Terbit: 14 March 2022 | Diperbarui: 17 March 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Luka bakar yang tidak ditangani dengan benar dapat meninggalkan bekas luka yang pada akhirnya bisa menurunkan rasa percaya diri. Pada kasus yang lebih serius, luka mungkin juga memengaruhi fungsi organ. Lantas, bagaimana perawatan luka bakar sesuai standar medis agar luka segera sembuh dan tidak meninggalkan bekas? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. 

Cara Perawatan Luka Bakar yang Benar Berdasarkan Derajatnya

Diagnosis Luka Bakar

Luka bakar yang parah sebaiknya langsung dibawa ke UGD agar segera mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter akan melakukan pemeriksaan awal untuk luka bakar. Kemudian merekomendasikan pasien ke unit khusus yang menangani luka bakar jika luka mencapai lebih dari 10 %  dari keseluruhan permukaan tubuh. 

Hal yang sama juga dilakukan jika luka terlalu dalam, terjadi di bagian wajah, kaki, atau organ tubuh lain yang membahayakan. Dokter juga akan mengecek kemungkinan luka lain yang memerlukan tes laboratorium, rontgen, atau prosedur diagnosis lainnya. 

SOP Perawatan Luka Bakar 

Pada dasarnya, luka bakar harus dirawat sesuai standar operasional prosedur (SOP). Berikut adalah cara menangani dan merawat luka bakar pada tubuh yang penting untuk Anda tahu, di antaranya:

Penanganan saat terjadi luka bakar

  • Langsung menghentikan sumber api

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah menjauh dari sumber api  dan redakan panas pada kulit. Cari tempat yang aman dan datar saat melakukan penanganan. Bila lukanya parah, segera bawa ke rumah sakit

Sementara jika luka bakar tidak parah dan dapat diatasi sendiri, segera setelah sumber api dimatikan, dinginkan luka dengan air mengalir. Lalu oleskan salep berbasis petroleum pada luka.

  • Singkirkan pakaian dan perhiasan

Buka pakaian, perhiasan, jam tangan, atau aksesori lainnya dari tubuh. Jika pakaian lengket ke kulit, jangan menariknya. Cobalah untuk guntng bagian di sekitarnya. Dikarenakan luka bakar dapat melepuh dengan cepat, lakukan prosedur perawatan luka bakar berikut:

Luka tingkat satu (hanya pada lapisan atas kulit):

  • Dinginkan luka. Dengan cara menyiram luka bakar dengan air dingin yang mengalir hingga luka reda. Jika tidak ada air mengalir, kompres luka dengan air dingin.
  • Lindungi luka. Tutup luka dengan kain kasa atau kain bersih yang steril. Jangan olesi luka dengan minyak, lotion, atau krim kulit terutama yang mengandung pewangi. Oleskan salep berbasis petroleum dua hingga tiga kali per hari
  • Merawat luka bakar. Karena luka bisa menimbulkan rasa nyeri, Anda bisa mengonsumsi obat penghilang rasa sakit seperti asetaminofen, ibuprofen, atau naproxen.

Tindakan medis diperlukan jika Anda melihat tanda-tanda infeksi, seperti peningkatan rasa sakit, warna luka memerah, melepuh, atau demam tinggi. Pada umumnya, dokter akan meresepkan antibiotik serta penghilang rasa sakit. Pada beberapa kasus, pemberian vaksin tetanus mungkin diperlukan.

Baca Juga: Cara Perawatan Luka Terbuka secara Alami di Rumah

Luka bakar tingkat dua (mengenai dua lapisan kulit)

  • Dinginkan luka bakar. Cara perawatan luka bakar yang pertama adalah mendinginkan luka dengan air dingin yang mengalir selama sepuluh hingga lima belas menit. Gunakan kompres jika air mengalir tidak ada. 
  • Melindungi luka. Tutup luka dengan kain kasa steril dan rekatkan.
  • Mencegah syok. Jika terdapat luka di kepala, leher atau kaki, baringkan tubuh di tempat yang datar dan angkat kakinya kira-kira 30 cm. Angkat daerah luka bakar lebih tinggi daripada jantung lalu tutupi korban dengan selimut.

Luka bakar tingkat tiga

  • Panggil ambulans. Segera hubungi ambulans untuk luka bakar jenis ini.
  • Lindungi daerah luka menggunakan kain kasa steril. Atau untuk luka yang lebih luas, tutup dengan kain bersih yang tidak meninggalkan serat di kulit. Pisahkan jari atau telapak yang terbakar menggunakan kasa steril.
  • Mencegah syok.  Jika luka bakar mengenai jalan napas, jangan berikan bantal di kepala karena akan menutup jalan napas. Jika yang terbakar adalah wajah, atur tubuh dalam posisi duduk dan jangan dibaringkan. Pantau detak jantung dan napas hingga ambulans datang.
  • Setelah itu dokter akan memberikan oksigen dan cairan serta memberikan perawatan intensif pada luka.

Baca Juga: 11 Kesalahan Penanganan Luka Bakar yang Harus Anda Hindari!

Luka bakar minor dapat dirawat di rumah dan biasanya akan sembuh dalam beberapa minggu. Untuk luka bakar serius, selain pertolongan pertama juga diperlukan pengobatan medis. Termasuk terapi, pengelupasan kulit, serta pembedahan. Tujuan perawatan adalah mengontrol rasa sakit, menyingkirkan jaringan mati pada permukaan luka bakar, mencegah infeksi, dan mencegah risiko yang lebih parah.

Obat-obatan yang diterima meliputi salep luka bakar, cairan yang diberikan melalui infus untuk mencegah dehidrasi, dan kegagalan organ. Untuk korban luka bakar yang parah, sering kali memerlukan perawatan optimal, terutama agar jaringan ikat tidak membatasi ruang gerak.

Ketika perawatan tidak optimal, pasien kesulitan dalam menggunakan organ tubuh sehingga setelah luka bakar teratasi pasien membutuhkan terapi fisik dan okupasi.

Terkadang terapi psikologi juga diperlukan untuk mengatasi trauma, rasa takut, serta meningkatkan kepercayaan diri. Apalagi jika luka bakar meninggalkan bekas yang mengganggu. Selain terapi, pasien juga dapat menerima obat-obatan untuk mengendalikan kecemasan dan trauma. 

Pada akhirnya, penting sekali bagi setiap orang untuk mengetahui prosedur perawatan luka bakar dengan benar. Luka bakar yang ditangani sesuai SOP akan sembuh dengan lebih cepat. 

 

  1. Anonim. 2022. Burns. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/burns/diagnosis-treatment/drc-20370545. (Diakses pada 12 Maret 2021). 
  2. Anonim. 2022. Thermal Burns Treatment. https://www.webmd.com/first-aid/thermal-heat-or-fire-burns-treatment. (Diakses pada 12 Maret 2021). 
  3. Fletcher, Jenna. 2022. Home remedies for burns: What to put on burns, and prevention. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319768. (Diakses pada 12 Maret 2021). 


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi