih lebar, lebih dangkal daripada rongga panggul pria.
  • Bentuknya lebih lebar karena berfungsi sebagai tempat perkembangan bayi dan jalan lahir bayi.
  • Kurva sakrum lebih lebar.
  • Melindungi vagina, mulut rahim (serviks), rahim, indung telur (ovarium), saluran telur (tuba falopi), kandung kemih, dan saluran kemih.

Tulang Panggul Pria

Anatomi tulang panggul pria dikenal dengan tipe android. Ciri-ciri panggul pria, antara lain:

  • Bentuk lebih sempit, kecil, tinggi daripada panggul wanita.
  • Kurva sakrum lebih ramping.
  • Melindungi testis, penis, prostat, usus besar, kandung kemih.

Baca JugaAnatomi Tulang Rusuk Manusia: Fungsi dan Gangguannya

Gangguan yang Menyerang Panggul

Tulang panggul berfungsi menyokong dan melindungi berbagai organ di dalam panggul. Namun, terdapat beberapa gangguan yang dapat terjadi pada panggul, di antaranya:

1. Osteitis pubis

Osteitis pubis adalah gangguan akibat peradangan pada sendi bagian depan (simfisis pubis). Akibatnya, sendi bagian ini memiliki gerak yang terbatas.

Penyebabnya adalah tekanan pada panggul yang terjadi secara berulang, seperti gerakan menendang bola pada olahraga sepak bola.

Ketika mengalaminya, seseorang bisa mengalami rasa nyeri pada pangkal paha dan di bagian depan panggul. 

2. Patah tulang panggul (fraktur panggul)

Penyebab fraktur panggul sering kali akibat adanya tekanan atau pukulan langsung yang mengenai tulang paha (femur). Penyebabnya bisa bermacam-macam, misalnya kecelakaan sepeda motor atau jatuh dari ketinggian.

Meskipun dapat sembuh dengan sendirinya, fraktur panggul yang disertai dengan kerusakan pada organ perut membutuhkan pembedahan.

3. Penyakit radang panggul

Pelvic inflammatory disease (PID) atau radang panggul adalah infeksi pada sistem reproduksi wanita. Kondisi ini sering kali terjadi akibat seks yang berisiko. Bakteri akan menyebar dari vagina menuju rahim, tuba falopi, atau ovarium.

4. Endometriosis

Kondisi ini terjadi ketika jaringan yang harusnya melapisi bagian dalam rahim (endometrium) tumbuh luar rahim.

Jika mengalami kondisi ini, seseorang bisa merasakan sakit yang cukup parah, terutama selama periode menstruasi. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kesuburan seseorang.

5. Prolaps organ panggul

Gangguan pada anatomi tulang panggul manusia ini terjadi ketika satu atau lebih organ yang berada di panggul melenceng dari posisi semestinya. Akibatnya, organ-organ tersebut akan menekan vagina dan menyebabkan tonjolan.

Kondisi ini dapat menyebabkan otot panggul wanita tidak dapat menyokong organ di dalamnya, misalnya rahim, rektum, atau kandung kemih.

Meski tidak mengancam nyawa, prolaps organ panggul dapat mengakibatkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Baca JugaFungsi Tulang Pergelangan Kaki dan Risiko Cedera yang Bisa Dialami

6. Gangguan otot dasar panggul

Gangguan ini terjadi ketika otot-otot dasar panggul sulit untuk digerakkan. Kondisi ini terjadi ketika otot-otot tersebut melemah.

Seseorang yang mengalami kondisi ini akan kesulitan mengontrol pengeluaran gas (kentut), urine, atau feses. Akibatnya, berbagai keluhan dapat terjadi, seperti sulit buang air besar (konstipasi), buang air kecil yang tidak tuntas, dan sakit ketika berkemih.

7. Tumor panggul

Tumor panggul dapat menimpa daerah rahim, leher rahim, jaringan di sekitar rahim, usus, saluran kemih, kandung kemih, tulang, atau otot.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada panggul dan pemeriksaan penunjang untuk mendeteksi adanya tumor ini.

Demikian penjelasan seputar anatomi tulang panggul manusia serta gangguan-gangguan yang dapat menimpa. Jika mengalami keluhan di sekitar panggul, segera periksakan kondisi ke dokter.

 

  1. Anonim. 2020. Pelvic Floor Dysfunction. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14459-pelvic-floor-dysfunction. (Diakses pada 16 Juni 2022).
  2. Anonim. Endometriosis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometriosis/symptoms-causes/syc-20354656. (Diakses pada 16 Juni 2022).
  3. Anonim. Pelvic Inflammatory Disease (PID). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pelvic-inflammatory-disease/symptoms-causes/syc-20352594. (Diakses pada 16 Juni 2022).
  4. Anonim. Pelvic Organ Prolapse. https://www.nhs.uk/conditions/pelvic-organ-prolapse/. (Diakses pada 16 Juni 2022).
  5. Anonim. Pelvis Problems. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/pelvis-problems. (Diakses pada 16 Juni 2022).
  6. Seladi-Schulman, Jill. 2018. Female Pelvis Overview. https://www.healthline.com/human-body-maps/female-pelvis. (Diakses pada 16 Juni 2022).
  7. Zidon, Helen. 2019. Differences Between the Male and Female Bony Pelvises | Anatomy Slices. https://3d4medical.com/blog/differences-between-the-male-and-female-bony-pelvises-anatomy-slices. (Diakses pada 16 Juni 2022).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi