Terbit: 23 July 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Dibaliknya rasanya yang gurih dan renyah, gorengan ternyata menyimpan dampak yang tidak baik bagi kesehatan tubuh. Hal ini disebabkan karena makanan yang digoreng cenderung mengandung banyak garam, kalori, lemak, serta mengubah kualitas nutrisi di dalamnya. Berikut ini adalah bahaya gorengan yang harus Anda ketahui

10 Bahaya Gorengan bagi Kesehatan (Penggemar Gorengan Wajib Tahu)

Bahaya Gorengan bagi Kesehatan Jika Sering Dikonsumsi

Meski gorengan adalah makanan enak dan mudah didapatkan, hal penting yang perlu Anda sadari adalah bahaya makan gorengan bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Lemak nabati terutama yang tinggi lemak tak jenuh ganda seperti pada minyak goreng, sangat reaktif sehingga mudah teroksidasi menjadi radikal bebas jika dipanaskan dengan suhu tinggi.

Jika lemak tak tenuh yang telah teroksidasi dikonsumsi dalam jumlah besar, hal itu bisa memicu penyakit jantung, mutasi sel pemicu kanker, gangguan kulit, menurunnya daya tahan dan lain-lainnya.

Berikut adalah beberapa bahaya gorengan bagi kesehatan yang harus Anda tahu, di antaranya:

1. Tubuh menjadi lemas dan mudah mengantuk

Bahaya gorengan yang pertama adalah menganggu aktivitas seseorang dalam memulai hari karena bisa membut tubuh lemas dan menimbulkan kantuk. Terlalu banyak mengonsumsi gorengan, akan membuat asupan lemak di awal hari berlebihan.

Padahal, lemak adalah salah satu zat gizi yang lambat cerna. Lemak yang berlebihan bisa membuat metabolisme tubuh menjadi lambat. Dampaknya, tubuh menjadi lemas dan cenderung mengantuk karena metabolisme tubuh seakan dipaksa bekerja cukup berat di awal hari.

2. Gangguan pencernaan

Bahaya gorengan berikutnya adalah munculnya gangguan pencernaan. Seperti penjelasan sebelumnya, akibat asupan lemak dalam jumlah banyak dan waktu yang berdekatan, hal itu membuat pencernaan bekerja lebih keras.

Bahaya makan gorengan ini bisa langsung mengganggu metabolisme pencernaan apabila konsumsi gorengan saat perut masih kosong. Pada akhirnya, hal itu akan membuat perut terasa kembung, begah atau rasa tidak nyaman lainnya.

3. Asupan lemak dalam tubuh berlebihan

Lemak trans buatan terbentuk ketika lemak jenuh melalui proses hidrogenasi, yaitu saat saat makanan digoreng pada suhu tinggi. Proses ini membuat struktur kimia lemak berubah, yang pada akhirnya akan sulit untuk diproses oleh tubuh dan meningkatkan beberapa penyakit kronis

Dalam jangka panjang, hal ini tentu bisa berbahaya pada tubuh karena asupan lemak yang berlebihan akan memengaruhi kadar lemak darah dan kolesterol. Jika hal ini terus menerus dijadikan kebiasan, maka risiko penyakit degeneratif tentu juga semakin meningkat.

Sejauh ini, lemak trans alami yang terdapat pada makanan belum terbukti memiliki efek buruk bagi kesehatan yang sama seperti lemak trans buatan dalam gorengan.

4. Diabetes

Bahaya gorengan selanjutnya adalah munculnya penyakit diabetes. Sebuah penelitan mengungkapkan, jika Anda terlalu banyak mengonsumsi gorengan maka risiko untuk terkena penyakit diabetes tipe 2 semakin meningkat.

5. Stroke

Jika Anda mengonsumsi gorengan dalam jumlah banyak maka kolesterol yang terkandung di dalamnya bisa menyebabkan terbentuknya plak. Saat plak terbentuk maka aliran pembuluh darah akan terhambat. Komplikasi dari aliran darah yang terganggu adalah munculnya stroke, serangan jantung, dan aterosklerosis.

6. Kanker

Zat kimia yang terbentuk di dalam makanan saat dimasak saat suhu tinggi adalah acrylamide. Zat ini terbentuk dari reaksi kimia antara asam amino dan gula, yang dinamakan asparagin.

Tingginya kandungan acrylamide biasanya terdapat pada makanan bertepung. Beberapa penyakit yang bisa ditimbulkan dari zat acrylamide yaitu kanker ovarium, kanker endometrium, kanker prostat, hingga kanker ginjal.

7. Nyeri dada

Bahaya gorengan yang sering kali tidak disadari adalah menimbulkan nyeri dada atau sensasi terbakar pada dada. Kondisi ini bisa terjadi karena bergeraknya asam lambung ke dalam esofagus.

8. Memicu tukak lambung

Tukak lambung adalah luka yang terjadi di sekitar bagian dalam lambung atau usus yang menyebabkan rasa nyeri pada sistem pencernaan. Gangguan ini disebabkan oleh bakteri H. pylori. Bahaya gorengan yang terkait dengan kondisi ini adalah menyebabkan keasaman dan bisul di perut.

9. Penyakit jantung

Konsumsi makanan yang digoreng bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menyebabkan tekanan darah tinggi, di mana hal ini menjadi faktor risiko datangnya penyakit jantung.

10. Obesitas

Bahaya gorengan yang terakhir adalah berisiko meningkatkan seseorang untuk mengalami obesitas. Hal ini disebabkan oleh lemak trans buatan yang terbentuk ketika lemak jenuh mengalami proses hidrogenasi. Lemak trans buatan muncul saat makanan digoreng pada suhu tinggi.

Karena proses ini bisa mengubah struktur kimiawi lemak, hal itu bisa menyebabkan tubuh sulit untuk mencernanya. Efek trans lemak buatan ini meningkatkan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung dan kanker.

Nah, itulah beberapa bahaya gorengan yang harus diwaspadai. Agar bahaya makan gorengan tidak terjadi pada Anda, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah mengurangi asupan gorengan dan ganti dengan masakan yang direbus atau dikukus.

Namun, jika keinginan konsumsi gorengan begitu besar tapi Anda khawatir terhadap risiko yang bisa dialami, Anda bisa bisa mengganti minyak trans dengan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun, jagung, kanola, minyak wijen, atau biji bunga matahari.

Hal penting lainnya yang harus dilakukan untuk meminimalisir bahaya gorengan bagi kesehatan adalah hindari penggunaan minyak secara berulang kali. Disarankan untuk menggunakan minyak sekali pakai dalam menggoreng.

Selain itu, batasi untuk membeli makanan dari luar terutama yang dipinggir jalan karena kerap kali menggunakan minyak secara berulang. Langkah selanjutnya agar makanan yang digoreng tidak terlalu berminyak, Anda bisa menggunakan tisu supaya minyak lebih banyak diserap.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi