Terbit: 4 Februari 2022 | Diperbarui: 8 Maret 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Jika Anda memiliki bayi atau anak kecil di rumah, Anda mungkin khawatir tentang lonjakan kasus COVID-19 akibat munculnya varian Omicron. Apalagi, Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa anak-anak yang terinfeksi Omicron sudah mendapatkan vaksinasi lengkap dan tidak bergejala. Lantas, apa gejala COVID Omicron pada anak yang khas? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Mengenali Gejala Omicron pada Anak

Meski infeksi COVID-19 biasanya lebih ringan pada anak-anak dan bayi, penyebaran varian Omicron telah berkorelasi dengan peningkatan jumlah kasus anak yang positif dan rawat inap.

Mengingat fakta bahwa vaksin COVID-19 belum diizinkan untuk digunakan pada anak-anak di bawah usia 5 tahun, hal inilah yang membuat sebagian orang tua khawatir bagaimana virus memengaruhi kesehatan anak.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, gejala COVID Omicron pada anak secara umum adalah:

  • Batuk
  • Kelelahan
  • Hidung tersumbat
  • Pilek
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan

Beberapa gejala yang terjadi pada anak sebenarnya serupa dengan orang dewasa. Namun, terdapat temuan yang mengungkapkan bahwa seorang anak yang terinfeksi varian Omicron, indra perasa dan penciumannya tetap berfungsi normal tidak seperti yang terjadi pada varian lain.

Demam, batuk, dan pilek adalah gejala COVID Omicron pada anak yang umum terjadi. Terkadang, hal tersebut disertai muntah dan diare.

Selain itu, varian ini juga mungkin menyebabkan seorang anak mengalami croup, penyakit umum pada anak-anak yang menyebabkan pembengkakan pada kotak suara (laring) dan tenggorokan (trakea). Pembengkakan itu menyebabkan saluran udara di bawah pita suara menyempit, membuat pernapasan menjadi bising dan sulit.

Croup paling sering terjadi pada anak-anak antara usia tiga bulan sampai lima tahun. Setelah usia itu, anak jarang mengalaminya karena tenggorokannya lebih besar dan pembengkakan cenderung tidak mengganggu pernapasan.

Perlu diketahui, varian Omicron menyebabkan infeksi saluran napas bagian atas, sehingga menimbulkan batuk yang khas. Selain itu, saluran napas bagian atas lebih sempit pada anak-anak daripada orang dewasa. Oleh karena itu, jika terjadi sedikit pembengkakan hal tersebut dapat menyebabkan gejala croup.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Setelah mengetahui gejala umum Omicron pada anak seperti di atas, perlu diketahui juga apabila anak mengalami croup atau tanda-tanda COVID-19 lainnya, langkah terbaik adalah konsultasi dengan dokter mengenai langkah apa yang seharusnya dilakukan.

Selain itu, konsultasi dengan dokter juga diperlukan jika anak mengalami demam tinggi, lesu, dan sakit tenggorokan yang sangat parah, sehingga membuatnya tidak bisa makan atau minum.

Meski begitu, secara umum anak yang terkena Omicron baik-baik saja atau hanya muncul gejala ringan. Akan tetapi, orang tua tetap harus waspada terhadap tanda-tanda infeksi yang lebih serius.

Baca Juga: Varian COVID-19 BA.2, Subvarian Omicron yang Perlu Diwaspadai

Apakah Varian Omicron Sebabkan Keparahan Penyakit pada Anak?

Data awal menunjukkan bahwa varian Omicron dapat memengaruhi orang secara berbeda dari jenis sebelumnya, serta memiliki dampak yang tidak terlalu parah pada paru-paru; tetapi masih banyak yang harus dipelajari mengenai varian ini.

Penelitian awal menunjukkan bahwa Omicron lebih menular daripada virus COVID-19 asli dan varian Delta.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Dinyatakan Positif COVID?

Jika anak Anda memiliki gejala yang konsisten dengan COVID-19 dan tes antigen di rumah menunjukkan hasil yang positif, maka Anda tidak perlu melakukan tes lebih lanjut.

Namun, jika seorang anak memiliki gejala dan tes antigen negatif, Anda bisa melakukan tes PCR. Tes PCR dapat mendeteksi hasil yang lebih akurat.

Jika anak dinyatakan positif COVID-19, tetap di rumah dan ikuti pedoman isoman Omicron. Selain itu, penting untuk memberi tahu orang-orang yang melakukan kontak dengan Anda 48 jam sebelum munculnya gejala.

 

  1. Anonim. FAQ: Omicron Variant and Children and What to Do if Your Child Tests Positive. https://www.luriechildrens.org/en/blog/faq-omicron-variant-and-children-and-what-to-do-if-your-child-tests-positive/. (Diakses pada 4 Februari 2022).
  2. Levine, Hallie. 2022. How Does the Omicron Variant Affect Kids and Babies?. https://www.whattoexpect.com/first-year/health/covid-19-omicron-variant-kids. (Diakses pada 4 Februari 2022).
  3. Miller, Korin. 2022. What Does Omicron Look Like in Kids?. https://www.verywellhealth.com/omicron-kids-symptoms-5216175. (Diakses pada 4 Februari 2022).
  4. Sari, Haryanti Puspa. 2022. Kemenkes: 324 Orang Anak Terpapar Covid-19 Varian Omicron Sudah Divaksinasi Lengkap. https://nasional.kompas.com/read/2022/02/03/10334871/kemenkes-324-orang-anak-terpapar-covid-19-varian-omicron-sudah-divaksinasi. (Diakses pada 4 Februari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi