Terbit: 21 March 2023 | Diperbarui: 27 July 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Limfoma merupakan istilah yang dipakai untuk kanker yang dimulai dari sistem limfa dan memengaruhi sel darah putih. Kondisi yang juga dikenal dengan sebutan kanker kelenjar getah bening ini dapat menyebar ke organ tubuh lain dengan cepat. Oleh karena itu, mengetahui apa saja pengobatan yang tepat adalah sesuatu yang penting.

Pilihan Pengobatan untuk Atasi Kelenjar Getah Bening

Jenis Kanker Kelenjar Getah Bening

Sebelum menjelaskan mengenai pengobatan untuk kanker kelenjar getah bening, mengetahui perbedaan jenis kanker yang dialami menjadi penting karena terkait dengan rencana perawatan yang akan dilakukan.

Berikut adalah dua jenis limfoma, di antaranya:

1. Limfoma Hodgkin

Limfoma hodgkin merupakan kondisi tubuh ketika terdapat sel reed-sternberg (sel hodgkin) yang merupakan limfosit-B berukuran besar tidak normal. 

Ketika seseorang mengalami kelenjar getah bening yang membesar akibat limfoma hodgkin, maka umumnya akan ditemukan sedikit sel reed-sternberg dengan banyak sel imun di sekitarnya. Sel imun ini akan menyebabkan kelenjar getah bening membengkak. 

2. Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma non-hodgkin merupakan jenis kanker yang mulai berkembang dari sel darah putih (limfosit) yang bertumbuh secara tidak normal. Kanker ini akan memengaruhi sistem limfatik dalam tubuh. 

Limfoma non-hodgkin dapat dimulai dari organ manapun pada tubuh selama ada jaringan limfa. Kanker jenis ini kebanyakan ditemukan pada kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang belakang, timus, tonsil, dan saluran pencernaan.

Baca Juga: 11 Gejala Kanker Getah Bening yang Jarang Disadari 

Pilihan Pengobatan Kanker Kelenjar Getah Bening

Pengobatan untuk kanker kelenjar getah bening memiliki tujuan menghancurkan sel kanker dan meringankan gejala. 

Rencana perawatan dapat berbeda-beda pada setiap pasien. Pasalnya, rencana ini akan disusun tergantung usia, kondisi kesehatan secara keseluruhan, jenis limfoma yang diderita, dan stadium kanker

Berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang dapat dijalani oleh penderita kanker kelenjar getah bening, di antaranya:

1. Pengawasan Ketat

Jika pasien diketahui mengalami limfoma tetapi perkembangan sel kanker lambat dan tidak ada masalah kesehatan yang serius, maka dokter bisa menyarankan untuk menunda pengobatan sambil terus mengamati pertumbuhan sel kanker. 

Pilihan ini dapat diambil karena pengobatan yang terlalu dini akan menjadi sia-sia. Ketika memilih pengawasan ketat, maka Anda disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter dalam jangka waktu tertentu sambil terus melakukan pemeriksaan secara berkala. 

Anda perlu segera melakukan konsultasi ke dokter kapanpun gejala yang dirasakan semakin memburuk.

2. Radioterapi

Radioterapi banyak digunakan pada stadium awal kanker kelenjar getah bening, di mana sel kanker hanya tumbuh pada satu bagian organ tubuh.

Durasi pengobatan dengan radioterapi bergantung pada tipe limfoma dan stadiumnya.  Radioterapi menggunakan radiasi energi tinggi yang dapat membunuh sel kanker. 

3. Kemoterapi

Pengobatan kemoterapi merupakan metode utama untuk pengobatan limfoma hodgkin. Namun, pengobatan ini juga banyak digunakan untuk mengobati limfoma non-hodgkin. 

Kemoterapi melibatkan obat yang dapat membunuh sel kanker. Obat dapat diberikan dalam beberapa cara, tergantung stadium kanker. Pasien umumnya akan menerima obat langsung ke pembuluh vena, dalam bentuk tablet minum, atau kombinasi keduanya.

Kemoterapi dapat juga dikombinasikan dengan metode pengobatan lain, seperti radioterapi, pemberian obat steroid, atau terapi tertarget. 

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Ciri-ciri Kelenjar Getah Bening Kanker dan Infeksi

4. Terapi Target

Jika mendapatkan diagnosis beberapa jenis limfoma yang langka, dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk menjalani pengobatan terapi target. 

Terapi ini bekerja dengan menargetkan langsung ke organ tubuh yang terdapat sel kanker atau membantu sistem imun untuk menyerang sel kanker.

5. Transplantasi Sumsum Tulang Belakang

Kemoterapi dosis tinggi tidak hanya membunuh sel kanker, tetapi juga membunuh sel dalam sumsum tulang belakang yang bertugas membuat sel darah merah. 

Pengobatan ini berguna untuk mengembalikan kemampuan tubuh membuat sel darah merah setelah menjalani radioterapi dan kemoterapi. 

6. Operasi

Operasi jarang dilakukan untuk mengobati limfoma non-hodgkin. Pengobatan ini pada umumnya dilakukan untuk mengangkat kelenjar getah bening untuk keperluan biopsi, mengangkat limpa, atau mengangkat tumor sebelum prosedur kemoterapi. 

 

  1. Anonim. Types of Lymphoma. https://www.pennmedicine.org/cancer/types-of-cancer/lymphoma/types-of-lymphoma. (Diakses pada 14 Februari 2023).
  2. Anonim. 2020. Treatment. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/hodgkin-lymphoma/treatment. (Diakses pada 14 Februari 2023).
  3. Anonim. 2021. Treatment. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/non-hodgkin-lymphoma/treatment. (Diakses pada 14 Februari 2023).
  4. Anonim. 2021. Treatment: Hodgkin Lymphoma. https://www.nhs.uk/conditions/hodgkin-lymphoma/treatment/. (Diakses pada14 Februari 2023).
  5. Anonim. 2022. Treatment: Non-Hodgkin Lymphoma. https://www.nhs.uk/conditions/non-hodgkin-lymphoma/treatment/. (Diakses pada 14 Februari 2023).
  6. Anonim. 2018. What Is Hodgkin Lymphoma? https://www.cancer.org/cancer/hodgkin-lymphoma/about/what-is-hodgkin-disease.html. (Diakses pada 14 Februari 2023).
  7. Anonim. 2018. What Is Non-Hodgkin Lymphoma? https://www.cancer.org/cancer/non-hodgkin-lymphoma/about/what-is-non-hodgkin-lymphoma.html. (Diakses pada 14 Februari 2023).
  8. Nall, Rachel. 2022. Everything You Need to Know About Lymphoma. https://www.healthline.com/health/lymphoma. (Diakses pada 14 Februari 2023), 


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi