Terbit: 6 August 2019
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Hormon progesteron adalah salah satu hormon paling penting bagi tubuh, terutama untuk wanita. Hormon ini memiliki peran dalam siklus menstruasi dan mempersiapkan tubuh untuk hamil. Kenali fungsi hingga cara meningkatkan progesteron di bawah ini!

Kenali Fungsi Hormon Progesteron pada Tubuh Wanita

Apa itu Hormon Progesteron?

Hormon progesteron adalah salah satu dari dua hormon seks pada wanita, selain hormon estrogen. Meskipun disebut sebagai hormon seks wanita, tapi progesteron juga ditemukan dalam tubuh pria, meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit.

Hormon progesteron adalah salah satu dari kelompok progestogen, yang merupakan jenis hormon steroid. Hormon ini sebagian besar disekresikan oleh corpus luteum yang ada di ovarium selama paruh kedua dari siklus menstruasi. Corpus luteum merupakan kelenjar sementara yang diproduksi setelah pelepasan sel telur dari ovarium.

Hormon progesteron memiliki peran penting dalam tubuh mulai dari mengatur siklus menstruasi hingga mempersiapkan tahapan awal kehamilan. Kekurangan atau kelebihan hormon progesteron tentunya akan memberikan dampak tertentu pada tubuh.

Baca Juga: Hormon Estrogen: Fungsi, Dosis, Cara Menyeimbangkan, dll

Fungsi Hormon Progesteron

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hormon progesteron merupakan salah satu hormon seks wanita. Fungsi hormon progesteron memang banyak terkait dengan reproduksi wanita. Hormon ini memiliki peran yang sangat penting selama masa kehamilan.

Setelah sel telur dilepaskan dari ovarium, korpus luteum akan terbentuk dan mulai memproduksi progesteron. Fungsi progesteron pada masa ini adalah sebagai berikut:

  • Mempersiapkan lapisan jaringan rahim yang memungkinkan telur yang dibuahi dapat tertanam di rahim.
  • Mempertahankan endometrium (lapisan terdalam pada rahim tempat menempelnya ovum yang telah dibuahi) sepanjang kehamilan.
  • Mencegah pelepasan telur lain hingga masa kehamilan berakhir.
  • Mencegah pembuahan lebih dari satu telur pada satu waktu. Terkadang ovarium dapat mengeluarkan lebih dari satu telur dalam satu waktu.
  • Menghentikan kontraksi pada otot tuba fallopi setelah setelah telur berpindah.
  • Mendukung perkembangan janin selama masa kehamilan. Setelah plasenta terbentuk, plasenta juga turut menghasilkan hormon progesteron.
  • Menstimulasi jaringan payudara untuk meningkatkan laktasi untuk mendukung kelenjar siap untuk memproduksi susu.
  • Memperkuat otot panggul untuk persiapan persalinan.

Fungsi di atas adalah fungsi progesteron apabila pembuahan terjadi. Jika sel telur yang dikeluarkan selama ovulasi tidak dibuahi, maka korpus luteum akan rusak dan produksi progesteron pun akan menurun.

Penurunan kadar progesteron ini kemudian akan menyebabkan endometrium yang telah menebal rusak, kemudian terjadilah menstruasi.

Kadar Hormon Progesteron Normal

Cara mengetahui kadar hormon progesteron adalah dengan menggunakan tes darah. Selama siklus menstruasi, kadar progesteron terus berfluktuasi sehingga kadar progesteron seseorang akan bervariasi sepanjang bulan.

Umumnya pemeriksaan kadar progesteron dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya ovulasi, memeriksa penyebab infertilitas, mendiagnosis keguguran atau kehamilan ektopik, menilai kehamilan termasuk kehamilan berisiko atau tidak, membantu mengetahui penyebab pendarahan rahim abnormal, dan membantu diagnosis gangguan adrenal.

Kadar hormon progesteron dinyatakan dalam satuan nanogram per milliliter (ng/ml). Kadar hormon progesteron normal pada wanita dewasa dalam beberapa titik siklus menstruasi adalah sebagai berikut ini:

  • Pra-ovulasi: di bawah 0,89 ng/ml.
  • Ovulasi: sama dengan atau lebih kecil dari 12 ng/ml.
  • Pasca-ovulasi: 1,8-24 ng/ml.
  • Trimester pertama kehamilan: 11-44 ng/ml.
  • Trimester kedua kehamilan: 25-83 ng/ml.
  • Trimester ketiga kehamilan: 58-214 ng/ml.

Hasil dari pemeriksaan darah untuk kadar hormon progesteron dapat berbeda-beda pada setiap laboratorium. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan hasil tes yang Anda jalani.

Kadar hormon progesteron normal di atas adalah untuk wanita. Pada pria, kadar hormon progesteron jauh lebih rendah dan jarang sekali diperiksa, kecuali jika terdapat dugaan adanya disfungsi kelenjar adrenal. Tingkat normal hormon progesteron pada pria adalah kurang dari 0,20 ng/ml.

Baca Juga: Sistem Hormon: Jenis, Fungsi, Penyakit Hormon

Dampak Kelebihan Kadar Hormon Progesteron

Umumnya kadar hormon progesteron tinggi tidak menimbulkan efek samping negatif tertentu. Terlebih lagi kadar hormon ini memang dapat meningkat selama masa kehamilan. Namun kadar progesteron tinggi pada wanita yang tidak hamil dapat menandakan beberapa kondisi seperti:

  • Kista ovarium.
  • Hiperplasia adrenal kongenital.
  • Kanker ovarium.
  • Kanker adrenal.

Dampak Kekurangan Kadar Hormon Progesteron

Rendahnya kadar progesteron dapat memengaruhi siklus menstruasi dan kesuburan seseorang. Berikut adalah gejala atau efek kekurangan kadar progesteron pada tubuh, antara lain:

Umumnya kekurangan progesteron dapat menimbulkan gejala berikut:

  • Periode menstruasi yang tidak teratur.
  • Sakit kepala.
  • Perubahan suasana hati (mood), kecemasan, atau depresi.
  • Sulit tidur.
  • Kesulitan hamil.
  • Hot flashes – sensasi panas pada tubuh yang terjadi secara tiba-tiba.
  • Kembung atau penambahan berat badan.

Gejala kekurangan kadar progesteron pada wanita hamil, meliputi:

  • Bercak (pendarahan ringan).
  • Gula darah rendah (hipoglikemia).
  • Preeklamsia.
  • Kelembutan payudara.
  • Kelelahan.
  • Keguguran.
  • Kelahiran prematur.
  • Menurunnya fungsi ovarium.

Cara Meningkatkan Hormon Progesteron

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa kadar hormon progesteron yang tinggi jarang menimbulkan masalah tertentu, sebaliknya justru kadar hormon progesteron rendah yang dapat memberikan efek samping pada tubuh.

Jika kadar hormon progesteron rendah, berikut adalah cara meningkatkan hormon progesteron yang dapat dilakukan:

  • Menggunakan progesteron alami yang umumnya tersedia dalam bentuk pil atau krim.
  • Mengonsumsi makanan dengan kandungan progesteron.
  • Menjaga berat tubuh ideal.
  • Mengelola stres.
  • Menghindari aktivitas fisik berat berlebihan.

Terapi Hormon Progesteron

Hormon progesteron diproduksi secara alami oleh tubuh, namun hormon ini juga dapat diciptakan di laboratorium. Bentuk sintetis dari hormon progesteron disebut dengan progestin. Progestin tersedia dalam berbagai sediaan mulai dari kapsul, gel vagina, IUD, hingga suntikan.

Penggunaan progestin umumnya adalah untuk:

  • Kontrasepsi.
  • Terapi pengganti hormon.
  • Mengatasi pendarahan uterus abnormal.
  • Amenore.
  • Gangguan menstruasi.
  • Endometriosis.
  • Penebalan dinding rahim abnormal.
  • Kanker payudarah, ginjal, dan rahim.
  • Perubahan pertumbuhan rambut.
  • Masalah hasrat seksual.
  • Nyeri payudara.
  • Mencegah kelahiran prematur.
  • Perawatan infertilitas.
  • Mendukung produksi ASI.
  • Terapi hormon antikanker..
  • Mengatasi jerawat.

Terapi progestin memberikan banyak manfaat, namun tentunya tidak terlepas juga dari efek samping mulai dari yang ringan hingga yang serius.

Penggunaan progestin harus dilakukan di bawah pengawasan dokter dan digunakan sesuai dengan kebutuhan untuk menghindari efek samping yang mungkin terjadi. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2021. Progesterone. https://www.yourhormones.info/hormones/progesterone/ (Diakses 6 Agustus 2019)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Low Progesterone. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24613-low-progesterone (Diakses pada 21 Agustus 2023)
  3. Nichols, Hannah. 2017. Progesterone and progestin: How do they work?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/277737.php (Diakses 6 Agustus 2019)
  4. Nall, Rachel. 2023 How to Naturally Increase Your Progesterone Levels – https://www.healthline.com/health/natural-progesterone (Diakses 6 Agustus 2019)
  5. Seladi-Schulman, Jill. 2023. Everything You Need to Know About Progesterone. https://www.healthline.com/health/progesterone-function (Diakses 6 Agustus 2019).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi