Terbit: 2 September 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Penis bernanah bisa terjadi karena berbagai hal, namun penyakit kelamin sering kali menjadi pemicunya. Oleh karena itu, seorang pria harus mewaspadai kondisi ini dan segera mencari perawatan agar tidak mengalami penurunan kualitas seksual dan reproduksi.

7 Penyebab Penis Keluar Nanah yang Patut Diwaspadai

Penyebab Penis Mengeluarkan Nanah 

Berikut adalah berbagai penyebab keluar nanah dari penis yang harus Anda waspadai, di antaranya:

1. Uretritis Gonore

Penyebab penis keluar nanah yang paling sering adalah uretritis gonore. Penyakit ini bisa muncul karena adanya infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini masuk melalui aktivitas seks yang tidak sehat baik secara vaginal, anal, atau oral.

Selain mengeluarkan cairan warna kuning dari penis, gejala uretritis gonore lainnya termasuk tenggorokan terasa sakit saat menelan atau sekadar berbicara saja, Infeksi mata (konjungtivitis), anus terasa sakit dan dapat mengeluarkan darah saat buang air besar (BAB).

Jika dibiarkan atau tanpa mendapatkan perawatan, infeksi dapat memburuk dan menyebar ke bagian lain dari tubuh. Infeksi dapat menyebabkan ruam, radang sendi, dan infeksi pada persendian, jantung, dan otak.

2. Uretritis Non-Gonore

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang disebut Chlamydia trachomatis. Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui kontak seksual terutama tanpa kondom, termasuk hubungan seks secara vaginal, oral, atau anal.

Istilah uretritis non-gonore (UNG) digunakan ketika kondisi ini tidak disebabkan oleh infeksi menular seksual gonore. UNG terkadang disebut sebagai uretritis non-spesifik (NSU) ketika penyebabnya tidak diketahui secara pasti.

Gejala uretritis non-gonore pada pria meliputi:

  • Penis keluar nanah.
  • Ujung penis terasa sakit dan perih.
  • Sensasi terbakar atau menyakitkan ketika buang air kecil.

Baca Juga: 5 Antibiotik untuk Gonore yang Paling Ampuh

3. Klamidia

Klamidia adalah penyakit yang menyerang saluran kencing atau uretra. Saat terkena infeksi, seorang pria tidak akan langsung merasakan gejalanya.

Setelah beberapa minggu, infeksi biasanya menimbulkan tanda seperti rasa gatal di lubang penis hingga keluarnya cairan yang bukan sperma.

Bakteri Chlamydia trachomatis menjadi penyebab keluar nanah dari penis. Bakteri ini menyebabkan sekitar 60% infeksi saluran kemih pada pria. Jika infeksi ini tidak segera diobati, kemampuan seks dan kesuburan seorang pria dapat terganggu.

4. Balanitis

Balanitis paling sering terjadi pada pria yang tidak sunat atau tidak menjaga kesehatan penisnya dengan baik. Akibat sanitasi yang buruk, bakteri dan jamur akhirnya terkumpul dan menyebabkan infeksi yang cukup parah pada kepala penis sehingga warnanya jadi merah dan sensitif.

Penyakit ini bisa menyebabkan pria tidak nyaman dengan penisnya. Kondisi yang tidak nyaman ini akan semakin parah saat penis mulai mengeluarkan cairan.

5. Mycoplasma

Penyakit yang disebabkan oleh Mycoplasma genitalium ini hampir sama dengan klamidia. Gejalanya termasuk rasa sakit dan panas saat buang air kecil. Kondisi ini diikuti dengan keluarnya cairan berwarna putih kekuningan dari ujung penis, serta pembengkakan atau infeksi saluran kemih.

6. Kanker Penis

Kanker penis adalah bentuk kanker yang menyerang kulit dan jaringan penis. Kanker terjadi ketika sel-sel sehat di penis menjadi kanker dan mulai tumbuh tidak kendali yang pada akhirnya membentuk tumor.

Kanker dapat menyebar ke area lain dari tubuh (metastasis), termasuk kelenjar getah bening dan organ lainnya. Kanker yang tergolong langka ini bisa diobati, terutama jika menemukan gejalanya sejak dini.

Gejala utama dari kanker penis ditandai dengan perubahan pada kulit penis, seperti pada kulup penis (yang tidak disunat), ujung penis (kelenjar), dan batang penis. Gejala kanker penis lainnya termasuk:

  • Gatal.
  • Sensasi terbakar.
  • Penis mengeluarkan cairan.
  • Kemerahan.
  • Penebalan dan perubahan warna pada kulit penis.
  • Ruam dan benjolan kecil yang tampak seperti keropeng.
  • Luka penis yang mungkin berdarah.
  • Pembengkakan di ujung penis.
  • Benjolan di di bawah kulit pangkal paha.

Guna mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat, segera cari perawatan ke dokter jika Anda mengalami beberapa gejala seperti di atas.

Baca Juga: 6 Penyebab Penis Kesemutan dan Cara Mengatasinya

7. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Kebanyakan pria maupun wanita yang terinfeksi tidak memiliki gejala, sehingga tidak disadari bahwa mereka telah terinfeksi.

Ketika infeksi menyebabkan gejala, biasanya timbul uretritis yang disertai rasa gatal, sensasi terbakar, dan penis mengeluarkan cairan.

Infeksi Trichomonas dapat diobati dengan obat antibiotik. Obat metronidazole dan tinidazole adalah antibiotik yang biasa digunakan untuk pengobatan infeksi Trichomonas.

Baca Juga: 11 Cara Menjaga Kesehatan Penis dan Manfaatnya (Mudah Dilakukan!)

Cara Mengobati Penis Mengeluarkan Cairan Putih

Ada beberapa cara untuk mengatasi penyakit menular seksual ini. Begitu penis keluar nanah atau cairan seperti sperma, lakukan beberapa cara berikut ini:

  • Segera mungkin melakukan pemeriksaan ke dokter dan meminta penanganan yang tepat. Dokter biasanya akan memeriksa dan memberikan obat jenis antibiotik. Obat ini akan membunuh bakteri yang hidup dan terus menginfeksi.
  • Setelah mendapatkan pengobatan, lakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri di dalam tubuh. Sampel cairan penis akan diambil lagi untuk diketahui komposisinya.
  • Setelah sembuh, pastikan untuk menjaga sanitasi di area penis. Terkadang sanitasi yang buruk memudahkan bakteri berkembang biak.
  • Melakukan seks dengan sehat dan selalu menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom.
  • Menjalani gaya hidup sehat untuk mencegah kekambuhan.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai penyebab penis bernanah dan cairan putih yang patut diwaspadai. Semoga artikel ini bisa menjadi rujukan untuk menjaga kondisi kesehatan alat reproduksi Anda ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2017. Non-gonococcal urethritis. https://www.nhs.uk/conditions/non-gonococcal-urethritis/. (Diakses 21 Februari 2020).
  2. Anonim. Nongonococcal Urethritis in Men. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4426-nongonococcal-urethritis-in-men. (Diakses 21 Februari 2020).
  3. Anonim. Urethritis Due to Gonorrhea or Chlamydia (Adult male). https://www.fairview.org/patient-education/116663EN. (Diakses 1 Februari 2020).
  4. Anonim. Chlamydia trachomatis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chlamydia/symptoms-causes/syc-20355349. (Diakses 1 Maret 2020).
  5. Anonim. Mycoplasma Infections. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/mycoplasma-infections#1. (Diakses 1 Februari 2020).
  6. Brazier, Yvette. 2017. What to know about balanitis. https://www.medicalnewstoday.com/articles/184715#symptoms_and_diagnosis. (Diakses 1 Februari 2020).
  7. Johnson, Shannon. 2018. Penile Cancer (Cancer of the Penis). https://www.healthline.com/health/cancer-penis. (Diakses 21 Februari 2020).
  8. Stöppler, Melissa C. 2019. 9 Common STDs (Sexually Transmitted Diseases ) in Men. https://www.medicinenet.com/stds_in_men_overview/article.htm. (Diakses 21 Februari 2020).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi