Terbit: 26 Desember 2021 | Diperbarui: 3 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Pertanyaannya, apa yang dimaksud dengan air distilasi dan manfaat air distilasi yang dapat kita rasakan ketika kita mengkonsumsinya? Yuk, simak pembahasan berikut untuk memahami jawaban pertanyaan tersebut!

Manfaat Air Distilasi bagi Kesehatan, Aman Dikonsumsi?

Apa itu Air Distilasi?

Air yang dikonsumsi oleh manusia setiap harinya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis tergantung teknik pengolahannya. Salah satunya adalah air distilasi yang diklaim memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan.

Dikutip dari WebMD, air distilasi adalah jenis air minum yang diperoleh usai melewati proses distilasi. Proses ini dilakukan dengan cara memanaskan air sampai mendidih dan melalui proses penguapan. Uap air ini kemudian diambil dan dipisahkan untuk didinginkan sampai kembali ke wujud asalnya.

Air distilasi diklaim sebagai jenis air yang paling murni untuk dikonsumsi. Hal tersebut dikarenakan proses distilasi diyakini dapat membunuh 99,9% bakteri, pestisida, mineral, dan zat-zat lain yang berbahaya bagi tubuh.

Air distilasi memiliki karakteristik berupa tidak memiliki rasa. Setiap mineral yang terkandung dalam air seperti kalsium, sodium, magnesium, yang memberi rasa pada air minum telah dihilangkan melalui proses distilasi.

Sehingga yang tersisa hanyalah hidrogen dan oksigen. Meski demikian, air distilasi ini aman untuk dikonsumsi setiap hari.

Baca Juga: 10 Fakta Menarik tentang Air Mineral yang Harus Anda Ketahui

Manfaat Air Distilasi bagi Kesehatan

Berikut ini adalah beberapa fungsi air distilasi:

1. Mencuci Peralatan Medis

Peralatan medis perlu dicuci terlebih dahulu sebelum dan sesudah dipakai untuk memastikan bahwa peralatan tersebut steril serta menghindari adanya kontaminasi zat-zat berbahaya bagi tubuh dan penularan infeksi.

Air distilasi biasanya digunakan untuk mencuci peralatan medis yang digunakan di berbagai rumah sakit.

Salah satu contoh alat medis yang membutuhkan air distilasi adalah mesin yang digunakan untuk hemodialisis atau cuci darah. Alat ini menggunakan air distilasi untuk membersihkan sisa darah agar tetap steril.

2. Tes Laboratorium

Selain untuk mencuci peralatan tes di laboratorium medis, air distilasi juga digunakan untuk menjaga akurasi hasil tes pasien.

Hal ini dikarenakan kandungan hidrogen dan oksigen dalam air distilasi dinilai tidak memberikan pengaruh terhadap sampel yang digunakan untuk mengetes kondisi tubuh pasien.

3. Kosmetik

Air merupakan salah satu bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan kosmetik, seperti pelembap, deodoran, bahkan sampo. Nah, jenis air yang digunakan sebagai bahan campuran adalah air distilasi.

Alasannya sama, karena kandungan hidrogen dan oksigen dalam air distilasi tidak memberikan pengaruh terhadap zat-zat kimia lain yang digunakan selama pembuatan kosmetik.

4. Otomotif

Dalam bidang otomotif, air biasanya digunakan sebagai bahan untuk mencuci mobil maupun sparepart. Air distilasi adalah  jenis air terbaik yang dapat digunakan untuk mencuci mobil dan membersihkan sparepart.

Hal ini dikarenakan kandungan dalam air distilasi dianggap tidak menyebabkan terjadinya korosi terhadap lapisan metal maupun mengganggu kinerja baterai.

Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari air distilasi juga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini manfaat air distilasi:

  • Sebagai campuran susu formula untuk bayi dengan sistem kekebalan yang lemah.
  • Bagi kalian yang memiliki gangguan tidur berupa berhentinya sistem pernapasan secara tiba-tiba, maka gunakan air distilasi untuk mengisi CPAP humidifier.
  • Membersihkan sinus dengan neti pot.
  • Mencegah penumpukan kerak pada setrika.
  • Sebagai air untuk mencuci rambut agar rambut tidak menjadi kusam.

Baca Juga: Air Demineral vs Air Mineral, Mana yang Lebih Baik?

Perbedaan Air Distilasi dengan Air Demineralisasi

Air demineralisasi adalah jenis air yang melalui proses pemurnian sedemikian rupa sehingga sebagian besar ion mineral dan garam—seperti kalsium, klorida, sulfat, magnesium, dan natrium—telah dihilangkan. Air demineralisasi juga dikenal dengan istilah air demi atau air deionisasi.

Perbedaan antara air demineralisasi dengan air distilasi antara lain:

  • Air distilasi memiliki lebih sedikit zat kontaminasi yang sifatnya organik, sedangkan air demineralisasi pada dasarnya tidak menghilangkan molekul yang tidak bermuatan seperti virus dan bakteri.
  • Air demineralisasi umumnya memiliki lebih sedikit ion mineral daripada air distilasi.
  • Produksi air demineralisasi jauh lebih bersih dan meninggalkan skala residu yang lebih sedikit pada peralatan yang digunakan.
  • Air demineralisasi hanya dapat digunakan pada perangkat yang terbuat dari material khusus.

Baca Juga: Benarkah Air Minum Isi Ulang Berbahaya? Cek Penjelasannya

Risiko Mengonsumsi Air Distilasi

Meskipun dinyatakan aman untuk dikonsumsi, namun nyatanya mengonsumsi air distilasi dapat menimbulkan beberapa risiko bagi tubuh kita.

Risiko tersebut umumnya muncul dari sifat air distilasi yang memiliki kecenderungan untuk menarik mineral dari apapun yang disentuh untuk menjaga keseimbangan.

Apabila air distilasi ini disimpan dalam kemasan, maka air ini akan menarik mineral dari material kemasan yang membungkus atau menahannya.

Begitupun halnya ketika air distilasi secara rutin dikonsumsi, maka air distilasi akan menarik sejumlah kecil mineral dari tubuh kita, termasuk dari lapisan gigi.

Meski jumlah mineral yang ditarik cukup kecil, namun untuk menghindari kondisi tubuh yang kekurangan mineral biasanya orang-orang yang mengonsumsi air distilasi diwajibkan untuk mengkonsumsi buah dan sayur dalam porsi yang wajar secara rutin.

 

  1. Do you know the difference between demineralised water and distilled water? https://www.bronkhorst.com/int/blog-1/do-you-know-the-difference-between-demineralised-water-and-distilled-water/. (Diakses pada 20 Desember 2021).
  2. Watson, Stephanie. 2019. Can You Drink Distilled Water? https://www.healthline.com/health/can-you-drink-distilled-water. (Diakses pada 20 Desember 2021).
  3. Distilled Water. https://www.webmd.com/diet/distilled-water-overview. (Diakses pada 20 Desember 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi